BERKATA-KATA BAIK ATAU DIAM

Pagi ini saya membaca reminder yang jleb banget dari seorang teman di FB. Dia mengutip perkataan salah satu Imam di Islam:

“Barangsiapa yang ingin hatinya terbuka dan disinari oleh Allah maka hendaklah ia meninggalkan perkataan yang tidak bermanfaat…” (Imam Syafi’i)

Saya jadi teringat, beberapa waktu lalu, saya membaca postingan seorang teman yang lewat di timeline medsos. Dia menuliskan permintaan maaf kepada siapa saja yang sudah merasa tidak nyaman dengan berbagai postingan dan komennya. Tulisan yang bagus bukan? Meminta maaf.

Namun itu baru di awal, postingan dilanjutkan dengan cerita bahwa dia merasa heran dan kesal ada orang yang tersinggung dan protes atas postingan dan komen yang dia buat. Padahal dia merasa isi postingan dan komen itu baik-baik saja dan tidak bermaksud menyinggung siapa pun. Dan kemudian berdatanganlah komen-komen yang isinya mendukung apa yang dia tuliskan si akhir tulisannya itu. Membuat tulisan itu terasa “tidak bagus” lagi karena menyiratkan perasaan negatif; sebal, kesal, dan gelisah.

Saya segera teringat dengan apa yang sudah saya tuliskan di medsos selama ini. Dan… ternyata saya juga terkadang masih melakukan hal sama. Memang saya sudah berusaha untuk tidak melakukannya di postingan-postingan medsos. Mudah-mudahan saja memang sudah tidak. Tapi komen? Ternyata masih 😔.

Memang saya tetap berusaha untuk menuliskan komen yang tidak membuat orang lain tersinggung. Tapi itu kan menurut saya. Bagaimana dengan menurut orang lain yang membacanya? Itu yang terjadi dengan teman saya kan? Dan bisa saja terjadi pada saya. Sebal, kesal, dan gelisah bisa saya alami. Bagaimana bisa bahagia?

Padahal Allah sudah mengingatkan di surat Al-Isra’ ayat 53.

Pantas saja Rasulullah meminta kita untuk diam jika tak mampu berkata-kata yang baik.

“Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Barang siapa yang beriman kepada Allah dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam.” (Muttafaq ‘alaih: Al-Bukhari, no. 6018; Muslim, no.47)

Astaghfirullah… ampuni saya yang sedang khilaf ini ya, Allah 🙏😔.

Barakallah… Terima kasih Bu Pepi Mudiana untuk remindernya 🙏.

#selfreminder

#insightQuran

#berkatakatabaikataudiam

#tafakur

#enlightenedheart

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *