INSIGHT QURAN DAY 3

Pagi tadi ketika saya akan memulai suatu aktivitas yang sudah direncanakan sebelumnya karena DL-nya sudah dekat, tiba-tiba suami mengajak untuk membereskan ruang keluarga karena sudah mulai berantakan. Saya sempat ingin protes keberatan karena sudah punya rencana tadi. Tapi tiba-tiba saya teringat dengan 2 ayat Alquran yang kemudian saya jadikan untuk #insightQuran day 3 ini.

Tentunya ini adalah ujian ketidaknyamanan untuk saya. Dan Allah tidak ingin saya merespon ujian tersebut dengan memprotes kepada suami. Allah inginkan saya sabar memghadapinya. Akhirnya saya segera membereskan kembali perlengkapan untuk beraktivitas tadi. Dan saya memasang senyum sebelum kemudian menyusul suami untuk membantunya membereskan ruang tengah.

Rasanya? Jangan ditanya, luar biasa indahnya. Saya dan suami melakukan aktivitas bersama diselingi canda tawa. Pekerjaan terasa ringan dan menyenangkan, dan tak terasa segera selesai. Ruang keluarga rapih kembali dan suasana rumah tetap menyenangkan untuk semua. MasyaAllah 😍.

Lantas bagaimana dengan rencana aktivitas saya tadi yang DL-nya sudah dekat? Ketika saya memutuskan untuk mengikuti keinginan suami, saya hanya berpikir seperti ini. Kalau saya melewatkan DL memangnya saya kemudian jadi masuk neraka? Kan tidak. Justru ketika saya memprotes suami dan suami kesal, kemudian terjadi cekcok misalnya; itu bisa menyebabkan saya masuk neraka karena tidak lulus ujian Allah.

Jadi DL-nya terlewati? Ternyata tidak juga. Ketika aktivitas beres-beres itu hampis selesai, saya meminta izin sebentar untuk melakukan aktivitas tersebut. Alhamdulillah suami mengizinkan. Dan saya masih bisa mengejar untuk tidak melewati DL. MasyaAllah, semua terselesaikan tanpa harus membuat suasana menjadi panas dan tidak menyenangkan. Indah kah?

Percaya deh. Alquran tidak mungkin membuat kita sengsara. Bahkan membuat hidup ini semakin indah.

#oneweekonepost
#wifiregionbandung
#alanbiya35
#aliimran186

INSIGHT QURAN DAY 2

 

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman curhat tentang hal yang sedang membuatnya khawatir akhir-akhir ini. Dia khawatir dengan biaya sekolah yang semakin mahal. Sementara 3 anaknya masih kecil-kecil yang dalam waktu dekat mulai membutuhkan biaya untuk memenuhi pendidikannya.

Memang salah satu hal yang sering kita khawatir adalah rezeki. Kita khawatir sengsara karena kekurangan harta, tidak bisa membiayai pendidikan terbaik untuk anak-anak, tidak bisa memberikan tempat berlindung yang layak untuk keluarga, tidak mampu membiayai anak istri ketika sakit, tidak bisa hidup layak setelah pensiun, dan sebagainya.

Dengan berbagai kekhawatiran itu, justru membuat hidup kita jadi tidak bahagia. Kita merasa gelisah dan mudah curiga karena khawatir kehilangan harta kita. Mau seumur hidup seperti itu?

“Ya, enggak mau lah. Tapi apa bisa hidup tanpa rasa khawatir dan gelisah memikirkan rezeki kita?”

Sangat bisa. Yuk coba kita renungkan dua ayat yang saya pilih untuk day 2 #insightQuran ini. Ternyata Allah sudah menentukan rezeki kita, berapa jumlahnya dan dalam bentuk apa.

Dan karena Allah Maha Tahu, Dia tidak akan memberikan rezeki yang tidak kita butuhkan. Rezeki yang Dia berikan selalu sesuai dengan yang kita butuhkan baik jumlah maupun bentuknya. Jadi untuk apa lagi kita khawatirkan itu?

Yang terpenting bagi kita adalah tetap melakukan ikhtiar sungguh-sungguh di jalan Allah. Karena pada saat itulah kita dinilai oleh-Nya. Dan hasil penilaian-Nya itu akan ikut menentukan bagaimana kehidupan kita di akhirat kelak.

 

#sebarkebaikan
#day2
#alankabut62
#asysyura27

INSIGHT QURAN DAY 1

Ini adalah postingan saya di IG tadi malam. Tadinya tidak akan saya posting di sini. Tapi setelah saya baca lagi, karena tujuannya adalah untuk berbagi kebaikan, kenapa tidak? Siapa tahu ada yang berminat untuk melakukan hal sama. Yuk sama-sama kita berbagi kebaikan.

***

Hari pertama niat untuk posting #insightQuran baru bisa terlaksana mendekati tengah malam. Mata sudah 5 watt tapi tiba-tiba ada notifikasi IG dari Mas Rezky yang memposting day 2 #insightQuran nya. Jadi teringat janji saya di komen postingan day 1 dia untuk posting day 1 hari ini. So, let me try …

Hari ini Bandung diguyur hujan dua kali. Sekali di sore hari kemudian berhenti. Dan yang kedua di malam hari. Udara menjadi lebih sejuk dan suasana menjadi lebih rileks dan menenangkan. Siapa yang tidak suka dengan ketenangan? Rasanya jarang.

Hujan juga membuat kita terselamatkan dari kekeringan. Air untuk minum, mandi, dan mencuci berlimpah lagi. Tanaman sayur dan buah-buahan tumbuh subur. Lapangan rumput menghijau kembali menyediakan makanan bagi ternak untuk dimanfaatkan daging, susu, dan kotorannya. Dan salah satu waktu mustajab untuk berdoa. Pantas saja ada yang bilang hujan adalah rahmat.

Tapi kenapa sering kita mendengar orang mengeluh jika hujan turun? Jemuran jadi tidak kering. Perjalanan terganggu karena harus berteduh atau macet karena banjir. Badan meriang karena kehujanan. Rumah kebanjiran. Jadwal jd berantakan. Dsb.

Ternyata karena hanya orang yang “berpikir” sajalah yang mampu melihat besarnya rahmat Allah dari turunnya hujan. Sesuai yg tertulis di surat An-Nahl ayat 10 dan 11.

Kenapa saya sematkan tanda petik dlm kata “berpikir”? Karena aktivitas berpikir di sini bukanlah akal melainkan hati. Hanya hatilah yg mampu mencapai keberadaan rahmat Allah di kala turunnya hujan. Sehingga mereka yang menggunakan hatinya untuk berpikir itu tidak mengeluh ataupun mengomel melainkan bersyukur.

Saya mengajak teman-teman untuk berbagi kebaikan dengan posting tulisan seperti yang saya posting ini. Caranya pilih satu atau beberapa ayat dan maknai melalui tulisan. Jangan lupa pakai hashtag #insightQuran, kemudian mention. Lakukan selama 7 hari berturut-turut dan ajak teman-teman anda melakukan hal sama. Semoga kebaikan menjadi lebih menyebar dan kita terlibat di dalamnya. Dan semoga Allah ridho dengan apa yang kita lakukan ini. Aamiin …

#berbagikebaikan
#day1
#backtoquran
#annahl10
#annahl11