ULANG TAHUN

Moms, masih adakah yang merayakan hari ulang tahun? Hari kelahiran kita yang mungkin terjadinya sudah berpuluh tahun lalu. Kalau iya, kenapa ya kita masih merayakannya? Dan yang terpenting adalah boleh tidak sih kita merayakan dan mengucapkan selamat ulang tahun itu?

Ketika saya tanyakan kepada beberapa teman, kenapa sih masih merayakan dan mengucapkan selamat ulang tahun? Jawaban terbanyak adalah dalam rangka bersyukur karena masih diberikan usia sampai hari ulang tahunnya tersebut. Dan mengucapkan selamat ulang tahun dalam rangka menjalin hubungan yang baik dengan orang lain khususnya yang sedang berulang tahun dan membuat yang berulang tahun senang karena diberi perhatian. Bukankah semua itu hal yang baik? Dan bukankah Allah suka hal-hal yang baik?

Sayangnya, Moms, hal-hal yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Jika kita ingin tahu apakah sesuatu itu baik atau tidak untuk dilakukan menurut Allah, kita semestinya bertanya langsung kepada Allah. Ya tentunya melalui Al Qur’an dan hadis Rasul; dan juga pendapat berbagai ahli agama Islam.

Memang, Moms, pembahasan tentang perayaan dan ucapan selamat ulang tahun ini oleh para ahli agama berbeda-beda. Ada yang berpendapat bahwa perayaan ulang tahun dianggap bid’ah karena tidak dicontohkan oleh Rasulullah SAW dan karena hari raya bagi umat muslim hanya ada dua yaitu Idul Fitri dan Idul Adha.

Rasulullah shallallahu alaihi wasallam pernah bersabda dalam hadits Anas bin Malik radhiallahu anhu: “Saya terutus kepada kalian sedang kalian (dulunya) mempunyai dua hari raya yang kalian bermain di dalamnya pada masa jahiliyah, dan sungguh Allah telah mengganti keduanya untuk kalian dengan yang lebih baik dari keduanya, (yaitu) hari Nahr (idul Adh-ha) dan hari Fithr (idul Fithri)”. (HR. An-Nasa` dishahihkan oleh Al-Albani)

Sehingga merayakan ulang tahun dianggap sebagai kebiasaan jahiliyah yang dilakukan bukan oleh orang muslim. Sementara mengucapkan selamat ulang tahun tidak dibenarkan karena dianggap mendukung dan menyetujui ulang tahun sebagai hari yang dirayakan. Berarti jika itu dilakukan kita termasuk kepada golongan mereka.
Rasulullah Shallallahu’alaihi Wa sallam bersabda: “Orang yang meniru suatu kaum, ia seolah adalah bagian dari kaum tersebut” [HR. Abu Dawud, disahihkan oleh Ibnu Hibban]

Tapi ada juga yang masih membolehkan untuk merayakan hari ulang tahun jika dilakukan dengan cara bersedekah untuk mensyukuri kesempatan usia yang diberikan kepadanya. Ada juga yang membolehkan karena ada seorang sahabat Nabi yang mengucapkan selamat kepada sahabat yang lain atas penerimaan taubatnya. Imam Bukhari dan Muslim meriwayatkan bahwa ketika sahabat Ka’ab bin Malik menerima kabar gembira dari nabi saw. tentang penerimaan taubatnya, maka sahabat Thalhah bin Ubaidillah menyampaikan ucapan selamat kepada Ka’ab bin Malik.

Nah, Moms, sekarang bagaimana dengan kita? Yang mana yang harus kita ikuti?

Ikutilah yang membuat kita semakin taat kepada Allah. Apakah dengan merayakan hari ulang tahun itu kita semakin taat kepada Allah atau semakin menjauh? Apakah memang merayakan ulang tahun itu hanya dalam rangka bersyukur dan bersedekah dengan lilahita’a atau jangan-jangan ada sepercik keinginan untuk memperlihatkan kepada dunia bahwa kita mampu mengadakan pesta ulang tahun dan kita itu orang yang baik sehingga bersedekah?

Apakah dengan mengucapkan selamat ulangtahun kita semakin taat kepada Allah atau semakin menjauh? Apakah memang kita mengucapkan selamat itu semata-mata untuk berbuat baik menyenangkan hati orang yang berulang tahun dengan lillahita’ala atau kita merasa tidak enak hati karena yang ulang tahun adalah sahabat dekat, kerabat dekat, atasan, pejabat, atau orang yang penting buat kita? Apa kata orang kalau kita tidak mengucapkan selamat? Apa kata mereka yang berulang tahun kalau kita tidak mengucapkan selamat?

“Iya ya, selama ini apa tujuan kita merayakan dan mengucapkan selamat ulang tahun itu?”

Dan perlu diingat, Moms. Bersyukur itu seharusnya kita dilakukan setiap saat. Bukan hanya setahun sekali pada saat berulang tahun. Bukannya Allah memberikan nikmatnya untuk kita setiap saat? Dan semakin sering kita bersyukur semakin tenang rasanya hati kita. Begitu juga dengan bersedekah kan, Moms? Semakin sering bersedekah, maka semakin Allah suka, jika sedekahnya lillahita’ala.

“Wah, bener juga ya. Tapi gimana dong, masih sulit nih menghilangkan kebiasaan berulangtahun itu.”

Sama kok, Moms. Saya juga belum bisa menghilangkan seluruh kebiasaan yang berhubungan dengan ulang tahun ini. Alhamdulillah, sudah beberapa tahun belakangan ini saya tidak merayakan hari ulang tahun. Hanya saja saya masih belum bisa menghilangkan kebiasaan mengucapkan selamat ulang tahun walaupun ucapannya diganti dengan doa “barakallah fii umrik”. Tapi tetap saja saya merasa belum benar. Karena itupun dilakukan kadang masih dengan alasan enggak enak hati.

Ah, memang hati ini masih harus belajar. Agar apa yang dipilih memang benar-benar perwujudan kepada Allah Yang Maha Baik.

Ya deh kalau begitu belajar lagi dan semakin kencang. Semoga bisa, insyaAllah…

#empoweredmoms
#ulangtahun
#dirayakanatautidak?
#mengucapkanselamatatautidak?
#pilihlahyangmembuatsemakintaat
#mampukanhati

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *