BAHASA DAN RASA

BAHASA DAN RASA

Dua hari lalu adalah hari yang menyenangkan. Banyak hal yang sebetulnya tidak baru, tapi ternyata ketika mempelajari lebih dalam salah satunya, bisa membuat saya merasa lebih baik. Ya, rasa. Ini memang tentang rasa.

Rasa apa yang ingin selalu kita miliki sebenarnya di dalam hidup ini? Kalau saya rasa tenang, damai, dan tenteram. Nikmat banget jika itu bisa diraih. Tapi apa bisa, sementara di dunia tidak hanya kenyamanan yang menghampiri kita tetapi juga ketidaknyaman?

Konon ada satu hormon yang akan muncul pada saat kita merasa terancam. Karena merasa terancam tubuh kita jadi merasa tertekan. Dan hormon ini memiliki fungsi untuk mengedalikan rasa tertekan atau stres tersebut. Selama kita tidak merasakan stres berlebihan, hormon itu hadir dalam jumlah yang bisa kita terima. Namun di saat stres yang kita rasa meningkat maka hormon ini akan banyak diproduksi tubuh dan bisa mengganggu tubuh kita karena hadir berlebihan. Segala sesuatu yang berlebihan itu memang tidak baik kan? Hormon itu bernama kortisol.

Sementara ada satu hormon lagi yang muncul ketika kita merasakan kasih sayang atau cinta. Pada saat seperti itu biasanya sikap dan perilaku kita kemudian menjadi menyenangkan, penuh perhatian, dan gembira. Hormon inilah yang membantu perasaan-perasaan positif hadir di diri kita. Semakin kita merasakan cinta maka semakin banyak hormon ini dikeluarkan oleh kelenjar pituary kita; dan semakin sering kita bersikap dan berperilaku positif. Hal ini membuat kita semakin sering merasa bahagia atau merasa tenang, damai, dan tentram seperti yang saya inginkan. Hormon ini bernama oksitosin.

Dua hormon itu menjadi pilihan buat kita pada saat kita menjalani hidup. Mau banyak mengeluarkan kortisol atau oksitosin? Kalau saya, sesuai keinginan di awal, tentunya oksitosin. So, saya perlu mencari tahu hal-hal apa saja yang bisa saya lakukan agar hormon ini selalu bahkan semakin banyak hadir di tubuh saya.

Ternyata mudah. Tidak perlu mencari-cari dengan biaya, waktu, dan tenaga yang banyak. Melalui bahasa yang kita ucapkan, kita bisa menghadirkan banyak oksitosin di tubuh kita. Maksudnya?

Begini. Ternyata kata-kata yang kita ucapkan bisa menentukan yang muncul di tubuh kita itu kortisol atau oksitosin. Setiap kali kita mengalami, melihat, atau mendengar sesuatu; ucapkanlah kata-kata positif atau paling tidak netral sesuai dengan kenyataan yang ada.

Misalnya ketika kita menghadapi macet. Apa saja hal positif atau netral yang bisa kita ucapkan? Wah, banyak mobil ya … Atau … Wih, makmur ya orang-orang Indonesia (banyak yang bisa beli mobil dan bensin kan?) …

Coba rasakan bedanya ketika kita mengalami macet dan kata-kata ini yang terucap. Ya macet, bakalan lama nih … Ya udah stuck aja, kapan nyampenya …

Terasa kan? Hati ini mengkerut, murung, dan khawatir ketika mengucapkan kata-kata di alinea kedua? Kortisollah yang diproduksi pada saat itu. Berbeda dengan rasa ketika mengucapkan kata-kata di alinea sebelumnya. Hati tetap terbuka, lebih tenang dan segera menerima kondisi itu dengan santai. Oksitosinlah yang hadir.

Dan itu juga yang terjadi ketika saya mengucapkan “Terus terang saya mengalami kesulitan dalam mengaplikasikan materi-materi yang diberikan. Tiba-tiba blank ketika harus berhadapan dengan orang yang di coach. Dan saya sulit melakukan aktivitas menulis berbarengan dengan menjadi active listener.” Wajah saya jadi tak bersemangat, pandangan sedih, hati mengkerut, dan tubuh mulai terasa lelah.

Tetapi ketika di akhir sesi saya mengucapkan “Semua menarik dan menantang. Saya ingin bisa seperti yang lain juga yang sudah mampu melakukannya. Jadi saya akan terus rajin berlatih karenanya.” Saya merasakan semangat yang menggelora, hati yang terbuka, dan lelah itu tiba-tiba menghilang. MasyaAllah … Amazing ya …

Alhamdulillah … Thanks to Mba Damayanti AHa dan Kaka Salsabila Athaya Zahra yang sudah menemani dan memacu saya untuk terus maju. Special thanks to my best coach Fauzi Rachmanto untuk ilmu, ajakan, dan idenya. You’re still my love, my best, my pride, always (lebay? Ga apa2. Yang penting oksitosin yg muncul kan? 😄).

#coachlife
#coachingchangeslife
#kandelacoachingtraining
#kandelainstitute
#WiFIregionBandung
#oneweekonepost

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *