W A K T U

W A K T U

Ada satu perumpamaan yang bagi saya sangat mewakili seberapa banyak waktu yang diberikan untuk kita, manusia, di dunia ini. Jika seluruh waktu dalam kehidupan manusia diibaratkan sebagai berikut: pada saat kita melempar bola ke dinding, maka hidup di dunia itu sama dengan pada saat bola tersebut menyentuh dinding; maka terbayang begitu sebentarnya waku yang kita miliki di dunia ini.

Lantas, apa yang semestinya kita lakukan dengan waktu yang sebentar itu? Jawabannya akan mencerminkan bagaimana kita memaknai waktu tersebut.

Waktu di dunia ini tidak hanya sebentar, melainkan juga tidak bisa diputar ulang. Apa yang sudah terjadi tidak mungkin kita alami lagi. Kalaupun kita mengalami hal yang sama di kemudian hari, pasti akan ada perbedaannya. Paling tidak perbedaannya adalah ada di usia kita.

Bagaimanakah selama ini kita memanfaatkan waktu? Untuk
apa saja waktu kita habiskan? Bagi para pekerja dan pebisnis, mungkin sebagian besar waktu dihabiskannya untuk beraktivitas di tempat kerja dan bisnisnya. Atau di tempat lain tetapi tetap dalam rangka melakukan tugas dari perusahaan tempatnya bekerja dan berbisnis.

Apakah salah menghabiskan sebagian besar waktu untuk itu? Tentu tidak salah, karena setiap orang boleh memilih apapun aktivitasnya untuk menghabiskan waktunya. Namun, setiap orang pastinya ingin meraih kualitas hidup yang baik. Dan hidup yang berkualitas tidak hanya semata-mata rasa puas dan senang karena mendapatkan harta, jabatan, atau popularitas. Tetapi juga rasa tenang dan tenteram di hati. Selama kita masih merasakan kecewa, gelisah, khawatir, kesal, dan marah; maka kualitas hidup kita menjadi rendah.

Ingat perumpamaan di awal tulisan ini? Waktu di dunia yang diibaratkan oada saat bola menyentuh dinding, sangat terasa bedanya dengan saat bola berads di tangan kita setelah dia menyentuh dinding, jauh lebih lama. Itu mengibaratkan waktu kita setelah kehidupan di dunia ini, yaitu akhirat, yang bahkan lamanya tidak terbatas.

Yang perlu disadari ternyata waktu yang panjang dia akhirat kelak itu ditentukan oleh perilaku kita di dunia yang hanya sebentar saja. Jika kita melakukan hal-hal yang disukai Pencipta Kita, maka kita akan berbahagia di sana. Tetapi jika sebaliknya, kita akan mendapatkan kesengsaraan di sana. Mau pilih yang mana?

Kalau inginkan yang pertama, maka kita perlu memenuhi kebutuhan-kebutuhan jiwa kita. Karena untuk melakukan semua hal yang disukai Allah hanya bisa dilakukan jika jiwa terlibat di sana. Dan hanya jiwa yang sehat saja, yang terpenuhi kebutuhannya, yang mampu membuat kita melakukan itu semua.

Tapi apa memang ini masalah waktu? Ya, karena waktu hidup di dunia yang sebentar dan tak bisa diulang, membuat kita perlu dengan segera memenuhi kebutuhan jiwa kita. Waktu di dunia bagi saya sangatlah berharga.

Bagaimana menurut anda?

#sarapankata
#day16
#kmoindonesia
#kmobatch12
#waktu
#hidupdiduniahanyasebentar
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day43

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *