B A H A G I A

Kita sudah sering mendengar atau membaca orang menyarankan,” hadirkan bahagia, ciptakan bahagia.” Atau kata-kata dalam Bahasa Inggris,” Don’t worry, be happy”, yang pernah merebak karena merupakan sya’ir lagu terkenal di masanya. Yang artinya kira-kira seperti ini: “Jangan khawatir, berbahagialah”.

Khawatir memang salah satu sifat atau keadaan yang membuat diri kita tidak bahagia. Karena bahagia sejatinya adalah keadaan tenang dan tenteram yang kita rasakan tanpa ada sedikitpun rasa kecewa, khawatir, gelisah, atau marah.

Pertanyaannya adalah bagaimana membuat agar kita bahagia? Terutama pada saat kita bekerja atau berkarya di tempat kerja atau bisnis kita. Tentu saja jawabannya adalah dengan mengetahui hal apa saja yang bisa membuat kita bahagia.

Sering saya mendengar atau membaca bahwa bahagia itu sederhana.

“Bahagia itu sederhana, ketika saya bisa melakukan me time di sela-sela kesibukan bekerja.”

“Bahagia itu sederhana saat saya bisa melihat bos tersenyum.”

“Bahagia itu sederhana, di saat saya mendapatkan bonus.”

“Bahagia itu sederhana, di hari kerja bisa menikmati makan siang tepat waktu dan tanpa gangguan.”

“Bahagia itu sederhana, di hari kerja masih bisa melihat matahari ketika sampai di rumah.”

Betulkah semua itu? Coba yuk kita rasa-rasakan. Kalau kemudian kita tidak bisa melakukan atau mendapatkan semua itu; berarti kita tidak bahagia. Atau memang yang diinginkan adalah bahagia sewaktu-waktu saja? Kadang kita merasa bahagia, kadang tidak?

Kalau saya sih inginnya selalu bahagia. Dan rasanya hampir semua orang menginginkan hal yang sama. Jadi penyebab kita bahagia bukanlah seperti hal-hal di atas. Kenapa ya?

Karena kita tidak bisa memastikan hal-hal di atas selalu kita dapatkan. Semua itu adalah hal-hal di luar diri kita yang tidak mampu kita kendalikan. Apa kita bisa selalu melakukan me time setiap kita inginkan? Apakah kita bisa selalu membuat bos tersenyum? Apakah kita bisa selalu memastikan mendapatkan bonus? Apakah kita bisa selalu makan siang tepat waktu dan tanpa gangguan? Apakah kita bisa selalu melihat matahari setiap pulang kerja? Ya betul, tidak bisa.

Sehingga semua itu tidak bisa membuat kita selalu bahagia. Lantas apa dong yang bisa?

Ternyata hanya diri kita sendirilah yang bisa membuat bahagia. Hanya hal-hal di dalam diri kita yang bisa mengantarkan diri kita untuk selalu bahagia. Karena bahagia adalah salah satu rasa yang bisa kita miliki, yang artinya sangat melibatkan hati; maka hanya hati kitalah yang bisa membuat kita bahagia. Hati yang bagaimana?

Hati yang sudah memiliki kemampuan untuk menghadapi kehidupan di dunia ini, termasuk kehidupan kita di dunia kerja atau bisnis. Kemampuan apa? Kemampuan seperti sabar, ikhlas, dan berserah diri. Jika hati sudah memiliki berbagai kemampuan itu maka apapun yang terjadi kepada kita, tidak akan membuat kita kecewa, khawatir, gelisah, atau marah. Melainkan kita akan selalu dalam keadaan tenang tenteram atau dengan kata lain kita selalu bahagia.

Begitu juga di saat kita bekerja, berkarya, ataupun berbisnis. Kita bisa me time atau tidak, tidak masalah, hati kita tetap tenang. Bos tersenyum, cemberut, atau marah; hati kita tetap tenteram. Kita mendapatkan bonus atau tidak, kita tidak kecewa. Makan siang kita telat dan penuh gangguan, kita tidak kesal. Setelah bekerja atau berbisnis kita sampai di rumah matahari masih terlihat atau tidak, kita tidak tidak gelisah. Kita jadi selalu bahagia.

Betapa nikmatnya!

#sarapankata
#day14
#kmoindonesia
#kmobatch12
#bahagia
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day41

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *