Featured Posts

<< >>

Memasarkan Produk

Memasarkan produk menjadi hal yang penting setelah kita memiliki produk yang akan kita jual di bisnis kita. Tulisan ini diambil dari bahan kuliah Kewirausahaan yang saya berikan kepada para mahasiswa saya di minggu ini. Isinya bukan tentang pemasaran (marketing) yang text book dan rumit (advance), tetapi hanyalah tulisan untuk para pemula yang ingin atau baru [...]

Adopsi Trend Dunia di Bidang Fashion pada Desain Kita: Sheer Fabric

http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150643448932547.384913.59256852546&type=3  (fan page Facebook: Lentik Fashion, foto album – Lentik Zirac Maret 12)   Menciptakan desain untuk bisnis fashion yang kita miliki, tentu harus memperhatikan beberapa hal. Agar desain kita terlihat trendi maka salah satu yang perlu diperhatikan adalah trend fashion dunia maupun Indonesia. Trend fashion dunia tahun ini masih dipengaruhi oleh trend fashion tahun lalu. [...]

Desain dalam Bisnis Fashion

Ada seorang teman yang ingin memulai bisnis fashion, dan bertanya “apakah memungkinkan jika saya menjual produk seseorang dengan menggunakan brand saya sendiri bukan brand si produsennya?” Sebenarnya memungkinkan, jika si produsen busana yang dijualnya itu hanya bertujuan untuk menjual sebanyak-banyaknya produknya saja. Kemungkinan besar produsen tersebut tidak mendesain sendiri produk busananya melainkan langsung menjiplak desain [...]

Cara Menentukan Ukuran/Size Baju

Isi postingan kali ini sudah pernah di-share via twitter dalam bentuk yang lebih ringkas di @lenypuspadewi dengan hastag #sizebaju. Bagi mereka yang ingin memproduksi sendiri busana untuk bisnis fashionnya, salah satu tahap yang harus dilakukan adalah menentukan ukuran/size baju. Size apa saja yang akan kita pakai, apakah hanya dari S sampai XL (paling umum ada [...]

Memasarkan Produk

Memasarkan produk menjadi hal yang penting setelah kita memiliki produk yang akan kita jual di bisnis kita. Tulisan ini diambil dari bahan kuliah Kewirausahaan yang saya berikan kepada para mahasiswa saya di minggu ini. Isinya bukan tentang pemasaran (marketing) yang text book dan rumit (advance), tetapi hanyalah tulisan untuk para pemula yang ingin atau baru berbisnis. Tulisan ini berdasarkan dari pengalaman pribadi dan sedikit bacaan serta orbolan saya dengan sesama pebisnis selama saya menjalankan bisnis fashion.

Memasarkan produk bagi saya bisa secara OFFLINE dan/atau ONLINE. Offline di sini berarti kita memasarkan produk kita tanpa menggunakan sarana internet atau media sosial atau gadget lainnya. Sementara Online sebaliknya, kita menggunakan sarana internet atau media sosial atau gadget lainnya.

Pemasaran secara offline bisa dilakukan secara langsung, to the point, pada maksud dan tujuan kita yaitu untuk menjual produk kita. Bisa juga dilakukan secara tidak langsung yaitu kita melakukan dulu aktivitas lain selain berjualan misalnya sharing pengalaman, bercerita, mengobrol hal lain, namun bisa diselipi atau diakhiri dengan berjualan produk kita.

 

S-08 atasan katun kotak kombinasi katun denim tanpa lengan (tanpa dalaman) http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150380237457547&set= a.10150379764257547.350383.59256852546&type=3&theater

 

Word of mouth atau dari mulut ke mulut adalah salah satu cara pemasaran offline secara langsung. Terkadang bagi yang baru memulai bisnis merasa malu atau takut dilecehkan dengan menawarkan secara langsung barang dagangannya seperti ini. Namun bagi para pemula cara ini merupakan cara pemasaran yang murah dan cukup efektif. Setiap hari kita pasti bertemu dengan banyak orang baik yang sudah dikenal maupun yang belum. Cobalah pertama kali tawarkan kepada orang-orang yang kita kenal baik, baru setelah itu bisa kepada orang-orang yang kita kenal tetapi tidak terlalu dekat. Jika sudah terbiasa, biasanya keberanian semakin besar sehingga bisa kita lakukan kepada orang-orang yang belum kita kenal sekalipun.

Cara lain untuk pemasaran offline secara langsung adalah mengundang calon pelanggan untuk mendengarkan presentasi produk kita atau untuk berkunjung ke tempat produksi produk kita. Kelebihannya dibanding word of mouth adalah kita tidak perlu capek-capek menjelaskan produk kita berkali-kali, tetapi cukup sekali kepada orang banyak. Kelemahannya, biasanya orang-orang agak segan untuk datang ke undangan seperti ini karena biasanya mereka sadar kita akan jualan. Karena itu kita harus bisa mengundang mereka dengan cara menarik tetapi tidak terlihat terlalu memaksa.

Sebar brosur atau flier juga merupakan salah satu cara pemasaran offline secara langsung. Untuk cara ini kita bisa menjangkau banyak orang dalam jangka waktu yang cukup pendek, tetapi kadang orang kurang perduli dengan brosur atau flier yang kita bagikan. Bisa jadi mereka hanya melihat sekilas brosur atau flier kita, kemudian membuangnya begitu saja. Padahal kita sudah mengeluarkan biaya untuk desain dan cetak brosur/flier tersebut. Karena itu buatlah brosur/flier semenarik mungkin dan sebarkanlah di tempat-tempat yang memang merupakan pasar potensial untuk produk kita.

 

Contoh brosur Rumah Lentik

 

Cara lain untuk pemasaran offline secara langsung adalah membuat seminar, talkshow, gathering, nobar, dll.  Nanti di sela-sela acara tersebut kita bisa mempresentasikan produk kita dan kitapun bisa memberikan tester kepada mereka atau merchandise yang mengingatkan para calon pelanggang akan produk kita. Biaya untuk pemasaran ini cukup mahal, tetapi biasanya orang cukup tertarik untuk hadir di acara tersebut asalkan kita mengajak calon pelanggan dari pasar yang kita tuju, apalagi jika acara tersebut gratis.

Memasang banner, spanduk, baliho, neon sign juga merupakan salah satu cara pemasaran offline secara langsung. Hanya saja jika kita ingin memasangnya di jalanan umum (bukan hanya di depan kantor/outlet/rumah kita), maka kita perlu mengeluarkan biaya untuk perijinan dari pemerintahan daerah setempat selain biaya untuk desain dan cetak banner, spanduk, baliho, atau neon sign.  Cukup mahal, dan belum tentu efektif. Karena itu perlu pertimbangan masak-masak untuk melakukannya. Lokasi pemasangannya pun perlu diperhatikan apakah sesuai dengan target pasar kita.

Mengikuti pameran, bazar, expo, dll adalah salah satu pemasaran offline secara langsung. Pilihlah pameran, bazar atau expo yang tidak terlalu mahal biaya sewa standnya, atau jika memungkinkan yang gratis. Tetapi harus diperhatikan, bagaimana trafik pengunjung serta apakah pengunjungnya merupakan target pasar kita? Karena walaupun gratis jika pengunjungnya tidak ada atau bukan target pasar kita, maka kita hanya akan buang tenaga dan waktu saja tanpa menghasilkan apa-apa. Untuk mendapatkan pameran, bazar, atau expo gratis bisa dengan menjadi binaan perusahaan BUMN, Bank-bank, pemerintah daerah, dll. Biasanya pameran, bazar, atau expo dari mereka itu cukup bagus dan ramai pengunjung.

 

Rumah Lentik mengikuti Pameran di Gd. Smesco Jakarta

 

Cara lain untuk pemasaran offline secara langsung adalah memasang iklan di media cetak dan elektronik (TV, radio). Cukup mahal biayanya, karena itu perlu diperhatikan kemampuan kita dan segmen pasar dari media cetak atau elektronik tersebut sesuai tidak dengan target pasar produk kita.

 

Salah satu iklan Rumah Lentik di Majalah Aulia

 

Selain itu, menjadi sponsor suatu acara juga merupakan pemasaran offline secara langsung. Tidak harus berupa uang untuk mensponsori suatu acara tetapi juga bisa dengan memberikan produk kita untuk menjadi doorprize atau dipakai oleh pemeran utama dari acara tersebut. Perlu diperhatikan juga apakah pengunjung/peserta acara tersebut merupakan target pasar kita atau bukan.

 

Rumah Lentik menjadi sponsor untuk pakaian (Zirac) yang digunakan oleh Mastaka Band pada saat performance di Bandung

 

Membangun outlet atau showroom adalah salah satu cara pemasaran offline secara langsung juga. Cara yang satu ini memerlukan biaya yang cukup besar untuk sewa lokasi, dekorasi outlet/showroom, dan stok produk kita. Jangan terpaku pada cara yang satu ini, terutama bagi pemula dengan dana yang minim. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan.

Cara pemasaran offline tidak langsung adalah dengan sharing pengalaman (menjadi pembicara/narasumber) di berbagai seminar, talkshow, komunitas, radio, TV, dll. Biasanya yang bisa menjadi pembicara/narasumber adalah orang yang ahli dalam suatu bidang atau yang sudah sukses berbinis. Kalo kita belum menjadi ahli atau belum sukses dalam bisnis, bagaimana dong? Caranya, aktiflah dalam suatu komunitas, biasanya jika kita kemudian menjadi pengurus dari komunitas tersebut kita bisa menjadi pembicara/narasumber bagi komunitas tersebut. Nah, pada saat itulah kita bisa selipkan produk kita sebagai contoh kasus misalnya.

 

Menjadi nara sumber dalam Seminar

 

Untuk pemasaran online secara langsung, yang pertama harus dilakukan adalah membuat toko online. Jika kita belum mampu membuat yang berbayar, buatlah dengan menggunakan fasilitas gratis seperti yang ditawarkan oleh blogspot, multiply, atau yang sedang marak: fanpage Facebook. Buatlah toko online kita semenarik mungkin dan lakukan update secara berkala.

 

Tampilan website www.rumahlentik.com

 

Setelah itu, beriklanlah di website-website iklan, milis-milis, website-website terkenal, dan Facebook. Jika belum ada budget untuk beriklan, pilihkan website-website iklan gratis dan milis-milis, atau di kaskus misalnya.

Cara gratis yang lain untuk pemasaran online secara langsung adalah bertukar banner di website orang lain. Carilah website yang sudah memiliki traffic pengunjung cukup banyak.

Manfaatkan SEO dengan sering melakukan update website, mengisi meta tag yang benar, atau jika sudah ada budgetnya silakan memberikan kepada orang lain untuk mengurusi SEO website kita.  Sekarang ini banyak yang menawarkan jasa tersebut.

Sementara untuk cara pemasaran online secara tidak langsung adalah dengan menulis atau sharing pengalaman/pendapat di website pribadi, di milis-milis, di grup Facebook, atau kultwit di twitterland. Pada saat sharing itu kita bisa menyelipkan produk kita di tengah-tengah sharing sebagai contoh kasus atau diakhir sharing.

 

Salah satu kultwit saya tentang Makloon

 

Bisa juga kita melakukan cara ini: berikan produk kita secara gratis kepada orang terkenal (yang kita kenal tentunya), minta orang tersebut menggunakannya dan minta foto mereka pada saat mereka menggunakan produk kita sekalian testimoninya. Minta mereka share foto tersebut di twitter atau facebook atau website mereka. Biasanya orang terkenal friend di Facebook, follower di twitter dan pengunjung websitenya banyak. Sehingga bisa menjadi pemasaran murah buat produk kita.

 

Bang Jay “Teroris” yg memiliki lebih dari lebih dari 13rb follower sedang memakai Zirac dari Rumah Lentik dan foto ini diposting di twitternya

 

Agar produk kita lebih menarik, pada saat memasarkan kita bisa memberikan diskon, bundling produk (jika memungkinkan dibundling dengan produk kita juga, misalnya membeli 2 atasan Lentik gratis 1 kerudung Salfaz), merchandise (misalnya: notes, kalender, mug, payung, dll). Selain itu, buatkan packaging untuk produk kita semenarik mungkin.

Jika kita membuat sendiri produk kita, maka buatlah produk kita itu dengan CINTA. Jika menjualkan produk orang lain, package ulang dan lakukan packaging dengan CINTA. Seperti kita membuat produk atau mempackage produk tersebut untuk orang-orang terdekat yang kita cintai (pasangan, anak, orang tua, kakak, adik, dll). InsyaAllah produk kita tersebut akan lebih memiliki daya tarik bagi para calon pelanggannya.

Kenali juga para pelanggan anda. Sapalah mereka, perlakukan mereka, jangan lupa do’akan mereka dengan CINTA. InsyaAllah itu akan membuat mereka nyaman dan ingin kembali lagi membeli produk-produk kita.

Kenapa tiba-tiba saya memasukkan unsur CINTA di sini? Untuk cerita tentang itu, insyaAllah akan disharing di kesempatan lain yaaa… Semoga bermanfaat.

Adopsi Trend Dunia di Bidang Fashion pada Desain Kita: Sheer Fabric

http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150643448932547.384913.59256852546&type=3  (fan page Facebook: Lentik Fashion, foto album – Lentik Zirac Maret 12)

 

Menciptakan desain untuk bisnis fashion yang kita miliki, tentu harus memperhatikan beberapa hal. Agar desain kita terlihat trendi maka salah satu yang perlu diperhatikan adalah trend fashion dunia maupun Indonesia. Trend fashion dunia tahun ini masih dipengaruhi oleh trend fashion tahun lalu. Salah satunya adalah penggunaan bahan yang menerawang (sheer fabric).

 

http://www.fashioncenter.info/our-spring-2012-trend-fashion.html

 

Sebagian penggunaan bahan menerawang ini memperlihatkan busana yang elegant dan cenderung glamor. Biasanya kemudian diterapkan pada busana malam/pesta.

 

http://www.glamour.com/fashion/blogs/slaves-to-fashion/2012/02/sexy-sheer-black-dresses-take.html

 

Chiffon adalah salah satu bahan yang menerawang dan bisa digunakan untuk membuat desain yang mengikuti trend tersebut. Bahan chiffon beragam bisa dikenali dengan meraba bahannya. Biasanya semakin halus dan jatuh bahannya maka kualitas bahannya semakin bagus dan harganyapun semakin mahal.

Dengan berpedoman kepada trend tersebut, Rumah Lentik mengeluarkan desain perpaduan yang cantik antara chiffon dengan batik, dan ada pula yang dipadukan dengan kaos.

L-51 Gamis Lentik tanpa lengan batik katun kombinasi chiffon Broken White http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150643448932547.384913.59256852546&type=3 (fan page Facebook: Lentik Fashion, Foto Album – Lentik Zirac Maret 12)
L-54 Gamis Lentik batik katun kombinasi chiffon dan kaos katun combed Abu http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150643448932547.384913.59256852546&type=3 (fan page Facebook: Lentik Fashion, Foto Album – Lentik Zirac Maret 12)

L-52 Jumpsuit Lentik batik viscose (tanpa lengan) dikombinasi dengan rompi chiffon http://www.facebook.com/media/set/?set=a.10150643448932547.384913.59256852546&type=3 (fan page Facebook: Lentik Fashion, foto album – Lentik Zirac Maret 12)

Semoga bermanfaat :)
Catatan: Tertarik dengan desain-desain Rumah Lentik? Silakan hubungi CS Rumah Lentik di 0856-59074242 atau 0821-27777021 atau add pin BB 21590E21.

Desain dalam Bisnis Fashion

Ada seorang teman yang ingin memulai bisnis fashion, dan bertanya “apakah memungkinkan jika saya menjual produk seseorang dengan menggunakan brand saya sendiri bukan brand si produsennya?”

L-48 Atasan & Z-09 kemeja kaos kombinasi batik katun

Sebenarnya memungkinkan, jika si produsen busana yang dijualnya itu hanya bertujuan untuk menjual sebanyak-banyaknya produknya saja. Kemungkinan besar produsen tersebut tidak mendesain sendiri produk busananya melainkan langsung menjiplak desain yang sudah ada di pasaran dan biasanya desain tersebut sedang booming pada saat itu. Atau dia akan membedakan produk untuk brandnya sendiri dengan produk untuk brand orang lain. Mungkin kualitas desain, bahan, dan jahitan dari produk untuk brand orang lain bisa lebih rendah kualitasnya daripada produk untuk brandnya sendiri. Yang pasti keunikan yang sedang dia bangun atau yang sudah dimilikinya tidak akan ditampilkan dalam produk untuk brand orang lain tersebut.

Tapi tidak semua produsen mau melakukan hal ini. Bagi pebisnis fashion yang memproduksi sendiri busananya dan berusaha melakukan branding bagi produknya, berbisnis fashion tidaklah sekedar bagaimana menjual sebanyak-banyaknya busana yang diproduksinya. Suatu produk akan diminati oleh pelanggan jika produk tersebut memenuhi kebutuhan pelanggan. Produk busana tentu saja merupakan salah satu produk yang bisa memenuhi kebutuhan pelanggan bahkan semua umat manusia bisa menjadi pelanggannya. Karena setiap orang membutuhkan busana (pakaian) untuk menutupi tubuhnya. Namun bagaimana cara pelanggan menentukan busana mana yang dibelinya, berhubungan dengan keunikan yang ditawarkan oleh produk busana tersebut. Keunikan bisa didapat dari harga, kualitas bahan dan jahitan, cara pemasaran, dan desain.

Keunikan harga sangat berhubungan dengan kualitas bahan dan jahitan. Biasanya keunikan harga berarti harga produk tersebut murah. Harga murah berarti kualitas bahan dan jahitan rendah sementara jika ingin kualitas bahan dan jahitan tinggi, hargapun jadi mahal. Jika kita memilih harga murah, maka kita akan masuk ke red market, pasar “berdarah-darah”. Kenapa berdarah-darah? Karena pemain (mereka yang berbisnis) di pasar ini sudah sangat banyak. Mereka bersaing memperebutkan pasar sehingga harga yang ditawarkan semakin murah. Berarti marjin yang didapat akan semakin kecil. Belum lagi pasar semakin sempit karena pemain baru masih berdatangan. Pertanyaannya, mampukah kita bertahan di pasar ini?

L-53 jumpsuit kaos kombinasi batik katun

Keunikan kualitas bahan dan jahitan artinya adalah kualitas bahan dan jahitannya tinggi. Dengan menggunakan bahan dan jahitan berkualitas tinggi, otomatis harga produk kita menjadi mahal. Memang ada pasar untuk produk busana dengan harga mahal. Namun perlu diperhatikan juga, biasanya orang mau dengan mudah membeli produk berharga mahal jika produk tersebut produk terkenal. Produk terkenal selain dari bahan dan jahitan yang berkualitas, ada hal lain yang mereka tawarkan yaitu desain yang unik, yang hanya dimiliki oleh produk tersebut.

Keunikan cara pemasaran dipilih jika kita menemukan cara pemasaran yang belum dilakukan atau masih sangat sedikit orang lain melakukannya di bisnis fashion. Itu pun perlu dibuktikan dulu keberhasilan, dengan menjalankan beberapa lama. Salah satu yang masih jarang dilakukan untuk bisnis fashion adalah pemasaran MLM (Multi Level Marketing). Hanya kesulitannya adalah mengajak orang-orang untuk bergabung dengan bisnis fashion MLM kita, karena begitu mendengar kata “MLM” saja kebanyakan orang sudah langsung antipasti. Dan pemasaran MLM tentunya membutuhkan pengetahuan kita mulai dari penentuan harga produk (yang berbeda jika kita menjualnya tidak melalui MLM), prosedur pemasaran, sampai sistem operasionalnya. Mungkin itu yang menyebabkan pemasaran MLM ini tidak banyak dipilih para pebisnis fashion.

Pemasaran lain yang masih belum banyak dilakukan tetapi mulai populer adalah via BBM (Blackberry Messages). Dengan boomingnya penjualan BB di Indonesia, maka penggunaan BBM sebagai sarana pemasaran menjadi hal yang mungkin. Bahkan sudah mulai banyak orang yang melakukannya, dan beberapa di antaranya meraih kesuksesan dalam pencapaian omsetnya. Hanya perlu diperhatikan ada batasan2 dalam mengirimkan pesan jualan kita, karena bisa saja orang yang kita kirim pesannya terganggu dengan pesan jualan kita. Etika berbisnis dengan menggunakan BBM harus tetap dipegang. Selain itu, pemasaran ini bisa terus eksis selama BB dan profidernya menjaga kualitas mereka sehingga orang2 masih mau menggunakan BB sebagai alat komunikasinya.

Keunikan desain berarti desain yang kita miliki berbeda dan tidak dimiliki oleh produk lain. Ini adalah keunikan yang paling diinginkan oleh hampir semua pebisnis fashion. Kenapa? Karena dengan memiliki keunikan desain ini, kita bisa menjualnya dengan harga mahal dan orang mau membelinya karena tidak ada produk lain yang menyamai produk kita. Tentunya keunikan kita akan semakin kuat jika kita bisa menambahkan keunikan lain seperti kualitas bahan dan jahitan serta pemasaran. Para pebisnis fashion yang sedang dalam proses menemukan keunikan ini apalagi yang sudah memilikinya, akan berpikir dua kali jika ada orang yang ingin menjualkan produknya dengan brand orang tersebut. Bagi mereka itu merupakan kerugian karena branding bagi produknya akan rusak karena brand lain bisa jadi memiliki keunikan produknya.

Bagaimana hubungannya dengan co-branding? Well, saya perlu mendiskusikannya terlebih dahulu dengan para pebisnis fashion lain terutama yang sudah lebih dahulu berbisnis fashion daripada saya. InsyaAllah setelah mendapat pengetahuan tentang itu, saya akan share di sini ya… Semoga bermanfaat.

Cara Menentukan Ukuran/Size Baju

Isi postingan kali ini sudah pernah di-share via twitter dalam bentuk yang lebih ringkas di @lenypuspadewi dengan hastag #sizebaju.

Bagi mereka yang ingin memproduksi sendiri busana untuk bisnis fashionnya, salah satu tahap yang harus dilakukan adalah menentukan ukuran/size baju. Size apa saja yang akan kita pakai, apakah hanya dari S sampai XL (paling umum ada di pasaran) atau diperlebar menjadi XXS sampai XXXL, atau allsize saja? Kalau sudah menentukan banyaknya size, kemudian tentukan juga detail ukuran untuk size kita tersebut.

Menentukan size baju terutama untuk detailnya termasuk hal yang agak memusingkan bagi saya pada saat memulai produksi Lentik Fashion (http://lepuspa.biz atau FB: Lentik Fashion). Sampai-sampai Lentik sempat mengalami pergantian detail size baju. Dan itu cukup merepotkan karena berarti penjahit harus membuat pola baru untuk semua model baju yang masih diproduksi ulang, melakukan pemberitahuan kepada semua pelanggan, dan baju-baju dengan ukuran lama yang masih tersisa terpaksa dijual diskon. Beberapa model Lentik yang harus ganti detail size yaitu:

L-05 coklat (salah satu best seller atasan)

L-15 ungu (salah satu best seller gamis)

Size baju ditentukan oleh pasar dari produk kita, yaitu usia pelanggan yang kita sasar. Jika memilih pasar dewasa pun bisa berbeda: semakin tua usia maka harus menyediakan ukuran yang semakin besar.

Biasanya penjahit yang berpengalaman sudah tau size umum yang ada di pasaran. Tapi lebih baik jika kita melakukan survey juga atas size dan detail yang dimiliki oleh produk busana lain yang menyasar pasar sama dengan kita. Jika pasar kita lebih luas, sebaiknya sizenya ditambah. Misalnya size umum adalah S,M,L,XL maka tambahkan menjadi XS,S,M,L,XL,XXL. Namun sebagai pemula lebih baik memilih size umum yang jumlahnya lebih sedikit supaya tidak terlalu banyak dana yang dikeluarkan untuk satu kali produksi.

Setelah size selesai ditentukan, segeralah buat busana anda yang dimulai dengan membuat sampel untuk setiap model yang akan diproduksi.

Sekian dulu postingan saya kali ini. Semoga bermanfaat.

Live Tweet Interview tentang Bisnis Fashion

Hari Kamis tanggal 20 Oktober 2011 kemarin, melalui media sosial Twitter, senang sekali saya diminta oleh @the_netwerk untuk menjadi narasumber dalam live tweet interview #OTG (Off The Grid) jam 13.30 dengan hastag #bisnisfashion. Di bawah ini adalah hasil dari live tweet interview tersebut:

 

Q1. Mnrt @lenypuspadewi faktor penting apa sj yg hrs dimiliki ssorg yg ingin mmulai #bisnisfashion ? #OTG

 

A1.1 Sebetulnya sm sj spt u/ memulai semua bisnis yaitu:1.Niat(keinginan) & 2.Keberanian u/ memulai(action) @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A1.2. Tp lbh baik lg jk sdh tau: 1.jenis fashion apa yg dibisniskan 2. pasar yg akn dibidik @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A1.3. (lanjutan) 3. sumber brg yg akan dijual dan 4.cara pemasaran yg akn dilakukan @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

 

Q2. #bisnisfashion sdg marak saat ini,apa sj trik yg @lenypuspadewi pakai utk mpromokn @lentikfashion pd masyrkt? #OTG

 

A2.1@lentikfashion melakukn bbrp cara promo:1.pribadi/internal 2.eksternal tdk brbayar 3.eksternal brbayar @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A2.2. 1.Promo pribadi/internal: a. Sy slalu menggunakn baju @lentikfashion di stiap kesempatan @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A2.3 (lanjutan) b. Ajak keluarga terdekat, karyawan dan sahabat untuk menggunakan baju @lentikfashion @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A2.4. (lanjutan) c.Mengkomunikasikan @lentikfashion kepada siapa saja di segala kesempatan @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A2.5 (lanjutan)2.Promo external tdk brbayar:a.Menggunakn media sosial FB & twitter: mis brbagi tips fashion @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A2.6 (lanjutan) b.Memberikan doorprize2 ke berbagai event yang dilakukan oleh komunitas maupun teman @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A2.7 (lanjutn) c.buat promo2 mnarik u/ pelanggan: diskon,merchandise,beli 2 gratis 1,mudah mjadi agen, dsb @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A2.8 3.Promo external brbayar: a.Iklan brbayar di FB b.Iklan di bbrp majalah c.Mengikuti pameran dan bazaar @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

 

Q3.Apa sj usha yg @lenypuspadewi lakukn agr @lentikfashion bs ttp unggul di tgh prsaingn yg ketat? #OTG #bisnisfashion

 

A3.1.mengeluarkan model2 baru yang up to date dalam jangka wkt tidak lebih dari 3 bulan @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A3. 2.mempertahankan kualitas bahan dan jahitan 3.memperkuat brand @lentikfashion @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A3. 3.mendengar aspirasi pelanggan 5.mengikuti berbagai komunitas @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

 

Q4.Mnrt @lenypuspadewi bgmn prospek onlineshop sbg ladang #bisnisfashion ke dpn nnti? #OTG

 

A4.1 Onlineshop mrupakn pilihn trbaik bg para pemula di bisnis fashion.Krn relatif mudah&murah mnjalanknny @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A4.2 Onlineshop Jg bs sgt membantu bagi mereka yang sudah advance jika tau bagaimana cara memanfaatkannya. @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A4.3 Onlineshop akn trus bkembang&makin digemari,pasarny akn meluas jd prospekny sgt bgs bg pbisnis fashion @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

 

Q5.Apa saran2 @lenypuspadewi utk mrk yg ingin mmbuka/mningkatkn #bisnisfashion nya lbh lg? #OTG 

 

A5.1 Jgn lupa miliki keunikn bg bisnis/produk fashion kita yg akn membedakn dg bisnis/produk fashion lain @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

A5.2 kemudian jg pantau slalu perkembangan fashion dalam&luar negeri, serta perhatikan aspirasi pasar kita @the_netwerk #OTG #bisnisfashion

Semoga bermanfaat… :)

(sumber: http://www.facebook.com/note.php?note_id=282397565115838)

Tips Merawat Baju Putih

Lebaran Haji sudah dekat. Biasanya pada saat berlebaran haji banyak orang yang memilih untuk menggunakan busana berwarna putih. Kesan yang didapat dari warna putih yaitu bersih dan suci, memang sesuai dengan tema lebaran haji. Agar baju putih awet terutama dalam hal warnanya tetap terlihat bersih, putih, dan baru; maka perlu dirawat dengan benar. Beberapa tips perawatan baju putih adalah sbb:

  1. Sebelum mencuci, pisahkan terlebih  dahulu dengan baju berwarna
  2. Gunakan deterjen yang ringan (mild detergent) agar warnanya tidak berubah kekuningan
  3. Bila merendam dengan pemutih pakaian, pastikan sesuai dengan takaran dan tidak lebih dari 10 menit (khusus untuk baju putih kombinasi warna, jgn menggunakan pemutih)
  4. Rendam dengan air hangat jika ada kotoran membandel, atau gunakan sikat yang berbulu lembut dan halus untuk menhilangkan kotoran yang sulit hilang
  5. Pada saat mengeringkan, meski memudahkan bagi kita, ada baiknya sesekali tinggalkan mesin pengering. Bahan pakaian yang dikeringkan secara alami akan lebih tahan lama dibanding yang selalu dimasukkan ke mesin pengering.
  6. Saat menjemur pakaian Anda, lebih baik dengan kondisi terbalik dan digantung agar terhindar dari lipatan atau noda yang sulit dihilangkan.
  7. Ketika menyetrika, pastikan alas setrika dan setrika anda dalam keadaan bersih, agar tidak menodai/mengotori baju putih anda dan jangan menggunakan pewangi berwarna.
  8. Untuk jenis bahan tertentu yang membutuhkan perawatan khusus, dry clean sebaiknya dilakukan setelah busana dipakai 2-3 kali
  9. Sebaiknya busana putih disimpan dengan cara digantung dan dengan dimasukkan ke dalam kantong plastik busana. Jangan lupa memasukkan silica gel agar busana awet dan tidak dimakan ngengat (kecuali untuk baju berbahan kaos spandek sebaiknya tetap disimpan terlipat tidak digantung)
  10. Sebisa mungkin hindari menyimpan busana putih dengan cara dilipat. Jika anda tidak memakainya dalam waktu lama, karena lipatan tersebut dapat membekas dan tidak mudah hilang
  11. Jika anda memiliki beberapa koleksi busana putih yang harus disimpan dengan cara dilipat, letakkan busana tersebut pada rak khusus berisi busana berwarna putih.
  12. Busana putih  rentan terhadap pengaruh udara dan ruangan dalam lemari, apalagi jika lembab. Biasanya akan muncul bercak dan noda sangat kecil berwarna hitam di sekitar baju. Bisa pula timbul garis kekuningan pada bagian lipatan (krah, lengan, garis baju). Angin-anginkan secara teratur busana putih  terutama yang terbuat dari bahan lembut dan mahal

Semoga bermanfaat.

Sumber foto: Lentik Fashion (Facebook), http://www.facebook.com/pages/Lentik-Fashion/59256852546, CP: 0856-59074242 atau 0821-27777021

Sumber tulisan: http://kampungtki.com/baca/19275, http://butikdewi.com/page_info.php?id_brt=65&id_ktgbr=17, http://harianhaluan.com/index.php?option=com_content&view=article&id=1837:merawat-baju-putih&catid=15:wanita-a-keluarga&Itemid=85

 

Cara Mendapatkan Penjahit Makloon

Tulisan ini sudah pernah diposting di twitter @lenypuspadewi dengan hastag #makloon.

Bagi mereka yang ingin memproduksi sendiri busana yang akan dijual tetapi belum bisa memiliki penjahit/konveksi sendiri maka solusinya adalah menggunakan sistem makloon. Seperti yang sudah dijelaskan pada postingan sebelumnya di http://lenypuspadewi.com/?p=131, makloon adalah menjahitkan desain-desain kita di orang lain yang memiliki konveksi.Tapi bagaimana sih mendapatkan penjahit makloon yang kulitas dan harganya sesuai dengan produk yang ingin kita buat?

1. Cari tahu dimana saja orang memakloonkan jahitannya. Coba pasang mata di daerah sekitar rumah kita, siapa tahu ada penjahit dan mau menerima makloon. Kemudian kita juga bisa bertanya kepada mereka yang sudah lebih dahulu berkecimpung di bidang fashion dan menggunakan sistem makloon. Tentu membutuhkan networking yang luas untuk bisa mengenal dan bertanya kepada mereka tersebut. Karena itu (lagi-lagi saran saya adalah) berkomunitaslah. Walaupun tanpa bertemu muka, kita bisa networking via internet (website, milis) dan media sosial (facebook, twitter).

2. Dapatkan informasi tentang dimana bisa kita dapatkan penjahit makloon ini agak banyak, karena tidak semua informasi yang kita dapat bisa cocok dengan kriteria penjahit makloon yang kita inginkan.

3. Setelah mendapatkan informasi dimana saja penjahit makloon itu bisa kita temui, hubungi mereka dan tanyakan kesanggupannya menjahitkan busana kita. Beritahu kriteria busana kita seperti: busana untuk pria atau wanita atau dua-duanya, untuk dewasa atau anak-anak atau dua-duanya, bahannya, banyaknya jahitan, dibuatkan pola atau tidak, dengan potong atau tidak, harga makloon yang diinginkan, dan sebagainya.

4. Jika penjahit makloon sanggup dengan kriteria kita (tentu saja dalam prosesnya bisa saja ada kesepakatan-kesepakatan yg tidak terlalu sesuai dengan kriteria yang kita inginkan), minta mereka untuk membuat contoh atau sampel jahitan sesuai dengan desain dan bahan busana yang ingin kita gunakan.

5. Setelah sampel selesai, perhatikan kesesuaiannya dengan desain, kualitas jahitan, kebersihannya, lama pangerjaan, dan enak tidaknya jika busana sampel itu dipakai. Jika semua kriteria sudah masuk atau relatif bisa diterima, negokan sistem pembayaran dan harga makloon. Setelah terjadi kesepakatan, penjahitan makloon bisa dimulai.

Jangan lupa sesuaikan jumlah tempat kita makloon dengan banyaknya jahitan yang akan kita buat dan kemampuan penjahit makloonnya. Konveksi besar, biasanya kemampuan jahitnya bagus dan harga makloonnya bisa lebih murah dari harga makloon di konveksi yang kecil. Tetapi lama pengerjaan tidak bisa diprediksi dengan baik, apalagi jika kita hanya menjahitkan busana dalam jumalh sedikit. Berdasarkan pengalaman, jika ada order jahitan yang jauh lebih besar dari kita maka jahitan kita akan ditunda mendahulukan order jahitan yang besar tersebut.

Karena itu saya lebih suka untuk menjahitkan makloon ke konveksi yang kecil, bahkan konveksi yang sedang merugi/hampir bangkrut. Saya bina mereka dan membantu sedikit modal untuk secara bertahap mereka semakin besar nantinya. Biasanya konveksi itu kemudian menjadi sangat loyal kepada kita, kapan saja kita mengorder jahitan kepada mereka, selalu mereka terima dan langsung dikerjakan walaupun mereka sedang mengerjakan orderan lain. Kuncinya adalah mintalah konveksi binaan kita tersebut menyediakan beberapa penjahit yang khusus menjahitkan busana kita di luar penjahit untuk menjahitkan orderan dari pihak lain, sehingga kapan saja kita butuh, mereka bisa langsung mengerjakannya tanpa menunda orderan pihak lain tersebut.

Sekian sharing saya kali ini. Semoga bermanfaat…

Media Exposure: Bintang Tamu di Radio Sindo

Hari rabu tanggal 14 September 2011 lalu, saya diminta untuk menjadi bintang tamu dalam acara siaran Enterpreneurship Radio Talk (ERT) di Radio Sindo Bandung. Suami, Fauzi Rachmanto, menjadi narasumber tetap dibantu oleh tim Re-Edukasi Tangan Di Atas (TDA) Bandung bergantian antara Kang Faisal, Kang Ibrahim, atau Kang Yasin. Acara ini adalah acara rutin seminggu sekali yang merupakan kerjasama Radio Sindo dengan Komunitas TDA Bandung.

Acara ERT kali ini cukup istimewa karena selain merupakan siaran pertama setelah lebaran, juga merupakan siaran pertama setelah pergantian nama dari Radio Trijaya FM Bandung menjadi Radio Sindo. Selain itu terjadi perubahan waktu siaran, sebelumnya setiap selasa malam jam 20.00 s/d 21.30 sekarang menjadi setiap rabu siang jam 10.00 s/d 11.30.

Diakui oleh para narasumber dan host, ada beberapa hal yang dirasakan masih belum terbiasa oleh para narasumber dan host karena pergantian nama radio dan pergantian waktu siaran. Selain sapaan kepada para pendengar yang berubah (dari “profesional muda” menjadi “pendengar Sindo”), juga perubahan waktu siaran bisa membuat “lidah keseleo” dalam mengucapkan salam (dari “selamat malam” menjadi “selamat siang”). Walaupun diakui siaran siang lebih terasa nyaman dibandingkan siaran malam.

Kemudian ada kekhawatiran berkurangnya pendengar karena mungkin pendengar lama belum tahu adanya perubahan waktu siaran, atau pendengar lama tidak bisa mengakses radio (karena bekerja misalnya) pada siang hari. Namun alhamdulillah, kekhawatiran ini tidak terjadi ternyata pendengarnya malah lebih banyak. Ini terlihat dari masuknya sms dari para pendengar untuk bertanya atau berkomentar. Selain nama-nama lama juga banyak terdapat nama-nama baru.

Topik yang diangkat untuk siaran ERT kali ini, dimana saya adalah bintang tamunya, adalah “Memulai Usaha Fashion”, yang terbagi menjadi 6 segmen. Segmen pertama adalah tentang “Menemukan alasan yang tepat: Mengapa bisnis fashion?” Di segmen ini, saya menceritakan apa yang menjadi alasan saya masuk ke bisnis fashion. Segmen kedua adalah tentang “Tahapan 1 memulai bisnis fashion: Memilih produk”. Saya bercerita bagaimana saya memilih produk busana muslim untuk bisnis saya, kenapa saya memilih awalnya memilih baju muslim dan kemudian sekarang masuk ke kerudung, menerapkan keunikan (kaos kombinasi batik) pada produk saya.

Saya dan Kang Faisal

Segmen berikutnya adalah tentang “Tahapan 2 memulai bisnis fashion: Memilih supplier produk”. Saya menceritakan bagaimana awal berbisnis fashion ini dengan menjualkan produk orang lain dan kiat-kiat memilih supplier produk yang saya jual itu. Kemudian saya bercerita juga bagaimana saya sekarang memproduksi sendiri produk yang saya jual dengan sistem makloon dan bagaimana kiat-kiat memilih penjahit makloon serta supplier bahan. Segmen selanjutnya adalah tentang “Tahapan ke 3 memulai bisnis fashion: Pemasaran dan branding”. Saya menceritakan bagaimana mendapatkan brand “Lentik”, bagaimana melakukan pemasaran dan  branding via media sosial (facebook dan twitter).

Segmen ke 5 adalah tentang “Tahapan 4 memulai bisnis fashion: Faktor Kali”. Di segmen ini saya bercerita bagaimana faktor kali (untuk penjualan) saya lakukan melalui sistem keagenan. Sehingga penjualan bisa meningkat hingga lebih dari 700%. Segmen terakhir adalah “Menjawab sms pendengar yang masuk” yang tidak bisa terjawab semua dikarenakan waktu siaran yang terbatas.

Sebagai bintang tamu yang baik, saya juga memberikan 2 buah doorprize berupa baju produk saya (Zirac dan Salfaz) untuk diberikan kepada pendengan yang beruntung yang sudah berpartisipasi mengirimkan smsnya dan dijawab pertanyaannya.

Tanpa terasa satu setengah jam berlalu dengan cepat, siaranpun berakhir. Walaupun agak kedinginan karena ruang siaran tidak terlalu besar tetapi ACnya cukup besar, namun saya sangat senang bisa berbagi dengan para pendengar Sindo Radio waktu itu. Semoga sharing saya bermanfaat…

Membangun Perangkat Offline: Sistem Keagenan

Sebagian dari tulisan ini pernah saya posting/sharing di twitter @lenypuspadewi dengan hastag #keagenan.

Setelah bisnis fashion kita berjalan beberapa saat dan mulai membesar, menurut pengalaman saya ada satu titik dimana saya merasa bisnis fashion yang saya jalankan “diam di tempat” dalam artian penjualan bertambah tidak signifikan bahkan cenderung stagnan (tidak bertambah). Saat itu, saya banyak belajar dengan cara mengamati dan bertanya kepada beberapa rekan komunitas Tangan Di Atas (TDA) yang sudah lebih dahulu berada di bisnis fashion ini. Hasilnya adalah bahwa jika ingin bisnis fashion kita mengalami peningkatan secara signifikan, terapkan sistem pemasaran keagenan.

Sistem keagenan adalah memasarkan produk kita via mereka yang bersedia menjualkan kembali produk kita. Siapakah mereka itu? Mereka adalah para reseller, agen, atau distributor kita. Tentu saja agar mereka bisa dan mau menjualkan kembali produk kita ke pelanggan mereka, mereka harus diberi berbagai fasilitas yang menarik dengan dibarengi beberapa persyaratan dan ketentuannya agar kita juga tidak merugi. Reseller, agen, dan distributor biasanya dibedakan dari fasilitas yang diterima dan persyaratan serta ketentuan yang harus mereka taati.

Biasanya penerapannya bertingkat dari yang paling rendah ke yang paling tinggi: reseller, agen, dan distributor. Reseller paling rendah dengan persyaratan dan ketentuan paling mudah dan fasilitas paling sedikit. Agen lebih tinggi dari reseller dengan persyaratan dan ketentuan lebih berat dari reseller dan fasilitas lebih banyak dari reseller. Dan distributor paling tinggi dengan persyaratan dan ketentan yang paling berat dan fasilitas paling banyak. Kadangkala ada juga yang menempatkan penamaan distributor di bawah agen. Atau penamaan agen/distributor silver, gold, dan platinum (berturut-turut semakin tinggi tingkatannya). Kadangkala ada juga yang hanya menggunakan dua tingkatan: reseller dan agen, atau agen dan distributor.

Lepuspa (Lentik Fashion) sekarang ini menerapkan tiga tingkatan sistem keagenan: reseller, agen, dan distributor. Posisi reseller paling rendah dan distributor paling tinggi. Persyaratan dan ketentuannya tidak terlalu berat, terutama untuk reseller karena dimaksudkan untuk membantu mereka yang ingin memulai usaha di bidang fashion tetapi dana yang dimiliki sangat terbatas. Juga membantu mereka yang baru memiliki toko online, yang pembeliannya belum banyak dan masih berat untuk menyediakan stok.

Ada beberapa fasilitas yang biasanya diberikan kepada para reseller:

  • Diskon, biasanya antara 10-20%.
  • Retur atau tukar barang, biasanya antara 1 minggu sampai 1 bulan, tapi ada juga yang tidak memberikan fasilitas ini untuk reseller.
  • Katalog, biasanya diberikan jika mencapai pembelanjaan tertentu.
  • Jika ada promo, biasanya mendapat keuntungan paling kecil dibandingkan agen dan distributor, bahkan kadang-kadang tidak diikutsertakan.

Untuk Lepuspa (Lentik Fashion), diskon yang diberikan kepada para reseller adalah 20%, retur (tukar barang) jangka waktunya 2 minggu, dan 1 set katalog jika mencapai pembelanjaan minimal 500 ribu (belum diskon reseller) dan berlaku kelipatannya.

Beberapa fasilitas yang biasanya diberikan kepada para agen:

  • Diskon, biasanya antara 20-40%
  • Retur atau tukar barang, biasanya antara 2 minggu sampai 2 bulan
  • Katalog, biasanya diberikan jika mencapai pembelanjaan tertentu.
  • Nama dan no kontak dicantumkan di iklan jika brand tersebut beriklan di media massa, tapi ada juga yang tidak memberikan fasilitas ini.
  • Reseller akan dirujuk untuk berbelanja kepada agen yang ada di wilayah dimana reseller tersebut berada.
  • Jika ada promo, biasanya mendapat keuntungan lebih besar dari reseller tetapi lebih kecil dari distributor.

Untuk Lepuspa (Lentik Fashion), diskon yang diberikan kepada para agen adalah 30%, retur (tukar barang) jangka waktu 1 bulan, 1 set katalog jika mencapai pembelanjaan minimal 500 ribu (belum diskon reseller) dan berlaku kelipatannya, reseller akan dirujuk untuk berbelanja kepada agen yang ada di wilayah dimana reseller tersebut berada, dan nama dan no kontak dicantumkan di iklan jika Lepuspa (Lentik Fashion) beriklan di media massa.

Beberapa fasilitas yang biasa diberikan kepada para distributor:

  • Diskon, biasanya antara 30-50%
  • Retur atau tukar barang, biasanya antara 2 minggu sampai 2 bulan
  • Katalog, biasanya diberikan agak banyak pada saat pembelanjaan pertama dan selanjutnya jika mencapai pembelanjaan tertentu.
  • Nama dan no kontak dicantumkan di iklan jika brand tersebut beriklan di media massa.
  • Spanduk, x-banner, atau alat bantu pemasaran lainnya.
  • Kadangkala ada penerapan proteksi untuk distributor atau jumlah distributor dibatasi untuk setiap wilayah.
  • Agen/reseller akan dirujuk untuk berbelanja kepada distributor di wilayah dimana agen/reseller tersebut berada.
  • Jika ada promo, biasanya mendapatkan keuntungan paling besar dari promo tersebut.

Lepuspa (Lentik Fashion) menerapkan diskon 40% bagi para distributornya, retur/tukar barang 1,5 bulan, 20 set katalog dan 1 buah spanduk pada saat pembelanjaan pertama selanjutnya 1 set katalog untuk pembelanjaan minimal 500 ribu dan berlaku kelipatannya, distributor terbatas dimana jumalh distributor dibatasi sampai 3 distributor untuk satu wilayah tergantung potensi wilayah dan kemampuan distributor tersebut untuk menghandle permintaan dari para agen/reseller di wilayah tersebut, Agen/reseller akan dirujuk untuk berbelanja kepada distributor di wilayah dimana agen/reseller tersebut berada, nama dan no kontak dicantumkan jika Lepuspa (Lentik Fashion) beriklan di media massa.

Beberapa syarat dan ketentuan yang biasanya diterapkan kepada reseller:

  • Besarnya pembelian pertama.
  • Besarnya pembelian selanjutnya untuk mendapatkan diskon reseller yang biasanya lebih kecil dibandingkan pembelian pertama.
  • Target belanja per bulan.
  • Pemberian sanksi jika target bulanan tidak tercapai.
  • Aturan untuk mencabut kembali sanksi, biasanya pembelian pertama diberlakukan kembali dengan jumlah yang lebih kecil dibandingkan pembelian pertama di atas tapi dengan diskon lebih kecil atau tanpa diskon.
  • Kondisi barang dan aturan untuk retur/tukar barang.

Lepuspa (Lentik Fashion) menerapkan syarat dan ketentuan untuk reseller sebagai berikut: Pembelian pertama minimal 500 ribu (belum diskon reseller), pembelian selanjutnya tanpa pembelian minimal untuk mendapatkan diskon reseller, setiap bulannya harus berbelanja tetapi tanpa ditentukan jumlahnya (boleh berapa saja), Jika tidak melakukan belanja dalam satu bulan maka bulan berikutnya tidak bisa mendapat fasilitas reseller, Fasilitas reseller bisa didapat kembali dengan melakukan pembelian minimal 350 ribu tanpa diskon maka pada bulan berikutnya fasilitas reseller bisa diberlakukan kembali, dan kondisi barang untuk retur/tukar barang tidak boleh cacat, tidak boleh kotor, dan hang tag masih tergantung kecuali cacat dari pusat dan klaim harus diterima dalam waktu 24 jam sejak diterima barang oleh reseller, dsb. Untuk lebih jelas silakan diklik http://lenypuspadewi.com/?p=176

Syarat dan ketentuan agen biasanya tidak jauh berbeda dengan reseller, tetapi tentunya nilai pembelanjaannya lebih besar daripada reseller, dan penambahan kewajiban agen untuk memberikan fasilitas kepada reseller sesuai dengan syarat, ketentuan, dan fasilitas yang diberikan pusat kepada reseller.

Lepuspa (Lentik Fashion) menerapkan syarat dan ketentuan untuk agen sebagai berikut: pembelian pertama minimal 1,5 juta (belum diskon agen), pembelian selanjutnya 500 ribu untuk mendapatkan diskon agen, di bawah 500 ribu diskon 20% (diskon reseller), setiap bulannya harus berbelanja tetapi tanpa ditentukan jumlahnya (boleh berapa saja), jika tidak melakukan pembelanjaan dalam satu bulan maka bulan berikutnya fasilitas reseller yang berlaku, fasilitas agen bisa didapat kembali dengan melakukan pembelian minimal 1 juta sebelum diskon reseller pada bulan berikutnya fasilitas agen diberlakukan kembali, memberikan fasilitas kepada reseller sesuai dengan syarat, ketentuan, dan fasilitas yang diberikan pusat kepada reseller, dan kondisi barang untuk retur/tukar barang tidak boleh cacat, kotor, dan hang tag masih tergantung kecuali cacat dari pusat dan klaim harus diterima dalam 24 jam setelah barang diterima agen, dsb. Untuk lebih jelasnya silakan diklik http://lenypuspadewi.com/?p=173

Syarat dan ketentuan distributor juga biasanya tidak jauh berbeda dengan reseller, tetapi tentunya nilai pembelanjaan dan target bulanannya lebih besar daripada agen, dan penambahan kewajiban distributor untuk memberikan fasilitas kepada reseller/agen sesuai dengan syarat, ketentuan, dan fasilitas yang diberikan pusat kepada reseller/agen.

Lepuspa (Lentik Fashion) menerapkan syarat dan ketentuan untuk distributor sebagai berikut: pembelian pertama minimal 8,5 juta (belum diskon distributor), pembelian selanjutnya 1,5 juta untuk mendapatkan diskon distributor, 1,5 juta s/d 500 ribu diskon 30% (diskon agen), di bawah 500 ribu diskon 20% (diskon reseller), target bulanan 2 juta setiap bulan setelah diskon distributor dan bisa akumulasi, jika selama 3 bulan berturut-turut tidak mencapai minimal pembelanjaan di atas, maka syarat dan fasilitas yang berlaku adalah syarat dan fasilitas agen, bisa menjadi distributor kembali dengan syarat:  dalam 1 bulan minimal pembelanjaan  (akumulasi) Rp 2.000.000,- (setelah didiskon agen), bulan berikutnya syarat dan fasilitas distributor diberlakukan kembali, memberikan fasilitas kepada reseller/agen sesuai dengan syarat, ketentuan, dan fasilitas yang diberikan pusat kepada reselle/agenr, dan kondisi barang untuk retur/tukar barang tidak boleh cacat, kotor, dan hang tag masih tergantung kecuali cacat dari pusat dan klaim harus diterima dalam 48 jam setelah barang diterima agen, dsb. Untuk lebih jelasnya silakan diklik http://lenypuspadewi.com/?p=170

Untuk para pemula, bisa memulai dengan menerapkan reseller dulu saja sebelum ke agen atau distributor, yang memberikan diskon lebih kecil dan persyaratan lebih mudah bagi mereka yang mau menjualkan kembali produk kita. Sejalan dengan pemenuhan akan stok yang belum bisa terlalu banyak tentunya, kecuali siap dengan dana besar dan pemenuhan stok yang banyak.

Bagi mereka yang memproduksi sendiri produknya, dalam menentukan harga jual harus sudah memperhitungkan pemberian diskon kepada reseller, agen, dan distributor. Untuk penentuan harga jual, insyaAllah akan saya posting di lain waktu.

Dengan menerapkan sistem keagenan ini, pemasaran yang kita lakukan tidak hanya ditujukan untuk penjualan retail saja, melainkan juga ditujuka untuk pencarian distributor, agen, dan reseller. Jadi komunikasikan dengan baik sistem keagenan ini di toko online kita misalnya, atau pada saat kita mengikuti pameran/bazar.

Sampai di sini dulu postingan saya kali ini. Semoga bermanfaat. Sampai jumpa di postingan lainnya.

Syarat, Ketetentuan, dan Fasilitas Reseller Lepuspa (Lentik Fashion) serta Paket Sample

  • Paket Sampel Rp 325.000,- :
    • Belum termasuk ongkos kirim, ongkos kirim ditanggung pelanggan.
    • Terdiri dari 1 baju Lentik, 1 baju Zirac, 1 baju Salfaz, dan 1 set katalog.
    • Tidak bisa memilih model, warna, dan ukuran, tetapi ditentukan oleh Pusat.
    • Tidak bisa diretur kecuali cacat (syarat dan ketentuan retur untuk barang cacat berlaku, lihat di bawah).

 

Syarat dan Ketentuan Reseller:

Syarat dan Ketentuan:

  • Pembelian pertama minimal sejumlah Rp 500.000 (belum diskon) diskon 20%.
  • Pembelian ke dua dan selanjutnya tanpa minimal pembelian diskon 20%.
  • Jika dalam 1 bulan tidak ada pembelian, maka syarat, ketentuan, dan fasilitas reseller diberhentikan.
  • Syarat, ketentuan, dan fasilitas reseller diberlakukan kembali jika dalam 1 bulan melakukan pembelian min Rp 350.000,- (tanpa diskon). Syarat, ketentuan, dan fasilitas reseller diberlakukan pada pembelian berikutnya.
  • Barang yang sudah tersedia akan disimpankan selama 3 hari dari tanggal pemesanan pertama, jika lebih dari 3 hari belum terjadi transaksi (transfer atau setor) maka barang akan disimpankan selama tidak ada pelanggan lain yang berminat.
  • Diskon eceran yang boleh diberlakukan (untuk pembelian di bawah Rp 500.000,-) paling besar adalah 15%.
  • Reseller dianjurkan melakukan pembelian melalui agen/distributor Lentik di daerah/wilayah reseller berada kecuali di daerah/wilayah reseller tersebut belum ada agen/distributor Lentik atau agen/distributor Lentik di daerah/wilayah reseller tersebut tidak mampu memenuhi pesanan reseller, maka reseller diperbolehkan membeli langsung ke pusat.
  • Syarat retur (tukar barang):
    • Hang tag masih tergantung di pakaian/aksesoris.
    • Tidak ada kotor/sobek/cacat/modifikasi jahit kecuali kondisi sudah seperti itu pada saat diterimanya barang.
    • Untuk kondisi kotor/sobek/cacat pada saat diterima barang, klaim diterima dalam jangka waktu 24 jam sejak diterimanya barang.
    • Jika reseller  tidak melakukan konfirmasi  dalam jangka waktu 24 jam tsb di atas, maka klaim untuk kondisi kotor/sobek/cacat tidak bisa diterima.
    • Untuk barang yg sedang didiskon eceran, hanya bisa tukar size selama stok tersedia.
    • Fotocopy invoice/nota pembayaran harus disertakan pada saat pengiriman retur.
    • Untuk retur, pengganti retur sesuai dengan brand yang diretur tapi boleh berbeda model, warna, dan ukuran (jika ada perbedaan harga, maka kekurangannya harus dibayar oleh pelanggan, jika ada kelebihan maka bisa dijadikan deposit yang akan diperhitungkan pada pembelian selanjutnya atau pelanggan menambah barang lagi masih dengan brand yang sama).
    • Ongkos kirim retur ditanggung pelanggan, kecuali karena kesalahan Pusat ongkos kirim retur ditanggung Pusat.
    • Harga semuanya belum termasuk ongkos kirim, ongkos kirim ditanggung pelanggan.

 

Fasilitas:

  • Pada pembelian pertama mendapatkan  1 set katalog, pembelian selanjutnya katalog diberikan jika pembelian mencapai minimal Rp 500.000,- untuk 1 set katalog dan berlaku kelipatannya, di bawah Rp 500.000,- tidak mendapatkan katalog.
  • Pembelian bisa digabung antara Lentik, Zirac dan Salfaz untuk satu nota.
  • Retur (berupa penukaran barang)  berlaku dalam jangka waktu  2 minggu dihitung dari tanggal diterimanya barang oleh reseller (tolong segera konfirmasi jika barang telah diterima, jika tidak maka dihitung dari tanggal yang tercantum dalam invoice/nota pembayaran) .

Switch to our mobile site