I K H L A S

I H K L A S

Setiap kali saya bertemu dengan atau mendengar ada orang yang mau menerima berbagai ketidaknyamanan yang datang kepadanya tetapi dia tetap bisa tenang, tersenyum, tidak mengeluh malah bersyukur; saya kagum sekaligus bertanya-tanya. Keren banget ya dia. Tapi kok bisa?

Keren banget karena saya jarang menemukan orang yang mampu seperti itu. Saya lebih sering bertemu atau mendengar orang merasakan gelisah, khawatir, kesal, bahkan marah ketika mengalami ketidaknyamanan. Saya sendiripun masih mengalami hal yang sama jika mengalami hal itu. Paling tidak pada pukulan pertama, yaitu ketika di awal saya merasakan ketidaknyamanan itu.

Misalnya, saya pernah mendengar ada seseorang yang ditipu oleh sahabatnya pada saat berbisnis. Dia menjadi bankrut dan kehidupan keluarganya berantakan karena istrinya tidak bisa menerima kenyataan jika harus mengalami kesulitan ekonomi. Tapi dia bisa tetap tenang dan mungkin karena ketenangannya tersebut membuat dia mampu untuk bangkit kembali dari kejatuhannya itu. Dia akhirnya berhasil membangun kembli
bisnisnya dan bertemu dengan jodohnya lagi yang lebih baik dan mau mengerti serta mendukungnya di setiap keadaan.

Atau saya juga pernah mendengar ada seseorang yang difitnah dan dijatuhkan di lingkungan bekerjanya. Bahkan tidak hanya sekali dia mengalaminya, melainkan beberapa kali. Tapi entah kenapa, dia selalu mampu bersikap tenang dan tidak banyak mengeluh dengan bercerita ke sana ke mari. Dia tetap mampu hadir di tempat kerjanya dan mengerjakan tugas-tugasnya dengan baik.

Atau seseorang yang akhir-akhir ini saya kenal dan lihat sendiri. Bagaimana tenangnya, bagaimana dia tetap tersenyum ketika berkata-kata, tidak ada keluhan sedikitpun bahkan syukur sering terucap dari mulutnya. Padahal saat ini dia berada dibawah vonis dokter bahwa hidupnya tidak lebih dari satu bulan lagi karena penyakit yang menggerogotinya. Dia tetap bersemangat berbagi ilmu dan menularkan kebaikan walaupun kondisi tubuh sudah melemah. Katanya,” Selama saya masih mampu untuk melakukan itu semua, saya tidak akan berhenti walaupun misalnya hanya mampu berkata-kata saja karena badan sudah tak bisa digerakkan sama sekali”.

Dan saat ini, setiap hari pintu rumahnya selalu terbuka di jam-jam tertentu untuk memberi kesempatan kepada siapapun yang ingin mendapatkan ilmu dan kebaikannya. Padahal untuk makan saja dia harus disuapi karena kedua tangannya sudah terlalu lemah untuk digunakan beraktivitas. MasyaAllah …

Ternyata ada ya orang-orang istimewa seperti itu. Apa sih yang membuat mereka bisa bersikap seperti itu? Tetap tenang, tersenyum, tidak mengeluh, bahkan bersyukur dengan keadaan tidak nyaman yang dialaminya. Ikhlas bahkan dalam kondisi sangat tidak nyaman sekalipun. Kenapa mereka bisa berbeda dari kebanyakan orang?

Ah, pertanyaan-pertanyaan yang masih membuat saya penasaran. Bagaimana dengan anda?

#sarapankata
#day8
#kmoindonesia
#kmobatch12
#ikhlas
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day35

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *