MASIH TENTANG SEDEKAH

Akhir-akhir ini saya sering menggunakan jasa taksi online. Lebih praktis, mengurangi konsumsi energi tubuh, dan stres.

Praktis karena saya gak perlu repot mencari lahan parkir, membeli bensin, membersihkan mobil jika kotor. Waktu yang dikeluarkan untuk bepergian menjadi lebih pendek.

Hal ini juga mengurangi konsumsi energi tubuh, selain saya tidak perlu menyetir. Dan mengurangi stres karena tidak mengalami kejengkelan pada saat disalip misalnya, atau berlama-lama mencari lahan parkir.

Memang semakin hari kecanggihan teknologi membuat hidup kita semakin mudah. Bahkan untuk membayar taksi online pun saya tidak perlu menggunakan uang tunai. Saya bisa menggunakan fasilitas e-money.

Tapi untuk hal bayar-membayar ini, ternyata saya lebih suka cara konvensional, bayar tunai saja. Kenapa? Karena dengan membayar tunai saya berkesempatan untuk memberi berbagi kebaikan lebih banyak, yaitu memberi pembayaran lebih kepada mereka.

Memang kebaikan tidak hanya memberi pembayaran lebih. Kita juga bisa memberikan kebaikan dengan sapaan dan ucapan terima kasih yang ramah disertai senyum yang tulus.

Namun pemberian pembayaran lebih bisa menjadi ibadah yang sangat menyenangkan Allah. Jika kita niatkan ini untuk bersedekah.

Bukankah Allah sangat suka dengan sedekah? Seperti yang tercantum dalam 2 ayat yang terpilih untuk #insightQuran Jumat ini, surat Al-Hadid ayat 18 dan Al-Baqarah ayat 261.

Kalau saya merasa ada rasa nyaman dan nikmat ketika memberikan uang itu kepada mereka. Padahal jumlahnya tidak besar, paling banyak mungkin 5 ribu. Tapi coba perhatikan ketika mereka menerimanya, penuh rasa terima kasih dan wajahnya sumringah. Hati ini jadi mengembang dan enak sekali rasanya. Coba deh rasakan.

Bahkan saya pernah disopiri oleh seseorang yang sedang bete, kelihatannya. Dia terlihat cemberut dan tidak ramah. Tapi begitu diberi pembayaran lebih, dia terlihat surprise dan senang. Wajahnya berubah menjadi berseri-seri dan kata-katanya terdengar ramah. Betapa nikmatnya terasa di hati.

Memang Allah itu selalu benar. Tidak hanya bahagia di akhirat kelak yang bisa kita raih, tetapi juga bahagia di dunia ini. Seperti yang tertuang dalam 2 hadis di bawah ini:

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari Muslim)

”Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari)

#sedekah
#enlightenedheart
#oneweekonepost
#WiFIregionBandung

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *