KEHIDUPAN DUNIA

Saat ini kita sedang melalui salah satu tahap kehidupan manusia. Yaitu menjalani kehidupan di alam dunia. Di alam dunia ini kita berikhtiar untuk memenuhi kebutuhan hidup agar bisa menjalani kehidupan ini sebaik-baiknya.

Kita bekerja atau berkarya di tempat masing-masing. Apakah menjadi seorang karyawan, pebisnis, bahkan istri dan ibu rumah tangga. Saya percaya hampir tidak ada yang ingin hidupnya sengsara. Kita ingin hidup di dunia ini selalu bahagia.

Namun kenyataannya tidak begitu. Tidak sedikit orang yang sering mengalami kekecewaan, kegelisahan, kekhawatiran, kekesalan, dan kemarahan di sepanjang hidupnya. Apalagi jika kita berada di kota besar yang suasananya dipenuhi kesempatan berkarir dan fasilitas yang menggiurkan.

Kota besar itu menjadi magnet bagi banyak orang untuk datang mengadu nasibnya di sana. Maka berbondong-bondonglah mereka menjadi karyawan di berbagai perusahaan atau membangun bisnisnya di sana.

Kota itu tumbuh menjadi kota yang semakin padat dengan kompetisi yang semakin ketat dan kemacetan yang semakin parah. Sehingga tekanan pekerjaan bagi para karyawan dan pebisnis semakin tinggi. Mereka harus berangkat ke tempat bekerja atau berbisnis lebih pagi dan pulang lebih malam. Hal itu dilakukan agar bisa memenangkan kompetisi dalam dunia kerja dan bisnisnya serta menghindari jam-jam macet yang parah.

Ketika seseorang hanya memikirkan keinginan memenuhi kebutuhan hidup lahiriyahnya semata, maka semua yang dialaminya akan terasa berat dan membebani. Tekanan pekerjaan yang semakin kuat dan kemacetan yang semakin parah bisa membuat mereka merasakan stres berkepanjangan.

Semua itu disikapi oleh mereka dengan beragam cara. Ada yang memilih jalan pendek agar kebutuhan-kebutuhan lahiriyahnya segera terpenuhi. Jalan yang tidak semestinya mereka lakukan. Menyogok, korupsi, dan menjegal orang lain yang dianggap pesaingnya adalah beberapa cara yang biasanya mereka lakukan.

Ada juga yang berusaha tetap berada di jalan yang dibenarkan, tetapi perilakunya dalam berhubungan dengan orang lain menjadi buruk. Cepat marah atau tersinggung, sering tidak menepati janji, dan menyalahkan orang atau pihak lain adalah beberapa perilaku diantaranya.

Kedua cara itu bisa membuat mereka stres berkepanjangan dan menderita penyakit raga seperti sakit pencernaan dan tekanan darah tinggi. Jika tidak dicari penyebabnya, penyakit-penyakit itu tidak akan membaik malah bisa menjadi lebih parah dengan munculnya penyakit lain seperti jantung dan stroke.

“Saya sudah ikhtiar mengobati penyakit-penyakit itu kok dan gaya hidup juga sudah berubah. Pola makan dan pola tidur sudah diperbaiki. Olahraga sudah rutin dilakukan. Tapi kenapa masih kambuhan terus ya?”

Semua yang disebutkan hanyalah untuk mengobati raga. Bagaimana dengan jiwa atau hati kita? Karena kita sebagai manusia tidak hanya diciptakan dalam
bentuk raga saja melainkan juga jiwa. Jiwa diciptakan menemani raga tentu ada maksudnya, ada fungsinya bagi kita dalam menjalani kehidupan ini. Pantas saja kita sulit untuk bahagia karena ternyata ada satu bagian dari diri kita yang terlupakan, yaitu jiwa kita.

Jadi jika ingin bisa menjalani kehidupan dunia ini dengan bahagia, jangan lupakan jiwa kita. Penuhi juga kebutuhan-kebutuhannya.

#sarapankata
#day15
#kmoindonesia
#kmobatch12
#kehidupandunia
#kebutuhanjiwadanraga
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#oneweekonepost
#wifiregionbandung
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day42

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *