INSIGHT QURAN DAY 7

PENCERAHAN DARI SI SAKIT

Setiap kali menjenguk mereka yang sakit, kita sering merasa sedih dan khawatir atas sakit yang mereka derita. Apalagi jika yang sakit adalah salah seorang terdekat kita dan sakitnya cukup parah. Ditambah lagi ketika melihat begitu berat dia menerima sakitnya itu.

Saya sedang mengalami hal itu sekarang. Bahkan ketika masih di rumah sedang bersiap-siap untuk menjenguknya, kesedihan itu sudah mulai terasa. Rasa kasihan akan sakit yang diderita seseorang tersayang di sana terbayang-bayang. Hati mulai khawatir dan gelisah dan jika terus diikuti air mata pun ikut turun membanjiri kedua pipi. Hati ini ini mengkerut jadinya. Bahagia menghilang dari sana.

Tiba-tiba saya seperti mendengar suara yang mengingatkan. Hei, bukan itu yang Allah mau. Bukan itu maksud Allah memberikan sajiannya kali ini untukmu. Tapi Dia sedang mengingatkanmu, kalau kamu suatu saat berada dalam posisi si sakit, apa yang akan kamu lakukan? Mengeluh, mengaduh, memprotes, bahkan menjadi sensitif gampang tersinggung dan marah-marah? Atau menerima dengan ikhlas dan sabar menghadapi sakitmu sambil terus berikhtiar dan berdoa serta tetap tenang dan tersenyum kepada siapapun?

Tentunya saya ingin melakukan apa yang Allah mau dan itu adalah pilihan yang kedua. Bukankah sakit adalah salah satu ujian Allah? Dan Allah, saking sayangnya kepada kita, Dia tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan kita, manusia sebagaimana tertulis dalam ayat yang terpilih untuk #insightQuran di Jumat pertama ini, Al-Baqarah ayat 286.

Dan Allah itu Maha Suci, tak mungkin ingkar janji. Jadi setiap Allah memberikan musibah kepada kita, pasti kita mampu menghadapinya.

Tapi … kok ada yang kelihatannya kepayahan dengan cara mengeluh, protes, putus asa, marah, bahkan bunuh diri? Artinya dia tidak mampu kan? Kalau begitu kenapa Allah masih juga memberikan ujian itu kepadanya?

Bukan Allah yang ingkar janji, melainkan dia belum mampu untuk menghadapinya. Karena dia belum atau sangat sedikit mengasah hatinya dimana seharusnya kemampuan itu berada.

Allah memberikan potensi yang sama lho untuk kita, manusia, akal dan hati. Potensi hati inilah kemudian jarang kita sadari yang justru sangat dibutuhkan pada saat ujian-ujian Allah menghampiri kita.

Jadi, jangan lupa untuk mengolah hati, mengisi hati kita dengan Alquran. Agar kita mampu menghadapi semua ujian yang disajikan Allah untuk kita.

#berbagikebaikan
#backtoquran
#albaqarah286
#enlightenedheart

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *