MAKNA KEHILANGAN

Pernahkah merasa kehilangan? sepertinya semua orang pernah. Mulai dari kehilangan benda atau hal yang tidak terlalu berarti sampai yang begitu penting dalam hidup kita. Mulai dari kehilangan ballpoin, buku, ikat rambut, peniti; sampai kehilangan kendaraan, uang dalam jumlah besar, dan orang terdekat yang kita sayangi.

Perasaan yang kita alami biasanya tergantung dari seberapa banyak dan pentingnya hal atau benda yang hilang tersebut. Jika hal atau benda yang hilang tidak terlalu berarti, maka hanya merasakan sedikit sedih yang tidak lama. Tetapi jika yang hilang adalah hal atau benda yang cukup penting, kita pun merasakan kesedihan mendalam dan lama. Termasuk ketika mengalami kehilangan orang terdekat yang kita sayangi karena kematian misalnya.

Tapi apakah itu yang Allah inginkan ketika kita kehilangan orang terdekat karena kematian? Apakah itu yang jiwa inginkan? Tidak. Karena jiwa dan juga Allah inginkan kita selalu bahagia. Bukan bahagia namanya jika mengalami kesedihan mendalam dan lama.

Tapi kenapa ya, perasaan itu tetap ada? Bagaimana cara menghalaunya? Bagaimana supaya bisa selalu bahagia?

Kita perlu hati yang mampu untuk menghalaunya. Hati yang mampu melihat makna dibalik peristiwa kehilangan itu. Hati yang tidak terjebak dalam fakta. Karena fakta sering menipu. Justru sesungguhnya yang tidak terlihat dibalik fakta itulah yang lebih penting. Yang bisa membuat kita selalu bahagia.

Sadarilah bahwa kehilangan orang terdekat karena kematian adalah cara Allah menyayangi kita. Itu adalah salah satu kebaikan yang Allah berikan. Saat itu Allah sedang mengingatkan, bahwa suatu saat giliran kitalah yang menghadapi kematian. Mengingatkan sudah sejauhmana persiapan kita menghadapinya.

Bukankah kematian pasti akan mendatangi kita? Seperti yang tertulis dalam dua surat terpilih untuk #insightQuran  kali ini, Al-Baqarah: 185 dan Al-Anbiya: 27.

Pasti kita semua inginkan husnul khotimah. Dan husnul khotimah hanya bisa diraih jika hati telah memiliki kemampuan untuk terus mengingat Allah di saat kematian itu tiba.

Jika pada saat sakit biasa saja kita sulit untuk khusyu mengingat Allah, bagaimana bisa mengingat-Nya pada saat kematian datang yang sakitnya luar biasa. Jadi mampukanlah hati  untuk itu. Teruslah berproses untuk mendapatkan kemampuan tersebut.

#backtoquran

#oneweekonepost

#wifiregionbandung

#enlightenedheart

MASIH TENTANG SEDEKAH

Akhir-akhir ini saya sering menggunakan jasa taksi online. Lebih praktis, mengurangi konsumsi energi tubuh, dan stres.

Praktis karena saya gak perlu repot mencari lahan parkir, membeli bensin, membersihkan mobil jika kotor. Waktu yang dikeluarkan untuk bepergian menjadi lebih pendek.

Hal ini juga mengurangi konsumsi energi tubuh, selain saya tidak perlu menyetir. Dan mengurangi stres karena tidak mengalami kejengkelan pada saat disalip misalnya, atau berlama-lama mencari lahan parkir.

Memang semakin hari kecanggihan teknologi membuat hidup kita semakin mudah. Bahkan untuk membayar taksi online pun saya tidak perlu menggunakan uang tunai. Saya bisa menggunakan fasilitas e-money.

Tapi untuk hal bayar-membayar ini, ternyata saya lebih suka cara konvensional, bayar tunai saja. Kenapa? Karena dengan membayar tunai saya berkesempatan untuk memberi berbagi kebaikan lebih banyak, yaitu memberi pembayaran lebih kepada mereka.

Memang kebaikan tidak hanya memberi pembayaran lebih. Kita juga bisa memberikan kebaikan dengan sapaan dan ucapan terima kasih yang ramah disertai senyum yang tulus.

Namun pemberian pembayaran lebih bisa menjadi ibadah yang sangat menyenangkan Allah. Jika kita niatkan ini untuk bersedekah.

Bukankah Allah sangat suka dengan sedekah? Seperti yang tercantum dalam 2 ayat yang terpilih untuk #insightQuran Jumat ini, surat Al-Hadid ayat 18 dan Al-Baqarah ayat 261.

Kalau saya merasa ada rasa nyaman dan nikmat ketika memberikan uang itu kepada mereka. Padahal jumlahnya tidak besar, paling banyak mungkin 5 ribu. Tapi coba perhatikan ketika mereka menerimanya, penuh rasa terima kasih dan wajahnya sumringah. Hati ini jadi mengembang dan enak sekali rasanya. Coba deh rasakan.

Bahkan saya pernah disopiri oleh seseorang yang sedang bete, kelihatannya. Dia terlihat cemberut dan tidak ramah. Tapi begitu diberi pembayaran lebih, dia terlihat surprise dan senang. Wajahnya berubah menjadi berseri-seri dan kata-katanya terdengar ramah. Betapa nikmatnya terasa di hati.

Memang Allah itu selalu benar. Tidak hanya bahagia di akhirat kelak yang bisa kita raih, tetapi juga bahagia di dunia ini. Seperti yang tertuang dalam 2 hadis di bawah ini:

“Orang memberikan menyumbangkan dua harta di jalan Allah, maka ia akan dipanggil oleh salah satu dari pintu surga: “Wahai hamba Allah, kemarilah untuk menuju kenikmatan”. Jika ia berasal dari golongan orang-orang yang suka mendirikan shalat, ia akan dipanggil dari pintu shalat, yang berasal dari kalangan mujahid, maka akan dipanggil dari pintu jihad, jika ia berasal dari golongan yang gemar bersedekah akan dipanggil dari pintu sedekah.” (HR. Bukhari Muslim)

”Perumpamaan orang yang pelit dengan orang yang bersedekah seperti dua orang yang memiliki baju besi, yang bila dipakai menutupi dada hingga selangkangannya. Orang yang bersedekah, dikarenakan sedekahnya ia merasa bajunya lapang dan longgar di kulitnya. Sampai-sampai ujung jarinya tidak terlihat dan baju besinya tidak meninggalkan bekas pada kulitnya. Sedangkan orang yang pelit, dikarenakan pelitnya ia merasakan setiap lingkar baju besinya merekat erat di kulitnya. Ia berusaha melonggarkannya namun tidak bisa.” (HR. Bukhari)

#sedekah
#enlightenedheart
#oneweekonepost
#WiFIregionBandung

KETIKA KITA BERSEDEKAH

Siapa yang tidak tahu sedekah itu sangat disukai Allah. Salah satu ayat yang menjadi pilihan #insightQuran kali ini, surat Al-Baqarah ayat 261, menyiratkan hal tersebut. Jika ingin menambah perbekalan untuk di kehidupan selanjutnya, kita bisa menggunakan cara ini.

Atau barangkali kita sudah sering melakukan karena menyadari itu bisa menyelamatkan kita nanti. Alhamdulillah jika iya.

Tapi pernahkan mengalami hal seperti ini? Kita merasa kesal karena berulang kali ada seseorang yang datang meminta bantuan kepada kita, saat dia sedang kesulitan. Di awal kita dengan ikhlas membantunya dengan meniatkan sedekah. Tapi ketika hal itu terus rutin berlangsung, kita jadi curiga dan bersuudzon dia keenakan dan tidak mau berusaha untuk menyelesaikan masalahnya secara mandiri. Dia jadi tergantung kepada kita.

Kita tetap memberinya sedekah seperti biasa ketika dia datang lagi menemui. Tapi kali ini dia juga mendapatkan “nasihat” yang cukup keras dari kita. Dia pun berterima kasih dan pergi seperti biasanya.

Tapi sadarkah kita, sedekah yang kita berikan menjadi sia-sia ketika dia merasa tersakiti karena “nasihat” kita. Seperti yang tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 264. Lebih baik kita tidak memberinya sedekah dengan meminta maaf dan perkataan yang baik. Seperti yang tercantum dalam surat Al-Baqarah ayat 263.

Betapa baiknya Allah selalu memberikan pilihan bagi kita. Sekarang tinggal memilih mana yang membuat Allah suka dan kitapun tidak merugi.

#insightQuran
#enlightenedheart
#bersedekah
#backtoQuran
#jumatbarokah

 

DIBALIK KEINDAHAN SILATURAHMI

Siapa yang tidak suka bertemu dan melepaskan kangen dengan kerabat atau teman lama yang sudah lama tidak bertemu? Sebagian besar dari kita pasti menyukainya. Saya juga. Selain karena pasti seru bertemu lagi dengan mereka, Allah juga sangat suka jika kita menjaga tali silaturahmi dengan siapa saja.

Hal ini tertulis dalam salah satu yang menjadi pilihan di #insightQuran Jumat ini, yaitu surat An-Nisa’ ayat 1. Dan betapa Allah terlihat sangat tidak suka kepada siapa saja yang memutuskan tali silaturahmi yang tertulis dalam ayat pilihan lain yaitu Al-Baqarah ayat 27.

Jadi ketika ada kesempatan untuk bersilaturahmi apakah itu reuni, kumpul keluarga, arisan, atau janjian bertemu; manfaatkanlah dengan sebaik-baiknya.

Namun jangan sampai apa yang Allah sangat sukai itu menjadi sebaliknya. Dan kemungkinan itu terbuka lebar ketika godaan bergunjing menghampiri kita.

Bergunjing adalah salah satu perilaku yang tidak disukai Allah. Hal ini tertulis dalam surat terakhir Jumat ini yaitu surat Al-Hujurat ayat 12.

“Iya ya, saya sering tergoda dan akhirnya bergunjing juga. Padahal saya sudah tahu dan sudah mempersiapkan juga untuk tidak bergunjing. Gimana dong?”

Memang kadang tanpa sadar kita terbawa untuk bergunjing. Yang artinya kita masih belum meyakini tentang ketidakbaikan bergunjing ini. Sehingga masih dikalahkan oleh ego atau nafsu buruk kita yang ingin merasakan senang dan nikmatnya bergunjing.

Kita masih perlu banyak mengajak hati belajar, merenung, dan merasa-rasakan. Sehingga kita yakin tentang buruknya bergunjing dan otomatis kita tidak terbawa ketika ada godaan bergunjing.

#enlightenedheart
#backtoquran
#oneweekonepost
#wifiregionbandung

HANYA MENYAMPAIKAN

Masihkah kita memaksakan kehendak kita kepada anak-anak kita? Atau pasangan kita? Atau mereka yang secara hierarkis ada di bawah kita?

Apakah kalau anak-anak susah disuruh salat, kita masih ngomel sambil mengancam mereka? Apakah kalau pasangan masih malas bersedekah, kita masih menegur dengan keras. Apakah kalau bawahan kita masih suka bergunjing, kita menyindir yang menyakitkan hatinya?

Padahal Allah saja tidak pernah memaksa kita untuk mentaati-Nya. Siapa yang mau beriman silakan beriman, siapa yang mau kafir silakan kafir. Itu tercermin dalam ayat yang menjadi pilihan untuk #insightQuran kali ini, surat Al-Kahfi ayat 29.

Lantas apakah kita diam saja kalau ada ketidakbenaran di depan kita? Tentu saja tidak. Kita diminta untuk mengingatkan mereka, kita diminta untuk menyampaikan kebenaran walaupun hanya satu ayat saja yang kita ketahui. Seperti menurut hadis ini.

“Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat” (HR. Bukhari).

Namun sebelumnya kita ber-tabayyun dulu. Tanyakan kenapa mereka melakukan itu. Karena siapa tahu mereka punya dasar yang kuat juga yaitu Al-Quran atau hadis, yang kita tidak mengetahuinya.

Ketika itu terjadi, maka apa yang mereka lakukan benar adanya. Tidak perlu diperdebatkan lagi. Yang penting apa yang mereka lakukan tidak melanggar Al-Quran dan Hadis.

Jika apa yang mereka lakukan tidak sesuai Al-Quran dan hadis barulah kita peringatkan baik-baik. Kita sampaikan kebenaran sesuai Al-Quran dan hadis. Kalau mereka masih tidak mengubah prilakunya, ya sudah biarkan saja. Karena semua ada pertanggungjawaban kelak. Apa yang mereka lakukan akan mereka pertanggungjawabkan kelak oleh mereka sendiri.

Tapi kan mereka anak-anak dan pasangan saya, yang saya sayangi. Saya tidak mau nanti mereka menderita di akhirat kelak. Gimana dong?

Ajaklah mereka untuk belajar hati, yaitu mengisi hati mereka dengan kebaikan-kebaikan atau kebenaran-kebenaran Al-Quran dan hadis. Begitu hati mereka dipenuhi itu, tanpa kita suruh, tanpa diingatkan, dengan sendirinya mereka akan melakukan apa yang Allah inginkan itu.

#enlightenedheart
#berbagikebaikan
#hanyamenyampaikan
#alkahfi29
#oneweekonepost
#wifiregionbandung

“BERBISNIS” DENGAN-NYA

Beberapa waktu lalu saya terpaku dengan postingan salah seorang sahabat jiwa yang mampir di timeline FB saya yang isinya kira-kira seperti ini: Sudah pernah menemukan belum promo big sale buy one get 10, atau super-super big sale buy one get 700? Berbisnis dengan siapa bisa begini? Kalau ada, mau gak?

MasyaAllah! Seperti ada yang menampar pipi ini. Apalagi ketika komen saya dibalasnya kira-kira seperti ini: Padahal kalau ada promo buy one get one free aja di mal-mal atau supermarket, yang artinya cuma dapat 2, dikejar-kejar. Semakin keras tamparannya terasa. Begitu tertamparnya saya sehingga saya memutuskan untuk memilih surat Al-An’am ayat 160 untuk #insightQuran di Jumat ini.

Dan ayat terpilih ini diperkuat juga oleh satu hadis di bawah ini:

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Allah Ta’ala berfirman: Jika hamba-Ku bertekad melakukan kejelekan, janganlah dicatat hingga ia melakukannya. Jika ia melakukan kejelekan tersebut, maka catatlah satu kejelekan yang semisal. Jika ia meninggalkan kejelekan tersebut karena-Ku, maka catatlah satu kebaikan untuknya. Jika ia bertekad melakukan satu kebaikan, maka catatlah untuknya satu kebaikan. Jika ia melakukan kebaikan tersebut, maka catatlah baginya sepuluh kebaikan yang semisal hingga 700 kali lipat.” (HR. Bukhari no. 7062 dan Muslim no. 129).

Kita (atau saya mungkin ya, yang lain mah enggak 😔) sering lupa atau mungkin hati ini belum mampu untuk “melihat dengan jelas” promo spektakuler itu. Saya pun sering membiarkan kesempatan berharga itu berlalu begitu saja. Duh! Bangun Leny! Katanya ingin DBAS (Dunia Bahagia Akhirat Surga), tapi ada promo besar-besaran super duper keren gini, dicuekin.

Padahal promo but one get one free itu hanya sedikit dan bermanfaat buat kita hanya di dunia. Sementara promo besar-besaran dari Allah itu selain jauh lebih banyak jumlahnya, tidak hanya di dunia manfaatnya terasa tapi juga sampai di akhirat kelak. MasyaAllah!

Untunglah promo itu masih terus berlangsung sampai akhir zaman. So, jangan tunda-tunda lagi, yuk berbuat baik untuk siapa saja! Karena semua itu akan kembali kepada kita. Ternyata berbuat baik tidak hanya menguntungkan orang lain yang kita beri kebaikan, melainkan untuk diri kita sendiri dan bahkan berlipat ganda jumlahnya.

Thanks to sahabat jiwa Teh Tia Soenardi untuk remindernya yang jleb banget ini 🙏.

 

#oneweekonepost
#wifiregionbandung
#berbagikebaikan
#enlightenedheart

INSIGHT QURAN DAY 7

PENCERAHAN DARI SI SAKIT

Setiap kali menjenguk mereka yang sakit, kita sering merasa sedih dan khawatir atas sakit yang mereka derita. Apalagi jika yang sakit adalah salah seorang terdekat kita dan sakitnya cukup parah. Ditambah lagi ketika melihat begitu berat dia menerima sakitnya itu.

Saya sedang mengalami hal itu sekarang. Bahkan ketika masih di rumah sedang bersiap-siap untuk menjenguknya, kesedihan itu sudah mulai terasa. Rasa kasihan akan sakit yang diderita seseorang tersayang di sana terbayang-bayang. Hati mulai khawatir dan gelisah dan jika terus diikuti air mata pun ikut turun membanjiri kedua pipi. Hati ini ini mengkerut jadinya. Bahagia menghilang dari sana.

Tiba-tiba saya seperti mendengar suara yang mengingatkan. Hei, bukan itu yang Allah mau. Bukan itu maksud Allah memberikan sajiannya kali ini untukmu. Tapi Dia sedang mengingatkanmu, kalau kamu suatu saat berada dalam posisi si sakit, apa yang akan kamu lakukan? Mengeluh, mengaduh, memprotes, bahkan menjadi sensitif gampang tersinggung dan marah-marah? Atau menerima dengan ikhlas dan sabar menghadapi sakitmu sambil terus berikhtiar dan berdoa serta tetap tenang dan tersenyum kepada siapapun?

Tentunya saya ingin melakukan apa yang Allah mau dan itu adalah pilihan yang kedua. Bukankah sakit adalah salah satu ujian Allah? Dan Allah, saking sayangnya kepada kita, Dia tidak akan memberikan ujian di luar batas kemampuan kita, manusia sebagaimana tertulis dalam ayat yang terpilih untuk #insightQuran di Jumat pertama ini, Al-Baqarah ayat 286.

Dan Allah itu Maha Suci, tak mungkin ingkar janji. Jadi setiap Allah memberikan musibah kepada kita, pasti kita mampu menghadapinya.

Tapi … kok ada yang kelihatannya kepayahan dengan cara mengeluh, protes, putus asa, marah, bahkan bunuh diri? Artinya dia tidak mampu kan? Kalau begitu kenapa Allah masih juga memberikan ujian itu kepadanya?

Bukan Allah yang ingkar janji, melainkan dia belum mampu untuk menghadapinya. Karena dia belum atau sangat sedikit mengasah hatinya dimana seharusnya kemampuan itu berada.

Allah memberikan potensi yang sama lho untuk kita, manusia, akal dan hati. Potensi hati inilah kemudian jarang kita sadari yang justru sangat dibutuhkan pada saat ujian-ujian Allah menghampiri kita.

Jadi, jangan lupa untuk mengolah hati, mengisi hati kita dengan Alquran. Agar kita mampu menghadapi semua ujian yang disajikan Allah untuk kita.

#berbagikebaikan
#backtoquran
#albaqarah286
#enlightenedheart

INSIGHT QURAN DAY 6

Sudah berapa kali di hari kemarin kesabaran kita terusik dari sejak kita bangun tidur sebelum subuh?

Di saat membangunkan anak yang sulit dibangunkan. Ketika suami menegur kita dengan suara agak ketus. Sewaktu melihat hasil pekerjaan asisten rumah tangga yang tidak sesuai harapan. Pada saat mendengar kabar bahwa salah seorang tetangga menggunjingkan kita.

Ketika dalam perjalanan kita terjebak macet. Saat sebuah motor menyalip tiba-tiba kendaraan kita. Sewaktu atasan tidak menerima pekerjaan kita. Saat tim kita tidak mampu menyelesaikan tugasnya dengan baik. Dan … masih banyak lagi.

Apakah semua itu mengusik kesabaran kita? Mungkin ada yang sudah mampu merasa tidak terusik ketika mengalami sebagian dari peristiwa-peristiwa di atas. Atau bisa jadi masih selalu terusik ketika mengalami semua itu.

Padahal kita ingin selalu bahagia. Bagaimana bisa keinginan itu tercapai jika berbagai peristiwa seperti di atas yang mungkin saja setiap harinya kita alami, selalu membuat kesabaran kita terusik? Kita jadi merasa sedih, kecewa, kesal, dan mungkin marah.

Padahal Allah memang akan selalu menguji kita untuk mengetahui kita ini baik atau tidak menurut-Nya, salah satunya melalui ujian kesabaran ini. Tapi Allah juga menjanjikan kebaikan/pahala yang lebih besar dari apa yang sudah diikhtiarkan bagi mereka yang bersabar. Dan yang lebih keren lagi, Allah akan selalu bersama kita jika kita bersabar seperti yang tertulis dalam 3 ayat yang terpilih untuk #insightQuran day 6 ini.

Betapa beruntungnya menjadi orang yang sabar. Siapa yang tidak mau dibersamai Sang Maha Segalanya setiap saat? Saya mau banget.

Sayangnya sabar tidak otomatis kita dapatkan begitu saja. Melainkan melalui proses perenungan yang terus-menerus. Dimana berbagai peristiwa tersebut kita pandang dalam sudut pandang Alquran yaitu sudut pandang yang baik menurut Allah. Atau kalau saya akan bertanya apa sih yang Allah ingin kita lakukan pada saat peristiwa-peristiwa itu terjadi.

Mau mampu bersabar? Sudahkah kita berproses untuk itu?

#tebarkebaikan
#muhammad31
#annahl96
#albaqarah153

INSIGHT QURAN DAY 5

Hari ini seharian saya ga kemana-mana. Allah sedang memberi kesempatan untuk mengistirahatkan raga dan peluruhan dosa, insyaAllah. Betapa baik-Nya! Terima kasih, ya Allah!

Dulu setiap kali kesempatan seperti ini datang, saya banyak ditemani oleh berhamburannya petanyaan-pertanyaan yang mencerminkan keluhan dan protes.

Kenapa kambuh terus? Kok enggak sembuh-sembuh? Padahal sudah menjaga makan, berobat ke dokter dan terapis, minum berbagai macam obat dan suplemen, berolahraga, dan tak lupa berdoa. Tapi masih kambuhan juga. Apa salah saya?

Sehingga saat itu saya merasakan sedih, kecewa, dan kesal. Perasaan yang sama sekali tidak nikmat. Saya dalam kondisi tidak bahagia.

Tetapi ketika saya mampu melihat kebaikan dan keberuntungan di balik sakit yang diderita, maka saya merasakan hal yang sama sekali berbeda. Saya merasa tenang dan tenteram. Saya merasa nikmat karenanya. Saya merasa bahagia.

Ahhh … Bahkan janji Allah di surat pertama yang terpilih untuk #insightQuran day 5 ini, segera saya terima setelah saya melakukan apa yang Allah inginkan. Dan saya rasa-rasakan, semakin banyak hal yang saya syukuri maka rasa nikmat yang dirasakan pun semakin banyak. MasyaAllah …

Ini baru kenikmatan di dunia, bagaimana kenikmatan di akhirat? Tidak ada yang tahu tapi yang pasti jauh lebih nikmat lagi. Seperti yang tertulis di surat pilihan ke dua hari ini.

Mau ditambah kenikmatan oleh Allah? Bersyukurlah terus untuk apapun yang datang kepada kita.

 

#sebarkebaikan
#janjiAllah
#ibrahim7
#assajdah17

Hari ini seharian saya ga kemana-mana. Allah sedang memberi kesempatan untuk mengistirahatkan raga dan peluruhan dosa, insyaAllah. Betapa baik-Nya! Terima kasih, ya Allah!

Dulu setiap kali kesempatan seperti ini datang, saya banyak ditemani oleh berhamburannya petanyaan-pertanyaan yang mencerminkan keluhan dan protes.

Kenapa kambuh terus? Kok enggak sembuh-sembuh? Padahal sudah menjaga makan, berobat ke dokter dan terapis, minum berbagai macam obat dan suplemen, berolahraga, dan tak lupa berdoa. Tapi masih kambuhan juga. Apa salah saya?

Sehingga saat itu saya merasakan sedih, kecewa, dan kesal. Perasaan yang sama sekali tidak nikmat. Saya dalam kondisi tidak bahagia.

Tetapi ketika saya mampu melihat kebaikan dan keberuntungan di balik sakit yang diderita, maka saya merasakan hal yang sama sekali berbeda. Saya merasa tenang dan tenteram. Saya merasa nikmat karenanya. Saya merasa bahagia.

Ahhh … Bahkan janji Allah di surat pertama yang terpilih untuk #insightQuran day 5 ini, segera saya terima setelah saya melakukan apa yang Allah inginkan. Dan saya rasa-rasakan, semakin banyak hal yang saya syukuri maka rasa nikmat yang dirasakan pun semakin banyak. MasyaAllah …

Ini baru kenikmatan di dunia, bagaimana kenikmatan di akhirat? Tidak ada yang tahu tapi yang pasti jauh lebih nikmat lagi. Seperti yang tertulis di surat pilihan ke dua hari ini.

Mau ditambah kenikmatan oleh Allah? Bersyukurlah terus untuk apapun yang datang kepada kita.

#sebarkebaikan
#janjiAllah
#ibrahim7
#assajdah17

INSIGHT QURAN DAY 4

Saat long weekend seperti ini, banyak dari kita yang mempergunakannya dengan berlibur menghabiskan waktu bersama keluarga. Untuk apa?

“Agar kedekatan dengan keluarga tetap terjaga dan menyegarkan kembali pikiran dari kejenuhan dan kesibukan sehari-hari di tempat kerja.”

Bagaimana ketika kita bekerja atau berbisnis? Untuk apa kita melakukan itu?

“Tentu saja untuk memenuhi kebutuhan hidup diri dan keluarga.”

Dalam hidup yang sebentar ini, apa sih yang sebetulnya ingin kita capai? Kalau kita inginkan tidak hanya dunia tetapi juga akhirat, apakah jawaban-jawaban di atas sudah mencerminkan ke sana?

Ternyata belum. Padahal alasan atau niat kita melakukan berbagai aktivitas menjadi penentu untuk itu. Hal yang sederhana tapi sering tidak kita sadari. Dan Allah sudah mengingatkan kita melalui dua ayat yang saya pilih untuk #insightQuran day 4 ini.

Kalau kemudian ada yang bertanya untuk apa kita makan makanan sehat dan bergizi, atau untuk apa berolahraga, sekarang kita sudah tahu jawabannya. Jawaban yang mengantarkan kita tidak hanya mendapatkan dunia saja melainkan akhirat juga.

Jadi … apa ya jawabannya?

#berbagikebaikan
#backtoquran
#huud15
#huud16