Memasarkan produk menjadi hal yang penting setelah kita memiliki produk yang akan kita jual di bisnis kita. Tulisan ini diambil dari bahan kuliah Kewirausahaan yang saya berikan kepada para mahasiswa saya di minggu ini. Isinya bukan tentang pemasaran (marketing) yang text book dan rumit (advance), tetapi hanyalah tulisan untuk para pemula yang ingin atau baru berbisnis. Tulisan ini berdasarkan dari pengalaman pribadi dan sedikit bacaan serta orbolan saya dengan sesama pebisnis selama saya menjalankan bisnis fashion.
Memasarkan produk bagi saya bisa secara OFFLINE dan/atau ONLINE. Offline di sini berarti kita memasarkan produk kita tanpa menggunakan sarana internet atau media sosial atau gadget lainnya. Sementara Online sebaliknya, kita menggunakan sarana internet atau media sosial atau gadget lainnya.
Pemasaran secara offline bisa dilakukan secara langsung, to the point, pada maksud dan tujuan kita yaitu untuk menjual produk kita. Bisa juga dilakukan secara tidak langsung yaitu kita melakukan dulu aktivitas lain selain berjualan misalnya sharing pengalaman, bercerita, mengobrol hal lain, namun bisa diselipi atau diakhiri dengan berjualan produk kita.
S-08 atasan katun kotak kombinasi katun denim tanpa lengan (tanpa dalaman) http://www.facebook.com/photo.php?fbid=10150380237457547&set= a.10150379764257547.350383.59256852546&type=3&theater
Word of mouth atau dari mulut ke mulut adalah salah satu cara pemasaran offline secara langsung. Terkadang bagi yang baru memulai bisnis merasa malu atau takut dilecehkan dengan menawarkan secara langsung barang dagangannya seperti ini. Namun bagi para pemula cara ini merupakan cara pemasaran yang murah dan cukup efektif. Setiap hari kita pasti bertemu dengan banyak orang baik yang sudah dikenal maupun yang belum. Cobalah pertama kali tawarkan kepada orang-orang yang kita kenal baik, baru setelah itu bisa kepada orang-orang yang kita kenal tetapi tidak terlalu dekat. Jika sudah terbiasa, biasanya keberanian semakin besar sehingga bisa kita lakukan kepada orang-orang yang belum kita kenal sekalipun.
Cara lain untuk pemasaran offline secara langsung adalah mengundang calon pelanggan untuk mendengarkan presentasi produk kita atau untuk berkunjung ke tempat produksi produk kita. Kelebihannya dibanding word of mouth adalah kita tidak perlu capek-capek menjelaskan produk kita berkali-kali, tetapi cukup sekali kepada orang banyak. Kelemahannya, biasanya orang-orang agak segan untuk datang ke undangan seperti ini karena biasanya mereka sadar kita akan jualan. Karena itu kita harus bisa mengundang mereka dengan cara menarik tetapi tidak terlihat terlalu memaksa.
Sebar brosur atau flier juga merupakan salah satu cara pemasaran offline secara langsung. Untuk cara ini kita bisa menjangkau banyak orang dalam jangka waktu yang cukup pendek, tetapi kadang orang kurang perduli dengan brosur atau flier yang kita bagikan. Bisa jadi mereka hanya melihat sekilas brosur atau flier kita, kemudian membuangnya begitu saja. Padahal kita sudah mengeluarkan biaya untuk desain dan cetak brosur/flier tersebut. Karena itu buatlah brosur/flier semenarik mungkin dan sebarkanlah di tempat-tempat yang memang merupakan pasar potensial untuk produk kita.
Contoh brosur Rumah Lentik
Cara lain untuk pemasaran offline secara langsung adalah membuat seminar, talkshow, gathering, nobar, dll. Nanti di sela-sela acara tersebut kita bisa mempresentasikan produk kita dan kitapun bisa memberikan tester kepada mereka atau merchandise yang mengingatkan para calon pelanggang akan produk kita. Biaya untuk pemasaran ini cukup mahal, tetapi biasanya orang cukup tertarik untuk hadir di acara tersebut asalkan kita mengajak calon pelanggan dari pasar yang kita tuju, apalagi jika acara tersebut gratis.
Memasang banner, spanduk, baliho, neon sign juga merupakan salah satu cara pemasaran offline secara langsung. Hanya saja jika kita ingin memasangnya di jalanan umum (bukan hanya di depan kantor/outlet/rumah kita), maka kita perlu mengeluarkan biaya untuk perijinan dari pemerintahan daerah setempat selain biaya untuk desain dan cetak banner, spanduk, baliho, atau neon sign. Cukup mahal, dan belum tentu efektif. Karena itu perlu pertimbangan masak-masak untuk melakukannya. Lokasi pemasangannya pun perlu diperhatikan apakah sesuai dengan target pasar kita.
Mengikuti pameran, bazar, expo, dll adalah salah satu pemasaran offline secara langsung. Pilihlah pameran, bazar atau expo yang tidak terlalu mahal biaya sewa standnya, atau jika memungkinkan yang gratis. Tetapi harus diperhatikan, bagaimana trafik pengunjung serta apakah pengunjungnya merupakan target pasar kita? Karena walaupun gratis jika pengunjungnya tidak ada atau bukan target pasar kita, maka kita hanya akan buang tenaga dan waktu saja tanpa menghasilkan apa-apa. Untuk mendapatkan pameran, bazar, atau expo gratis bisa dengan menjadi binaan perusahaan BUMN, Bank-bank, pemerintah daerah, dll. Biasanya pameran, bazar, atau expo dari mereka itu cukup bagus dan ramai pengunjung.
Rumah Lentik mengikuti Pameran di Gd. Smesco Jakarta
Cara lain untuk pemasaran offline secara langsung adalah memasang iklan di media cetak dan elektronik (TV, radio). Cukup mahal biayanya, karena itu perlu diperhatikan kemampuan kita dan segmen pasar dari media cetak atau elektronik tersebut sesuai tidak dengan target pasar produk kita.
Salah satu iklan Rumah Lentik di Majalah Aulia
Selain itu, menjadi sponsor suatu acara juga merupakan pemasaran offline secara langsung. Tidak harus berupa uang untuk mensponsori suatu acara tetapi juga bisa dengan memberikan produk kita untuk menjadi doorprize atau dipakai oleh pemeran utama dari acara tersebut. Perlu diperhatikan juga apakah pengunjung/peserta acara tersebut merupakan target pasar kita atau bukan.
Rumah Lentik menjadi sponsor untuk pakaian (Zirac) yang digunakan oleh Mastaka Band pada saat performance di Bandung
Membangun outlet atau showroom adalah salah satu cara pemasaran offline secara langsung juga. Cara yang satu ini memerlukan biaya yang cukup besar untuk sewa lokasi, dekorasi outlet/showroom, dan stok produk kita. Jangan terpaku pada cara yang satu ini, terutama bagi pemula dengan dana yang minim. Masih banyak cara lain yang bisa dilakukan.
Cara pemasaran offline tidak langsung adalah dengan sharing pengalaman (menjadi pembicara/narasumber) di berbagai seminar, talkshow, komunitas, radio, TV, dll. Biasanya yang bisa menjadi pembicara/narasumber adalah orang yang ahli dalam suatu bidang atau yang sudah sukses berbinis. Kalo kita belum menjadi ahli atau belum sukses dalam bisnis, bagaimana dong? Caranya, aktiflah dalam suatu komunitas, biasanya jika kita kemudian menjadi pengurus dari komunitas tersebut kita bisa menjadi pembicara/narasumber bagi komunitas tersebut. Nah, pada saat itulah kita bisa selipkan produk kita sebagai contoh kasus misalnya.
Menjadi nara sumber dalam Seminar
Untuk pemasaran online secara langsung, yang pertama harus dilakukan adalah membuat toko online. Jika kita belum mampu membuat yang berbayar, buatlah dengan menggunakan fasilitas gratis seperti yang ditawarkan oleh blogspot, multiply, atau yang sedang marak: fanpage Facebook. Buatlah toko online kita semenarik mungkin dan lakukan update secara berkala.
Tampilan website www.rumahlentik.com
Setelah itu, beriklanlah di website-website iklan, milis-milis, website-website terkenal, dan Facebook. Jika belum ada budget untuk beriklan, pilihkan website-website iklan gratis dan milis-milis, atau di kaskus misalnya.
Cara gratis yang lain untuk pemasaran online secara langsung adalah bertukar banner di website orang lain. Carilah website yang sudah memiliki traffic pengunjung cukup banyak.
Manfaatkan SEO dengan sering melakukan update website, mengisi meta tag yang benar, atau jika sudah ada budgetnya silakan memberikan kepada orang lain untuk mengurusi SEO website kita. Sekarang ini banyak yang menawarkan jasa tersebut.
Sementara untuk cara pemasaran online secara tidak langsung adalah dengan menulis atau sharing pengalaman/pendapat di website pribadi, di milis-milis, di grup Facebook, atau kultwit di twitterland. Pada saat sharing itu kita bisa menyelipkan produk kita di tengah-tengah sharing sebagai contoh kasus atau diakhir sharing.

Salah satu kultwit saya tentang Makloon
Bisa juga kita melakukan cara ini: berikan produk kita secara gratis kepada orang terkenal (yang kita kenal tentunya), minta orang tersebut menggunakannya dan minta foto mereka pada saat mereka menggunakan produk kita sekalian testimoninya. Minta mereka share foto tersebut di twitter atau facebook atau website mereka. Biasanya orang terkenal friend di Facebook, follower di twitter dan pengunjung websitenya banyak. Sehingga bisa menjadi pemasaran murah buat produk kita.
Bang Jay “Teroris” yg memiliki lebih dari lebih dari 13rb follower sedang memakai Zirac dari Rumah Lentik dan foto ini diposting di twitternya
Agar produk kita lebih menarik, pada saat memasarkan kita bisa memberikan diskon, bundling produk (jika memungkinkan dibundling dengan produk kita juga, misalnya membeli 2 atasan Lentik gratis 1 kerudung Salfaz), merchandise (misalnya: notes, kalender, mug, payung, dll). Selain itu, buatkan packaging untuk produk kita semenarik mungkin.
Jika kita membuat sendiri produk kita, maka buatlah produk kita itu dengan CINTA. Jika menjualkan produk orang lain, package ulang dan lakukan packaging dengan CINTA. Seperti kita membuat produk atau mempackage produk tersebut untuk orang-orang terdekat yang kita cintai (pasangan, anak, orang tua, kakak, adik, dll). InsyaAllah produk kita tersebut akan lebih memiliki daya tarik bagi para calon pelanggannya.
Kenali juga para pelanggan anda. Sapalah mereka, perlakukan mereka, jangan lupa do’akan mereka dengan CINTA. InsyaAllah itu akan membuat mereka nyaman dan ingin kembali lagi membeli produk-produk kita.
Kenapa tiba-tiba saya memasukkan unsur CINTA di sini? Untuk cerita tentang itu, insyaAllah akan disharing di kesempatan lain yaaa… Semoga bermanfaat.