KENALI DIRI (3)

Kalau kita merasa belum juga mengenali diri karena belum yakin dengan hasil dari dua cara pertama, maka ada cara ketiga. Cara ketiga ini memang terasa lebih meyakinkan karena kita nanti didampingi oleh seseorang atau beberapa orang yang ahli di bidangnya. Yaitu tes kepribadian berbayar dimana kita harus bertemu langsung dengan ahli yang menyelenggarakannya untuk melakukan (berbagai) aktivitas sebagai bentuk tesnya.

Tidak sedikit penyelenggara yang menawarkan tes kepribadian berbayar ini. Mahal? Tergantung test apa yang kita pilih. Semakin rumit dan banyak melibatkan ahli di dalamnya maka semakin mahal harganya. Boleh juga kita cari yang nyaman di kantong. Salah satu yang pernah saya ikuti adalah Tes Stifin.

Menurut Farid Poniman dalam buku yang berjudul “Stifin Personality: Mengenali Mesin Kecerdasan Anda”, Tes Stifin adalah tes yang dilakukan dengan cara men-scan kesepuluh ujung jari. Tujuannya adalah untuk mengenali jati diri seperti apa sih kita ini. Hal-hal apa saja yang kita yakini, kemampuan apa yang kita miliki, pekerjaan apa yang cocok untuk kita, dan yang terpenting dalam kondisi apa kira merasa nyaman.

Kenapa menggunakan sidik jari? Sidik jari kita ternyata mampu memberikan informasi tentang komposisi susunan syaraf sehingga bisa diketahui ciri-ciri dominan yang kita miliki. Dari ciri-ciri dominan inilah bisa membuat kita mengetahui jati diri atau kepribadian kita.

Ada 5 tipe kepribadian dari Tes Stifin ini yaitu Sensing, Thinking, Intuiting, Feeling, dan Insting. Ke 5 tipe kepribadian ini memiliki chemistry atau ketertarikan yang berbeda yaitu Sensing kepada “harta”, Thinking kepada “tahta”, Intuiting kepada “kata”, Feeling kepada “cinta”, dan Insting kepada “bahagia”.

Karakter atau profil keseharian masing-masing tipe kepribadianpun berbeda. Jika ingin mengetahui secara rinci silakan dibaca saja bukunya. Saya akan memberikan contoh salah satunya saja yaitu tipe Feeling.

Profil keseharian tipe Feeling adalah sebagai berikut:
1. Lebih menggunakan perasaan.
2. Ingin menyenangkan orang lain.
3. Mencari keharmonisan.
4. Ingin selalu mempimpin.
5. Pertimbangannya berdasarkan kasih sayang.
6. Menghargai perasaan orang lain.
7. Mengambil keputusan dengan mempertimbangkan akibatnya terhadap orang lain.
8. Hangat dan ramah kepada orang lain.
9. Pandai berempati.
10. Bekerjasama di komunitas sosial yang baik.
11. Menghindari argumen, konflik dan konfrontasi.
12. Perasaan mereka mudah sakit dan dendam.
13. Memulai dengan pembicaraan kecil.
14. Bertanya jika memungkinkan.
15. Mampu menunjukkan kekaguman dan emosional.
16. Kurang memiliki ketegasan menuntut hak.
17. Menggunakan banyak kata-kata berharga.
18. Sering menggunakan nama orang lain.
19. Lebih seperti sikap wanita (peluangnya 65%).

Karir atau pekerjaan yang cocok bagi tipe Feeling adalah: politisi, trainer/inspirator, motivator, psikolog, psikiater, counselor, ideolog, negarawan, personalia, lawyer, budayawan, diplomat, humas, salesman, seniman, dll.

Kemudian masing-masing tipe kepribadian bisa dibagi menjadi 2 tipe berdasarkan hal apa yang mendorong dia untuk melakukan sesuatu, kecuali untuk tipe Insting. Jika dorongan itu datangnya dari dalam dirinya maka dia bertipe Introvert, tetapi jika dorongan itu datangnya dari luar dirinya maka dia bertipe Ekstrovert. Sehingga jika kita mengikuti Test Stifin ini di belakang tipe hasil test itu disematkan huruf I (untuk introvert) atau E (untuk ekstrovert).

Nah, dari profil keseharian dan karier atau pekerjaan yang cocok, barangkali bisa menjadi pertimbangan kenapa kok selama ini kita sering merasa kecewa, gelisah, khawatir, kesal, dan marah pada saat bekerja atau berbisnis.

Jadi artinya kita perlu berganti pekerjaan ya?

Tunggu dulu. Siapa tahu bukan hal itu yang menjadi masalah melainkan hal lain lagi. Kita bahas tentang itu besok ya. InsyaAllah …

Btw, ada yang tahu kenapa tipe Feeling yang dijadikan contoh di tulisan ini?

#sarapankata
#day21
#kmoindonesia
#kmobatch12
#kenalidiri
#teskepribadian
#stifin
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day49