T E R S E N Y U M

Untuk meningkatkan kualitas hidup yang sebagian besar dihabiskan di tempat kerja dan bisnis, kita perlu berikhtiar. Ikhtiar itu berupa memupuk perasaan-perasaan positif yang kita butuhkan dan menghilangkan atau paling tidak meminimalkan perasaan-perasaan negatif. Kemarin kita sudah mengetahui dan mungkin sudah mencoba juga cara untuk mengetahui perasaan-perasaan apa saja, kapan terjadinya, dan kenapa perasaan itu muncul.

Jika kita bicara perasaan, maka hatilah yang terlibat. Karena hanya hati yang mampu merasakan. Kerja hatilah yang membuat perasaan-perasaan itu muncul. Dengan demikian hatilah yang perlu kita olah agar perasaan-perasaan positif itu selalu muncul pada saat kita butuhkan.

Pada saat kapan sih perasaan-perasaan positif itu biasanya muncul? Coba cek lagi hasil dari pengisian tabel kemarin. Kalau ditelusuri adalah ketika hati sedang terbuka atau mengembang karena ada sesuatu yang kita sukai atau inginkan terjadi. Pada saat itu hati tersenyum dan bahkan mulut kitapun terpengaruh dengan menyunggingkan senyum juga. Coba deh ingat-ingat, pada saat sesuatu yang kita sukai atau inginkan terjadi, biasanya kita secara tidak sadar berjalan atau mengerjakan pekerjaanpun sambil senyum-senyum sendiri. Iya kan?

Nah, ternyata sebaliknya, pada saat mulut kita tersenyumpun bisa mempengaruhi hati kita. Tentu saja rasa senang harus hadir juga. Sehingga ketika mulut menyungging senyum, hati ikut tersenyum.

Caranya sangat mudah. Ketika sedang merasa kecewa, khawatir, gelisah, sedih, kesal misalnya; alihkan perhatian kita kepada hal-hal yang membuat kita senang atau yang kita sukai. Apakah dengan mengingat tingkah laku anak kita, mengobrol santai dengan sahabat kita, mengajak peliharaan kita bermain, memasak, membaca buku ringan dan menghibur, dan sebagainya.

Kita jadi tersenyum karenanya. Dan hal itu bisa memupuk perasaan-perasaan positif kita semakin sering terasa. Sementara perasaan-perasaan negatif kita semakin jarang terasa.

Tapi apa kita harus melakukan pengalihan perhatian terus-menerus supaya semakin berkualitas hidup ini? Bagaimana permasalahan yang sudah membuat kita berperasaan negatif? Tidak mungkin kita biarkan begitu saja tanpa ikhtiar untuk menyelesaikannya. Dan ketika hati kita kembali ke permasalahan itu untuk berikhtiar menyelesaikannya, perasaan-perasaan negatif menguasai lagi. Bukan hanya membuat hati kita mengkerut dan terasa tidak enak, perasaan-perasaan itu juga menghambat kita menyelesaikan lebih cepat permasalahan tersebut.

Jadi apa yang harus kita lakukan?

Tersenyum baru satu cara paling sederhana yang bisa kita lakukan untuk memupuk perasaan-perasaan positif itu. Semakin berat permasalahannya maka
bisa jadi semakin sulit bahkan tidak bisa lagi kita menggunakan cara ini.

Tapi tenang. Masih ada beberapa cara lagi yang bisa kita lakukan untuk itu. Cara apa saja?

Kalau mau tahu, baca tulisan saya lagi di sini besok ya. InsyaAllah …

#sarapankata
#day24
#kmoindonesia
#kmobatch12
#tersenyum
#memupukperasaanpositif
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day52