KETIKA ALLAH MENGGERAKKAN HATI

Hari ini saya terbangun kurang bersemangat. Sejak kemarin saya diberikan kesempatan tidak berpuasa karena pencernaan kurang mendukung.

Saya semakin tak bersemangat ketika teringat hari ini ada jadwal silaturahmi dengan teman-teman komunitas yang sudah ditunggu-tunggu. Tetapi saya ragu bisa hadir atau tidak di silaturahmi itu. Badan terasa belum fit.

Saat hati sedang tak bersahabat itu, tiba-tiba terbaca postingan teman di salah satu grup WA. Hanya karena dia menggunakan kata “assalamu’alaikum” dan saya merasa berkewajiban untuk membalas salamnya. Dia membutuhkan bantuan berupa buku-buku untuk aktivitas sosial KKN anaknya di pelosok Kalimantan.

Tiba-tiba saya juga teringat satu keinginan yang belum terlaksana. Menyumbangkan majalah-majalah yang sekarang menumpuk tak termanfaatkan di atas rak. Ada seorang teman yang bersedia dan dengan senang hati mau menerima untuk aktivitas sosialnya.

Entah kenapa hati yang murung jadi bersemangat lagi. Jadilah pagi ini saya, dibantu asisten RT, menyiapkan beberapa buku dan banyak majalah untuk kemudian kami packing. Dan betapa leganya hati ketika adzan dzuhur berkumandang, semua sudah rapih siap dikirimkan besok atau lusa karena hari ini libur.

Sambil memandang tumpukan dus yang tertumpuk rapih, rasa syukur menyelinap di hati. Sakit yang Allah berikan telah menggerakkan saya kepada aktivitas berbagi yang insyaAllah disukai-Nya. Jika saya sehat tentu aktivitas ini tidak terlaksana. Saya akan asyik dengan silaturahmi.

Bukan berarti silaturahmi lebih jelek. Allah sangat suka jika kita bersilaturahmi. Tapi, apakah kita mampu menghalau godaan bergunjing, riya’, dengki yang mungkin saja datang pada saat bersilaturahmi? Mungkin Allah sedang menyelamatkan saya dari godaan-godaan itu. MasyaAllah…

Jadi benar adanya apa yang Allah ucapkan dalam surat Al-Baqarah ayat 216. Apapun yang Dia berikan adalah yang terbaik untuk kita.

Alhamdulillah… ❤

#insightQuran
#AllahMahaBaik
#oneweekonepost
#wifiregionbandung
#enlightenedheart