BEBEK PELINDUNG

Hari Raya Idul Adha kemarin, saya berkumpul dengan Mami, Teteh dan adik, beserta keluarga masing-masing. Di tengah keseruan makan ketupat opor, Teteh Enung Siti Sopiah (hanupis Teh 🙏❤)  membagikan barang mungil lucu untuk digunakan di charger telepon genggam. Lucu karena berbentuk karakter binatang dengan berbagai warna. Dan saat itu saya memilih bentuk bebek dengan warna kuning menyolok.

Bukan hal yang istimewa memang, bebek itu hanya barang kecil dan murah harganya. Tapi ternyata memiliki fungsi yang cukup membantu. Barang itu melindung kabel charger dari kerusakan karena sering terlipat tidak sengaja pada saat kita gunakan. Memang kabel charger telepon genggam merk tertentu, seperti yang saya punya, sangat mudah rusak. Sehingga cukup mengganggu ketika kabel tersebut tiba-tiba tidak bisa digunakan lagi. Selain juga jadi boros karena harus sering membeli charger baru.

Di zaman sekarang ini, kebutuhan akan telepon genggam menjadi penting. Banyak aktivitas yang bergantung kepadanya. Berkomunikasi dengan anak, pasangan, kerabat, dan teman; berkoordinasi dengan tim baik di tempat kerja, bisnis, maupun pada saat berkarya; membeli barang-barang kebutuhan yang perlu segera ada; bahkan untuk menyelesaikan naskah pun saya memanfaatkan telepon genggam. Jadi bebek pelindung menjadi penolong dan penyelamat dari terganggunya berbagai aktivitas dan borosnya saya.

Ini adalah hal yang kecil karena banyak berhubungan dengan duniawi. Bagaimana dengan hal yang besar terutama karena berhubungan dengan kehidupan kita di akhirat kelak? Apakah kita tidak membutuhkan penolong dan penyelamat agar kita tidak “terganggu” di sana? Agar kita tetap tenang, tenteram, dan damai?

Tentu saja kita sangat membutuhkan itu. Hidup di dunia saja kadang kita masih merasa khawatir dan gelisah; bagaimana nanti di sana?

Apa sesungguhnya yang perlu dilindungi agar kita tetap tenang, tenteram, dan damai atau dengan kata lain bahagia, selama hidup di dunia dan berlanjut di akhirat kelak? Tidak lain adalah hati. Karena isi hatilah yang menentukan sikap dan perilaku kita. Sikap dan perilaku inilah yang dinilai Allah apakah kita dianggap layak mendapatkan kebahagiaan atau tidak.

Dengan apa kita bisa melindungi hati kita? Yaitu hanya mengisi hati ini dengan berbagai kebaikan yang ada dalam Alquran.

Kenapa Alquran? Karena Alquran adalah pedoman hidup umat Islam yang merupakan “karya” Allah, yang menilai sikap dan perilaku kita. Seperti yang tercantum dalam surat Yunus ayat 37:

“Tidaklah mungkin Al Quran ini dibuat oleh selain Allah; akan tetapi (Al Quran itu) membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya dan menjelaskan hukum-hukum yang telah ditetapkannya, tidak ada keraguan di dalamnya, (diturunkan) dari Tuhan semesta alam.”

Jadi sudah pasti Alquran itu menjadi “rujukan” ketika Allah menilai kita. Betapa pentingnya Alquran menjadi pelindung hati kita. Maka isilah hati kita dengan kebenaran-kebenaran Alquran.

#insightQuran

#pelindunghati

#Alquran

#enlightenedheart