COACHING

Dulu saya pikir antara coaching dan mentoring itu sama saja. Ternyata tidak. Coaching dan mentoring adalah proses yang berbeda. Ini saya sadari ketika saya diberi kesempatan pertama kali untuk menjadi notulis dalam satu sesi coaching.

Coaching kali itu dilaksanakan di sebuah cafe yang tidak terlalu ramai jadi cukup nyaman untuk melakukan aktivitas coaching. Ketika coachee datang, kami, terutama sang coach menyambutnya dengan ramah. Kemudian terjadi percakapan informal antara coach dengan coachee yang membuat suasana nyaman bagi keduanya untuk bercakap-cakap.

Ternyata saat itu proses coaching sudah dimulai, dimana sang coach membangun kedekatan dengan coachee agar coachee nyaman dan percaya kepada sang coach. Hal ini membuat proses selanjutnya menjadi lebih mudah dan lancar. Coachee menjadi terbuka dan mau diajak berkomunikasi oleh sang coach.

Yang menarik adalah selama proses coaching, sang coach hanya memberikan pertanyaan-pertanyaan dan menkonfirmasikan kembali jawaban-jawaban dari coachee. Tidak pernah sekalipun coach memberikan ide, saran, ataupun bercerita tentang pengalamannya. Rupanya itulah cara coach menggali pengetahuan, pengalaman, dan kemampuan terbaik dari coachee.

Dengan cara tersebut ternyata coachee mampu mendapatkan jawaban yang memuaskan tentang apa yang ingin di capai, kenapa hal itu penting, dan bagaimana cara mencapainya. Lho kok tentang apa yang ingin dicapai? Bukannya seseorang ingin di-coaching dalam rangka menemukan solusi untuk permasalah yang dihadapinya?

Itu pula hal baru yang saya temui saat itu. Ternyata untuk mendapatkan solusi tidak selalu dimulai dari membicarakan permasalahan yang dihadapi. Kita bisa memulainya dengan menemukan apa yang ingin dicapai.

Dan saya lihat cara ini jauh lebih efektif, karena keduanya tidak akan terjebak dalam membicarakan permasalahan yang berlarut-larut dan membuat hati menciut. Dengan membicarakan hal yang ingin dicapai hati menjadi terbuka lebar dan bersemangat. Percakapanpun cepat bergulir karena coachee bersemangat untuk mendapatkan cara mencapainya.

Di akhir sesi coaching, ketika coachee ditanya apa saja yang didapat selama proses coaching selama 1,5 jam itu; dia menjawab dengan antusias dan terlihat puas. Bahwa dia mendapatkan apa yang diinginkannya. Dan dia bersemangat untuk melakukan berbagai hal yang bisa membuatnya meraih apa yang ingin dicapai, yang dia temukan pada saat sesi coaching.

Dia merasa takjub dan semakin bersemangat ketika kita bilang bahwa semua itu ditemukan sendiri olehnya. Coach hanya membantu dengan cara bertanya saja.

Mau merasakan hal yang sama dengan coachee itu? Kebetulan saat ini saya sedang menawarkan 1 sesi free coaching (30 menit) untuk 3 orang saja. Anda boleh memilih tema tentang menulis atau bekerja untuk sesi coaching kali ini.

Tapi sayangnya sesi free coaching ini hanya bisa dilakukan di Kota Bandung, itupun terbatas di Bandung bagian Utara atau Barat. Untuk Anda yang berdomisili di luar Bandung, boleh-boleh saja mengajukan diri. Namun jika terpilih, pada saat sesi coaching nanti silakan luangkan waktu untuk berkunjung ke Bandung.

Silakan email saya jika berminat ya.

#coachlife
#coaching
#berfokuskepadatujuan
#oneweekonepost
#wifiregionbandung
#freecoaching

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *