AKU KAN BUKAN PEMBANTU

Beberapa waktu lalu, saya tertegun cukup lama di satu postingan teman perempuan di akun media sosialnya. Dia men-share postingan orang lain (laki-laki, mungkin temannya) yang isinya kira-kira seperti ini.

“Kalau istri sedang malas ngerjain pekerjaan rumah. Dan saya juga sedang ga ada waktu untuk membantunya. Ya ga apa-apa. Biarkan saja. Cucian menumpuk, lantai kotor, ruangan acak2an, dan kalau mau makan, tinggal beli. Nanti kalau malasnya sudah hilang, kan bisa beres-beres lagi dan bisa masak lagi. Ga usah ribut, ngomel, dan panik. ‘Wah, jadi ga nyaman dong di rumah. Berantakan dan kotor.’ Kalau buat saya ga masalah. Karena saya bukan menikah dengan pembantu.”

Hmmm… jadi mikir, apakah Moms merasa menjadi PRT ketika harus mengerjakan pekerjaan rumah tangga? Dulu, saya mungkin merasa seperti itu. Kalau kebetulan kami sedang tidak punya PRT, mau tidak mau kami harus turun tangan melakukan pekerjaan rumah tangga itu. Dan pada saat suami ada di rumah tapi dia tidak membantu dalam mengerjakan pekerjaan rumah, saya kadang kesal dan menggerutu walau dalam hati,” Memangnya aku pembantunya, kok enggak ada kesadaran membantu!”

Tapi setelah saya mengenal dan mengajak hati ini belajar, saya tidak lagi merasa seperti itu. Kenapa coba, Moms?

“Karena sudah menyadari bahwa pekerjaan rumah tangga itu adalah tanggung jawab kita, sebagai ratu rumah tangga. Ya kan?”

“Karena mengerjakan pekerjaan rumah tangga itu kita menyambut tawaran dari Allah berupa tiket-tiket surga.”

Saya setuju dengan jawaban Moms yang kedua, tapi masih ragu dengan jawaban Moms pertama.

“Kenapa ragu?”

“Berarti pekerjaan rumah tangga itu bukan tanggung jawab kita ya?”

Beberapa waktu lalu, ketika sedang mencari pendapat ahli agama tentang kewajiban suami dan istri, saya menemukan hal yang benar-benar baru buat saya. Ternyata pekerjaan rumah tangga itu tanggung jawab suami bukan tanggung jawab istri. (http://www.ummi-online.com/disangka-tugas-istri-sebenarnya-hal-berikut-ini-adalah-kewajiban-suami.html; https://m.eramuslim.com/nikah/benarkah-kewajiban-suami-mengurus-rumah-tangga.htm)

Saya agak terkaget-kaget membacanya, Moms. Karena itu berarti jika kita tidak melakukan pekerjaan rumah itu tidak apa-apa, karena itu bukan kewajiban kita sebagai seorang istri.

Tentunya seorang suami saleh yang penuh kasih sayang tidak akan membebankan kewajibannya itu kepada istrinya begitu saja. Jika secara ekonomi dia mampu, pastilah dia akan mempekerjakan pembantu rumah tangga untuk mengerjakan itu semua. Kalau belum mampu atau tidak ada orang yang bisa dipekerjakan, tentunya hanya untuk sebagian pekerjaan rumah saja dia meminta bantuan istrinya untuk mengerjakannya. Itu pun mungkin yang paling ringan. Sebagian lagi, yang lebih berat, akan dia kerjakan sendiri. Karena dia tidak memiliki banyak waktu dan tenaga lagi jika harus mengerjakan seluruh pekerjaan rumah tangga tersebut.

Dan bagaimana dengan kita sebagai seorang istri, Moms? Jika kita ingin menjadi istri yang selalu bahagia, tentunya kita ikuti apa yang Allah mau. Dalam kondisi seperti itu apa sih yang Allah mau? Tentu saja kita dengan tulus dan senang hati mau membantu suami mengerjakan pekerjaan rumah tangga tersebut. Kenapa? Karena sudah jelas seorang istri itu butuh taat kepada suami. Itu adalah aturan Allah. Dan Allah memberikan aturan tersebut sudah pasti untuk kebaikan kita, yaitu agar kita selalu bahagia, baik dalam kehidupan di dunia ini maupun di akhirat nanti.

Dan jikapun suami tidak meminta tolong untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga tersebut; sebagai seorang yang ingin selalu bahagia tentunya kita ingin selalu melakukan kebaikan. Hal-hal yang baik menurut Allah. Kalau kepada orang lain saja kita mau membantu, karena menurut Allah membantu itu adalah hal baik; masa sama suami sendiri yang sudah susah payah menafkahi, tidak mau membantu?

Jadi, sebenarnya kewajiban siapapun pekerjaan rumah tangga itu tidak menjadi masalah ketika kita menyadari bahwa apapun yang kita lakukan itu karena ingin semakin taat kepada Allah. Dan kita ingin semakin taat agar kita bisa selalu bahagia.

Gimana? Setuju kan, Moms?

#empoweredmoms
#akukanbukanpembantu
#pekerjaanrumahtangga
#kewajibansiapa?
#niatmembantu
#karenaAllah
#kemampuanhati
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#inspiringwriting
#inginmenjadibaik

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *