MENJADI PEKERJA TELADAN DAN PEBISNIS HANDAL

Radyan tersenyum lega ketika keluar dari ruangan itu. Baru saja atasannya menyetujui ajuan materi untuk proyek pelatihan yang menjadi tanggung jawabnya dan harus segera dimulai 2 hari lagi. Rasa syukur pun hadir di hatinya.

Itu adalah kali ke 5 setelah 4 ajuan sebelumnya ditolak oleh atasannya. Selama itu pula Radyan terus dengan semangat berusaha memperbaiki ajuannya. Dia ingat untuk tetap tersenyum, bersyukur, dan merasa-rasakan tujuan hidup ketika rasa kecewa dan kesal mulai mengintip ke dalam hatinya.

Dulu sebelum Radyan melakukan ikhtiar untuk bisa tetap merasa tenang dan beruntung, hari-hari dilaluinya dengan ditemani kemurungan dan kelelahan. Khawatir dan gelisah menjadi hal yang biasa dirasakannya.

Hubungan dengan atasan dan teman-teman di kantor terasa tidak nyaman. Bahkan suasana di rumah pun ikut tegang. Mengomel kepada istri dan anak menjadi kebiasaan. Dan badan pun jadi terasa tidak fit. Semua berdampak kepada hasil pekerjaannya yang semakin jauh dari harapan.

Tapi bahkan jika berhasil pun, jiwanya tetap tidak tenang. Tentunya bukan hidup yang seperti itu yang dia dan kebanyakan dari kita inginkan. Kita ingin hidup yang berkualitas. Tidak hanya berhasil dalam kerja dan bisnis melainkan juga ketenangan jiwa.

Apa yang kemudian dialami sekarang membuat Radyan takjub. Semenjak dia berusaha untuk selalu menghadirkan rasa syukur, memaafkan, tersenyum, dan memegang erat tujuan hidupnya; hari-hari dilalui dengan lebih tenang dan santai. Hubungan dengan atasan dan teman kerjanya menjadi selalu terasa nyaman. Rumahnya terasa sangat menyenangkan. Menikmati kebersamaan penuh canda tawa bersama dengan istri dan anak menjadi kebiasaan. Dan badan pun terasa jauh lebih fit. Pekerjaan di kantor terasa lebih mudah diselesaikan dan hasilnya cukup memuaskan.

Hal yang sama dialami Finda. Walaupun bisnisnya masih belum berjalan sesuai yang diharapkan, tapi semenjak dia berikhtar untuk selalu menghadirkan rasa syukur dan senang; ketenangan dan kelegaan lebih sering menemani hari-harinya dalam berbisnis.

Ide dan rencana-rencana aksi lebih mudah mengalir keluar ketika dibutuhkan untuk mengatasi berbagai permasalahan bisnisnya yang sedang turun. Sebagian rencana sudah mulai dijalankan dan hasilnya tidak terlalu mengecewakan. Ada juga rencana yang tidak berjalan sesuai harapan, namun Finda menyikapinya dengan tenang dan santai. Sehingga tidak terlalu mengganggu berjalannya rencana lainnya.

Hubungan dengan karyawan dan partner juga semakin nyaman. Dan kesehatannya yang sempat terganggu karena stres memikirkan bisnisnya, sekarang sudah jauh lebih baik. Semua karena rasa positif lebih sering menguasai hati Finda.

Bagi saya Radyan adalah pekerja teladan dan Finda adalah pebisnis handal. Saya percaya mereka bisa terus mengalami kehidupan yang berkualitas selama ikhtiar untuk memupuk perasaan-perasaan positif itu tetap dilakukan.

Apakah kita tidak ingin seperti Radyan dan Finda? Jika ya, anda sudah tahu apa yang harus dilakukan.

#sarapankata
#day30
#kmoindonesia
#kmobatch12
#pekerjateladan
#pebisnishandal
#memupukperasaanpositif
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day58

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *