TAK CUKUP HANYA BERTEKAD

Seberapa sering kita bertekad untuk melakukan sesuatu? Dan seberapa sering juga apa yang kita tekadkan itu tidak tercapai?

Tiga bulan yang lalu mungkin ada yang bertekad seperti ini: 👇

Saya bertekad untuk berpakaikan lebih syar’i dengan selalu menggunakan kaos kaki …

Saya bertekad untuk melakukan sholat 5 waktu lebih awal (tidak di akhir waktu) …

Saya bertekad untuk bersabar dengan tidak mengomeli anak ketika mereka berulah …

Saya bertekad untuk bersabar dan ikhlas ketika sakit dengan tidak mengeluh …

Saya bertekad untuk mengerjakan pekerjaan rumah tangga dengan ikhlas tanpa mengeluh dan kesal jika bertumpuk dan tidak ada yang membantu …

Saya bertekad untuk mencari nafkah yang halal bagi keluarga …

Saya bertekad untuk meninggalkan riba …

Saya bertekad untuk hanya membagikan kebaikan di postingan medsos saya …

Saya bertekad untuk mengubah pola makan menjadi lebih sehat …

Saya bertekad untuk menyelesaikan skripisi/tesis/disertasi saya dalam 3 bulan ini …

Saya bertekad untuk menyelesaikan naskah buku saya dalam waktu 1 bulan …

Yuk, cek apakah tekad kita itu berhasil?

Apakah ada tapi hanya sedikit, banyak tidak berhasilnya? Atau bahkan tidak ada yang tercapai sama sekali? Kenapa ya? Padahal kita sudah bertekad, lho.

Ternyata itu artinya kita belum yakin dengan tujuan dari apa yang kita tekadkan itu. Kita belum yakin kenapa kita perlu berpakaian lebih syar’i. Kita belum yakin kenapa kita perlu bersabar dalam menghadapi anak. Kita belum yakin kepada kita perlu meninggalkan riba. Kita belum yakin kenapa kita perlu menyelesaikan naskah buku kita.

Bahkan mungkin kita belum tahu kenapa kita perlu melakukan itu semua. Sehingga tidak ada pendorong yang kuat untuk mencapai itu semua.

“Tapi kenapa perlu yakin? Saya sudah tahu kok kenapa saya perlu melakukan itu semua.”

Yakin artinya apa yang kita tahu itu sudah tertanam di hati. Dan hanya hatilah yang mampu membuat kita bergerak melakukan sesuatu sesuai dengan keyakinan yang ada di hati kita itu. Setelah yakin, apapun akan kita lakukan untuk meraih tekad itu.

Mau semua tekad itu tercapai? Yuk temukan untuk apa kita perlu melakukan tekad kita itu. setelah ketemu, jadikan keyakinan di hati dengan cara merenung dan merasa-rasakannya.

Catatan: Tulisan ini terinspirasi oleh postingan Mba Inca Restu kemarin berdasarkan tulisan PakPermadi Alibasyahh di permadialibasyah.com. Terima kasih sahabat-sahabat jiwa ❤️.

#selfreminder
#tidakcukuphanyabertekad
#tujuan
#keyakinan
#hati
#merenung
#merasarasakan
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#berbagikebaikan
#enlightenedheart
#100dayswritingchallenge2
#day18

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *