VICTIM OR VICTOR? (2)

Siapa sih yang tidak ingin menjadi pemenang? Saya percaya hampir semua orang ingin menjadi pemenang. Tapi ternyata tidak mudah menjadi seorang pemenang. Karena ada hal-hal yang kita lakukan tanpa kita sadari membuat kita tidak bisa menjadi pemenang melainkan menjadi korban. Salah satunya adalah penolakan kita terhadap ketidaknyamanan yang kita alami.

Apakah anda pernah merasa kecewa, gelisah, khawatir, kesal yang berujung pada marah dan stres? Atau bahkan mungkin sering? Biasanya disebabkan oleh apa? Kalau saya, salah satunya adalah tidak mau menerima kenyataan bahwa apa yang saya harapkan tidak tercapai. Dan itu kadang tanpa disadari.

Misalnya tanpa sadar ternyata saya pernah menolak kegagalan dalam berbisnis. Ketika itu bisnis baju muslim saya semakin hari semakin menurun performanya. Cirinya apa bahwa saya menolak? Saat itu terjadi saya mengeluh dengan bertanya-tanya tidak hanya kepada diri sendiri dan orang-orang terdekat, tapi juga kepada Allah.

Kenapa kok bisnis saya semakin terpuruk? Padahal sudah mengikuti banyak seminar dan pelatihan bisnis dan menerapkan apa yang didapat. Padahal sudah aktif di komunitas bisnis. Padahal beberapa kali ikut program mentoring. Padahal orang lain yang melakukan hal sama bisa maju bisnisnya. Apa salah saya?

Ketika kemudian kita mendapatkan jawaban yang mengarah kepada menyalahkan hal lain di luar diri kita, maka pada saat itulah kita menjadi korban atau victim. Pada saat kita diposisi ini, maka kita akan sulit menjadi
pemenang atau victor.

Apakah salah mengajukan pertanyaan-pertanyaan seperti itu? Sebetulnya jika pertanyaan itu ditujukan benar-benar hanya untuk mencari solusi agar ketidaknyamanan/kegagalan yang kita terima itu segera teratasi, bisa jadi tidak masalah. Dan tanpa kecenderungan menyalahkan hal lain di luar diri kita. Bahkan hal itu bisa membantu kita untuk segera mendapatkan solusi dan membuat keadaan membaik lagi.

Sayangnya itu bukanlah tahap pertama bagi kita untuk sampai kepada ciri menerima. Ada langkah lain yang justru paling penting yang sering kita lupakan untuk sampai ke tahap tersebut. Sebelum pertanyaan-pertanyaan itu diajukan kita perlu menyadari bahwa kita memang pantas menerima ketidaknyamanan/kegagalan tersebut.

Jadi tidak mengherankan ketika ketidaknyamanan/kegagalan itu datang, kita bertanya-tanya terus-menerus karena kecewa dan iri dengan apa yang dicapai orang lain, tanpa berusaha dengan sungguh-sungguh mencari solusinya. itulah yang akhirnya bisa membuat kita marah dan stres.

Dan bahkan sebaiknya kita menyadari bahwa kita pantas menerima ketidaknyamanan/kegagalan itu sebelum hal itu terjadi. Ini membantu kita semakin siap menerima pada saat hal itu terjadi. Sehingga kita tidak akan merasa kecewa, gelisah, khawatir, marah, dan stres pada saat ketidaknyamanan itu datang.

Ternyata tidak sulit, ya menjadi victor? Atau … sulit?

#sarapankata
#day9
#kmoindonesia
#kmobatch12
#oneweekonepost
#wifibandung
#wifiregionbandung
#menolak
#victimorvictor?
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day36

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *