KENALI DIRI 5

Ketika sudah mengetahui hasil dari The Wheel of Work Life Balance, kita perlu melakukan satu langkah lagi sebelum mencari tahu dan menerapkan bagaimana cara memupuk perasaan-perasaan positif dan meminimalkan perasaan-perasaan negatif. Langkah ini dilakukan untuk mengetahui kapan perasaan-perasaan itu muncul dan kenapa perasaan itu yang kita rasakan pada saat itu .

Caranya dengan membuat tabel yang terdiri dari 3 kolom dan 15 baris. Kolom pertama dengan judul “Perasaan-perasaan” untuk 7 perasaan positif dan 7 perasaan negatif dituliskan per barisnya ke bawah. Kolom kedua diberi judul “Peristiwa” dan kolom ketiga diberi judul “Alasan”.

Di setiap baris dalam kolom “Peristiwa” diisi oleh peristiwa-peristiwa apa saja yang membuat kita merasa ke 14 perasaan itu. Isilah masing-masing kotak sebanyak yang diingat. Kemudian di setiap baris dalam kolom “Alasan” diisi oleh apa yang menyebabkan perasaan-perasaan itu ada di setiap peristiwa yang kita alami.

Contohnya untuk kotak pertemuan antara “Kekhawatiran” dengan “Peristiwa” diisi dengan kapan sih kita merasakan kekhawatiran pada saat bekerja, berkarya, dan berbisnis itu? Misalnya (1) ketika sedang melakukan suatu program atau proyek dengan tim, (2) ketika menyerahkan laporan hasil kerja kepada atasan, (3) ketika keberhasilan diperoleh, dsb.

Kemudian di kotak sebelah kanannya diisi dengan kenapa kekhawatiran itu kita rasakan. Misalnya (1) khawatir proyek atau programnya gagal karena kemampuan tim yang kurang memadai, (2) khawatir atasan kecewa, kesal, atau marah karena laporan hasil kerja tidak sesuai harapannya, (3) khawatir keberhasilan tersebut “direbut” oleh pihak lain di masa mendatang, dsb.

Atau untuk kotak pertemuan antara “Kekecewaan” dengan “Peristiwa” diisi dengan misalnya (1) ketika partner tidak menepati janji, (2) ketika penjualan tidak mencapai target, (3) ketika pelanggan melayangkan komplain, dsb. Dan di kotak sebelah kanannya diisi dengan (1) berharap partner selalu menepati janji, (2) berharap penjualan selalu mencapai target, (3) berharap pelanggan selalu puas dengan produk dan layanan kita, dsb.

Dengan mengisi semua kotak-kotak yang masih kosong di tabel yang saya sebut sebagai Tabel Perasaan, Peristiwa, dan Alasan itu, akan memudahkan kita untuk mengetahui dan menerapkan bagaimana cara memupuk perasaan-perasaan positif dan meminimalkan perasaan-perasaan negatif di diri kita. Seperti apa cara memupuknya? Dan bagaimana menerapkannya? Yuk, kita sama-sama cari tahu besok pagi, insyaAllah …

#sarapankata
#day23
#kmoindonesia
#kmobatch12
#kenalidiri
#tabelperasaanperistiwadanalasan
#wheelofworklifebalance
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day51

KENALI DIRI (4)

Sesuai janji kemarin, tulisan saya hari ini akan membahas tentang apakah perlu berganti bidang karir, pekerjaan, atau bisnis ketika diketahui karier atau pekerjaan kita ternyata tidak cocok dengan profil keseharian kita? Bagusnya memang berganti, namun kadang kita tidak bisa begitu saja meninggalkan karier, pekerjaan, atau bidang bisnis kita dan mencari yang baru. Banyak hal yang perlu dipertimbangkan apalagi jika kita sudah berkeluarga atau menjadi tulang punggung keluarga.

Karena itu mari kita coba cara yang keempat untuk mengenali diri.

Saya menyebut cara ini sebagai The Wheel of (Work) Life Balance. Kenapa kata “work” ditempatkan di dalam tanda kurung? Karena sebetulnya cara ini tidak hanya bisa digunakan ketika kita berurusan dengan pekerjaan atau bisnis kita, melainkan juga bisa dipergunakan untuk semua hal dalam kehidupan kita.

Cara ini merupakan adaptasi dari cara yang dikemukakan oleh Seph Fontane Pennock dan Hugo Alberts dalam artikelnya yang berjudul “The Wheel of Life”. Di artikelnya itu mereka menawarkan cara bagaimana seseorang bisa mengetahui kepuasan atau ketidakpuasan dalam beberapa hal penting di hidupnya. Hal ini dilakukan dalam rangka meningkatkan rasa kepuasan hidup orang tersebut.

The Wheel of (Work) Life Balance merupakan lingkaran yang terbagi ke dalam 14 bagian. 7 bagian di kiri lingkaran adalah perasaan-perasaan negatif yang bisa kita rasakan pada saat bekerja, berkarya, dan berbisnis. Sementara 7 bagian di kanan lingkaran adalah perasaan-perasaan positifnya.

Positif di sini artinya bahwa semakin sering kita merasakan perasaan-perasaan ini, maka semakin tenang dan tenteram hati kita atau semakin bahagia. Negatif artinya bahwa semakin sering kita merasakannya, maka semakin sering ketidakbahagiaan akan kita rasakan.

7 bagian di kiri lingkaran adalah:
1. Kekhawatiran
2. Kegelisahan
3. Kekecewaan
4. Kesedihan
5. Ketidakperdulian
6. Kemarahan
7. Keputusasaan

7 bagian di kanan lingkaran adalah:
1. Kesabaran
2. Keikhlasan
3. Kepasrahan/keberserahdirian
4. Keperdulian
5. Kepuasan
6. Keyakinan
7. Ketenangan

Angka 1 sampai dengan 10 yang ada di setiap bagian merupakan hasil penilaian diri seberapa sering perasaan-perasaan itu dirasakan pada saat bekerja, berkarya, dan berbisnis. 1 artinya tidak pernah merasakan dan 10 artinya selalu merasakan hal tersebut.

Caranya sangat mudah, kita tinggal melakukan penilaian seberapa sering perasaan-perasaan di setiap bagian dirasakan pada saat bekerja, berkarya, atau berbisnis. Kemudian tandai angka di bagian tersebut sesuai hasil penilaian itu.

Hasilnya akan memperlihatkan perasaan-perasaan apa saja yang dominan dirasakan pada saat kita bekerja, berkarya, atau berbisnis. Biasanya jika bagian kanan hasil penilaiannya tinggi maka bagian kiri rendah, dan sebaliknya. Dari hasil itu kita akan tahu perasaan-perasaan mana saja yang perlu dimunculkan dan perasaan-perasaan mana saja yang perlu dihilangkan.

Nah, setelah kita mengetahui perasaan-perasaan mana saja yang perlu kita pupuk dan perasaan-perasaan mana saja yang perlu kita hilangkan, maka sekarang tinggal mencari tahu dan menerapkan bagaimana cara memupuk dan menghilangkannya. Mau tahu?

Cek postingan saya besok ya, insyaAllah …

#sarapankata
#day22
#kmoindonesia
#kmobatch12
#kenalidiri
#teskepribadian
#wheelofworklifebalance
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day50

KENALI DIRI (3)

Kalau kita merasa belum juga mengenali diri karena belum yakin dengan hasil dari dua cara pertama, maka ada cara ketiga. Cara ketiga ini memang terasa lebih meyakinkan karena kita nanti didampingi oleh seseorang atau beberapa orang yang ahli di bidangnya. Yaitu tes kepribadian berbayar dimana kita harus bertemu langsung dengan ahli yang menyelenggarakannya untuk melakukan (berbagai) aktivitas sebagai bentuk tesnya.

Tidak sedikit penyelenggara yang menawarkan tes kepribadian berbayar ini. Mahal? Tergantung test apa yang kita pilih. Semakin rumit dan banyak melibatkan ahli di dalamnya maka semakin mahal harganya. Boleh juga kita cari yang nyaman di kantong. Salah satu yang pernah saya ikuti adalah Tes Stifin.

Menurut Farid Poniman dalam buku yang berjudul “Stifin Personality: Mengenali Mesin Kecerdasan Anda”, Tes Stifin adalah tes yang dilakukan dengan cara men-scan kesepuluh ujung jari. Tujuannya adalah untuk mengenali jati diri seperti apa sih kita ini. Hal-hal apa saja yang kita yakini, kemampuan apa yang kita miliki, pekerjaan apa yang cocok untuk kita, dan yang terpenting dalam kondisi apa kira merasa nyaman.

Kenapa menggunakan sidik jari? Sidik jari kita ternyata mampu memberikan informasi tentang komposisi susunan syaraf sehingga bisa diketahui ciri-ciri dominan yang kita miliki. Dari ciri-ciri dominan inilah bisa membuat kita mengetahui jati diri atau kepribadian kita.

Ada 5 tipe kepribadian dari Tes Stifin ini yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting. Ke 5 tipe kepribadian ini memiliki chemistry atau ketertarikan yang berbeda yaitu Sensing kepada “harta”, Thinking kepada “tahta”, Intuiting kepada “kata”, Feeling kepada “cinta”, dan Insting kepada “bahagia”.

Karakter atau profil keseharian masing-masing tipe kepribadianpun berbeda. Jika ingin mengetahui secara rinci silakan dibaca saja bukunya. Saya akan memberikan contoh salah satunya saja yaitu tipe Feeling.

Profil keseharian tipe Feeling adalah sebagai berikut:
1. Lebih menggunakan perasaan.
2. Ingin menyenangkan orang lain.
3. Mencari keharmonisan.
4. Ingin selalu mempimpin.
5. Pertimbangannya berdasarkan kasih sayang.
6. Menghargai perasaan orang lain.
7. Mengambil keputusan dengan mempertimbangkan akibatnya terhadap orang lain.
8. Hangat dan ramah kepada orang lain.
9. Pandai berempati.
10. Bekerjasama di komunitas sosial yang baik.
11. Menghindari argumen, konflik dan konfrontasi.
12. Perasaan mereka mudah sakit dan dendam.
13. Memulai dengan pembicaraan kecil.
14. Bertanya jika memungkinkan.
15. Mampu menunjukkan kekaguman dan emosional.
16. Kurang memiliki ketegasan menuntut hak.
17. Menggunakan banyak kata-kata berharga.
18. Sering menggunakan nama orang lain.
19. Lebih seperti sikap wanita (peluangnya 65%).

Karir atau pekerjaan yang cocok bagi tipe Feeling adalah: politisi, trainer/inspirator, motivator, psikolog, psikiater, counselor, ideolog, negarawan, personalia, lawyer, budayawan, diplomat, humas, salesman, seniman, dll.

Kemudian masing-masing tipe kepribadian bisa dibagi menjadi 2 tipe berdasarkan hal apa yang mendorong dia untuk melakukan sesuatu, kecuali untuk tipe Insting. Jika dorongan itu datangnya dari dalam dirinya maka dia bertipe Introvert, tetapi jika dorongan itu datangnya dari luar dirinya maka dia bertipe Ekstrovert. Sehingga jika kita mengikuti Test Stifin ini di belakang tipe hasil test itu disematkan huruf I (untuk introvert) atau E (untuk ekstrovert).

Nah, dari profil keseharian dan karier atau pekerjaan yang cocok, barangkali bisa menjadi pertimbangan kenapa kok selama ini kita sering merasa kecewa, gelisah, khawatir, kesal, dan marah pada saat bekerja atau berbisnis.

Jadi artinya kita perlu berganti pekerjaan ya?

Tunggu dulu. Siapa tahu bukan hal itu yang menjadi masalah melainkan hal lain lagi. Kita bahas tentang itu besok ya. InsyaAllah …

Btw, ada yang tahu kenapa tipe Feeling yang dijadikan contoh di tulisan ini?

#sarapankata
#day21
#kmoindonesia
#kmobatch12
#kenalidiri
#teskepribadian
#stifin
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day49

KENALI DIRI (2)

Cara kedua untuk mengenali diri adalah dengan mengikuti tes kepribadian yang banyak ditawarkan. Wah, kan mahal biayanya?

Tenang, ada kok yang murah. Hanya membutuhkan sedikit paket data untuk menggunakan internet setengah sampai satu jam. Waktu yang dibutuhkan tergantung dari tes kepribadian mana yang dipilih dan berapa tes kepribadian yang kita ikuti.

Saya baru saja mencoba 2 tes kepribadian melalui internet. Kenapa 2 bukan 1 tes saja? Untuk memastikan bahwa karakter/ciri-ciri saya mendekati kenyataan. Kalau hasil kedua tes mirip artinya ciri-ciri di hasil tersebut mendekati ciri-ciri yang saya miliki dalam kenyataan. Tetapi jika berbeda berarti ada yang salah, entah tesnya yang kurang akurat atau saya yang mengerjakannya kurang serius.

Tes pertama yang saya pilih adalah Tes Kepribadian DISC yang ditawarkan oleh website http://ekrut.com/tests/disc. Tes ini bertujuan untuk mengetahui kepribadian DISC dengan mudah yaitu mencari tahu bagaimana faktor DISC (Dominance, Influence, Steadiness dan Compliance) mempengaruhi perilaku kita terhadap sesama dan keseharian kita.

Saya diminta untuk mengerjakan 24 kelompok pernyataan. Satu kelompok terdiri dari 4 pernyataan. Dari 4 pernyataan tersebut saya diminta memilih 2 pernyataan, 1 yang paling mewakili dan 1 yang paling tidak mewakili diri saya.

Dan hasilnya adalah saya seorang convincer/persuader/promoter dengan ciri-ciri sebagai berikut: antusias, optimis, pandai berbicara; ceroboh, tidak konsisten dan tidak teratur, namun berusaha terlihat hebat dan menyenangkan orang lain; ingin mendapat pengakuan dan nama baik; takut kehilangan status sosial dan konflik.

Tes kedua adalah Tes Kepribadian Sanguin, Koleris, Melankolis, dan Plegmatis yang ditawarkan oleh website https://www.quibblo.com/quiz/gT2G–d/Tes-Kepribadian-Sanguin-Koleris-Melankolis-atau-Plegmatis.

Di tes kedua ini saya diminta mengerjakan 40 kelompok pernyataan dimana 20 pernyataan tentang kelemahan dan 20 sisanya tentang kekuatan saya. Dan hasilnya adalah sanguinis atau influencer.

Ciri-cirinya adalah sebagai berikut:
1. Kekuatan:
a. Suka bicara
b . Secara fisik memegang pendengar, emosional dan demonstratif
c. Antusias dan ekspresif
d. Ceria dan penuh rasa ingin tahu
e. Hidup di masa sekarang
f. Mudah berubah (banyak kegiatan / keinginan)
g. Berhati tulus dan kekanak-kanakan
h. Senang kumpul dan berkumpul (untuk bertemu dan bicara)
i. Umumnya hebat di permukaan
j. Mudah berteman dan menyukai orang lain
k. Senang dengan pujian dan ingin menjadi perhatian
l. Menyenangkan dan dicemburui orang lain
m. Mudah memaafkan (dan tidak menyimpan dendam)
n. Mengambil inisiatif/ menghindar dari hal-hal atau keadaan yang membosankan
o. Menyukai hal-hal yang spontan

2. Kelemahan:
a. Suara dan tertawa yang keras (terlalu keras)
b. Membesar-besarkan suatu hal / kejadian
c. Susah untuk diam
d. Mudah ikut-ikutan atau dikendalikan oleh keadaan atau orang lain (suka nge-Gank)
e. Sering minta persetujuan, termasuk hal-hal yang sepele
f. RKP! (Rentang Konsentrasi Pendek)
g. Dalam bekerja lebih suka bicara dan melupakan kewajiban (awalnya saja antusias)
h. Mudah berubah-ubah
i. Susah datang tepat waktu jam kantor
j. Prioritas kegiatan kacau
k. Mendominasi percakapan, suka menyela dan susah mendengarkan dengan tuntas
l. Sering mengambil permasalahan orang lain, menjadi seolah-olah masalahnya
m. Egoistis
n. Sering berdalih dan mengulangi cerita-cerita yg sama
o. Konsentrasi ke “How to spend money” daripada “How to earn/save money”.

Ternyata mirip ya hasil kedua tes tersebut? 😄

Perlu disadari, tes tersebut hanyalah buatan manusia, keakuratannya tidak sempurna. Tetapi cukup membantu kita mengenali seperti apa sih diri kita ini. Sehingga kita bisa berfokus kepada meningkatkan kekuatan dan mengatasi kekurangan yang kita miliki.

#sarapankata
#day20
#kmoindonesia
#kmobatch12
#kenalidiri
#teskepribadian
#karakterdiri
#ciridiri
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day48

KENALI DIRI

Ketika kita ingin berhasil di suatu bidang apakah itu dalam bekerja maupun berbisnis, kita perlu mengenali diri sendiri. Dan ingat keberhasilan yang dimaksud tentunya tidak melulu dari pencapaikan berupa kenaikan pendapat atau omset, kenaikan jabatan atau peringkat bisnis, dan semakin populernya diri serta bisnis kita. Melainkan juga keberhasilan dalam membuat hidup ini lebih berkualitas secara jiwa dan raga.

Mengenali diri adalah mengetahui dan menyadari kelebihan dan kekurangan diri kita. Sehingga ketika kita sudah kenal akan diri kita, kita bisa mencari solusi apa yang membuat keberhasilan yang kita inginkan ini masih belum juga tercapai.

Ada beberapa cara untuk mengenali diri. Cara pertama ini menurut saya adalah cara yang paling mudah. Caranya dengan mencari nilai-nilai apa saja yang hadir pada saat kita mengalami keberhasilan tertinggi kita di masa lalu. Dan mencari nilai-nilai apa saja yang tidak ada pada saat kita mengalami keterpurukan terendah di masa lalu. Batasi masing-masing 3 nilai saja.

Nilai-nilai di sini maksudnya adalah sikap, perasaan, keyakinan yang kita miliki, seperti antusias, jujur, sabar, rajin, ikhlas, mau belajar, berserah diri, berani, penuh perhitungan, inovatif, dan sebagainya. Contoh untuk nilai-nilai yang hadir ketika keberhasilan datang adalah ketika saya mampu menyelesaikan 2 naskah buku solo dalam jangka waktu 2 bulan, saat itu saya sedang MEMEGANG (memiliki) 3 nilai utama yaitu antusias, mau belajar, dan sabar.

Sementara ketika saya mengalami sakit pencernaan yang parah untuk pertama kalinya dan berlangsung lama atau sulit sembuh, saat itu saya sedang TIDAK memegang 3 nilai utama yaitu penuh perhitungan, mau belajar, dan ikhlas. Ini adalah contoh dari nilai-nilai yang tidak ada pada saat saya mengalami
keterpurukan.

Dari dua pencarian itu saya menemukan 5 nilai yang jika saya pegang maka keberhasilan bisa saya raih. Ke 6 nilai itu adalah antusias, mau belajar, sabar, penuh perhitungan, dan ikhlas. Sehingga kemudian setiap saya berikhtiar untuk mencapai suatu keinginan, saya akan memegang ke 5 nilai ini agar kesempatan untuk mencapai kebehasilan semakin tinggi.

Apakah hal ini bisa memastikan saya berhasil mencapai berbagai keinginan saya? Tidak
juga. Masih ada beberapa cara lagi yang bisa kita lakukan yang membantu kita mendapatkan kesempatan untuk meraih keberhasilan. Selain perlu disadari tentu saja adanya ketentuan Allah juga yang ikut bermain di sini.

Tapi silakan coba dulu cara pertama ini sebelum kita berlanjut ke cara lainnya.

#sarapankata
#day19
#kmoindonesia
#kmobatch12
#kenalidiri
#nilai
#values
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day47