HIDUP DI DUNIA INI AMAT SANGAT SEBENTAR SAJA

Tiba-tiba saja saya jadi baper banget, Moms, waktu chat WA sama Mom keren pebisnis baju renang muslim sporte.id ini

Mbak Helfa Afrianti (ME): “Assalamu’alaikum, Teh… Apa kabar?”

Saya: “Wa’alaikumsalam, alhamdulillah. Mbak Efa apa kabar? Masih jalan-jalan atau sudah kembali ke Jakarta?”

ME: “Alhamdulillah baik, Teh… Udah di Jakarta, Teh. Kemarin sempat ke Padang, hampir 3 minggu di sana. Teh Leni masih di Jakarta?”

Saya: “Waaa, alhamdulillah asyikknyaaa… Saya udah otw bandung ini, Mbak. Mau ketemuan sama Yulia aja enggak sempet. InsyaAllah selasa depan ada rencana ke Jakarta lagi. Yuk meet up? Tapi di daerah Kuningan ya… hehe… Biasanya nginep di daerah itu.”

Yulia adalah sahabat kami. Seorang Mom pebisnis salon muslimah yang ga kalah kerennya. InsyaAllah dia akan hadir di tulisan saya yang lain nanti ya, Moms. Kalau saya dapat izin darinya ya, Moms.

ME: “Yaahh… Enggak ke BSD lagikah? Bentar aja di Jakartanya ya, Teh..?”

Saya: “Kan udah lulus yg di BSDnya, Mbak. Kemarin saya di Jakarta dari Rabu. Iya sih biasanya enggak lama di Jkt, 2-3 hari aja tergantung keperluannya.”

ME: “Wah Kaka udah lulus aja ya? Bener-bener enggak berasa ya. Perasaan baru kemaren ketemu masih di SMP.”

Saya: “Bener banget, Mbak. Betapa hidup di dunia ini amat sangat sebentar ya, Mbak. Self reminder: sudah berapa banyak bekal yg saya punya untuk kehidupan selanjutnya kelak?”

Saya mengakhiri kalimat terakhir di atas dengan emoticon menangis berderai air mata. Emoticon itu bukan sekadar emoticon, Moms, karena entah kenapa air mata ini tak bisa dibendung turun mengingat apa yang saya tuliskan.

Astaghfirullah… Waktu terus berjalan dengan cepat dan saya tidak ingin merugi. Masih banyak hal yang harus dipelajari oleh hati ini. Masih perlu banyak merenung dan merasa-rasakan untuk memenuhi kebutuhan perbekalan di kehidupan selanjutnya nanti.

Kenapa begitu? Karena kadang masih ada rasa kesal sedikit mengintip di hati ketika suami menegur atau bedinde berulah misalnya. Kadang masih ada rasa kecewa sedikit lewat di hati ketika apa yang saya mau tak tercapai. Walaupun hanya sebentar saja, tapi berarti hati saya belum sepenuhnya mampu untuk mempertahankan kebahagiaan pada pukulan pertama ketika ketidaknyamanan itu datang.

Semoga saja melalui menulis ini semakin banyak dan dalam kebenaran-kebenaran Al Quran tertanam di hati ini. Aamiin.

Terima kasih Moms semua sudah mau membaca dan menemani saya berproses. Terima kasih Mbak Efa untuk chattingnya yang mencerahkan.

***

ME: “Yaa Allah, Teh… dan itu tidak bisa diulang ya. Dan banyak banget ternyata waktu terbuang sia-sia.”

Saya: “Betul sekali, Mbak, jadi kita harus segera bikin hati ini semakin mampu untuk selalu taat kepada-Nya.”

#selfreminder
#empoweredmoms
#hidupdiduniahanyasebentar
#bekalhidupselanjutnya
#kemampuanhati
#merenung
#kebenaranAlQuran
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#inginmenjadibaik
#100dayswritingchallenge2
#day15

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *