BIG PROBLEM ATAU BIG OPPORTUNITY?

Mau pilih yang mana?

Yang ke 2 dong.

Yakin? Kalau gitu, kenapa masih berkutat pada hal-hal ini: kenapa ya saya masih sulit untuk move on? Kenapa ya orang lain bisa saya enggak? Saya masih pemula sih, jadi sulit untuk menyelesaikannya. Kalau dia kan punya segalanya, jadi mudah, saya kan gak punya itu semua, jadi gini-gini aja deh…

So, singkirkan semua itu dan mulailah fokus pada: apa sih yang kita inginkan? Apa yang kita tuju? Belum tau? Cari tau.

Setelah tau, kita cari cara untuk mencapainya. Dan gunakan semua hal yang sudah kita punya. Percaya deh, sebenarnya Allah sudah memberikan semua yang kita butuhkan. Hanya kitanya aja yang belum ngeh, belum hirau sama kebaikan Allah.

Itulah salah satu cara untuk mengubah “big problem” menjadi “big opportunity”.

Salah satu? Emang ada lagi?

Adaaa…

Kasih tau dong…

Besok-besok lagi yaaa… Ingatkan saya untuk share yang satu itu 😊

#selreminder
#bigopportunity
#fokuspadatujuan
#enlightenedheart

PENTINGKAH MEMILIKI TUJUAN HIDUP? Part 2

Beberapa kali saya bertemu dengan teman yang curhat dengan ketidakpuasan hidupnya. Terutama dengan perasaannya ketika berada di tempat kerja atau bisnis.

Ketika saya bertanya kenapa tetap bertahan bekerja di tempat itu atau berbisnis di bidang itu? Banyak alasan dikemukakan. Butuh dan kalau berhenti gak tau dapat kerja lagi atau bisa berbisnis lagi. Tidak diijinkan berhenti oleh atasan atau pasangan. Sayang, masuknya atau mengawalinya penuh perjuangan. Dan sebagainya.

Well, hidup adalah pilihan untuk melakukan berbagai aktivitas. Seperti yang sudah dibahas di part 1, ketika kita akan melakukan sesuatu semestinya kita sudah yakin bahwa pilihan itu sesuai atau bisa mendekatkan kita kepada tujuan hidup.

Ketika kita menyadari bahwa aktivitas itu mendekatkan kepada tujuan hidup, maka kita tidak akan mengeluh. Kita malah akan semakin semangat. Apapun yang orang lain lakukan kepada kita tidak menjadi masalah.

Kalau masih merasa kecewa, kesal, dan marah; bisa jadi apa yang kita lakukan tidak mendukung kepada pencapaian tujuan hidup. Atau barangkali tujuan hidup yang dipilih tidak sejalan dengan tujuan penciptaan kita.

Kalau begitu tujuan hidup mana yang sejalan dengan itu?

Jawabannya sudah tersedia dengan jelas dan sering kita ucapkan dalam doa yang tertulis di surat pilihan untuk #insightQuran kali ini. Yaitu surat Al-Baqarah ayat 201.

Begitu kita yakin dengan tujuan hidup itu, semua pilihan akan jatuh kepada hal yang mendukung terwujudnya hal tersebut. Dan kita tak akan mengeluh dengan apapun yang terjadi. Karena yakin tujuan hidup akan tercapai dengan pilihan tersebut.

#tujuanhidup

#dbas

#hidupadalahpilihan

#enlightenedheart

PENTINGKAH MEMILIKI TUJUAN HIDUP?

Suatu pagi kita pergi ke pasar tanpa tahu apa yang akan dimasak hari itu. Apa yang kemudian biasanya kita lakukan? Kalau saya biasanya kemudian kebingungan akan membeli apa, sehingga membutuhkan waktu cukup lama. Tak jarang badan jadi terasa capek karena keliling-keliling di sana.

Begitu sampai di rumah kadang saya baru menyadari ada bahan atau bumbu yang diperlukan tidak terbeli. Tapi lebih sering lagi menemukan bahan atau bumbu yang tidak dibutuhkan ada di dalam plastik belanjaan yang saya bawa.

Tapi berbeda ketika saya berbelanja di pasar dan sudah tahu akan memasak apa hari itu. Saya bisa segera menuju los yang biasa menjual bahan dan bumbu yang dibutuhkan. Waktu yang dibutuhkan jadi jauh lebih singkat. Saya juga merasa tidak capek karena tenaga yang digunakan lebih sedikit.

Sesampainya di rumah tak lagi kebingungan karena semua bahan dan bumbu lengkap tersedia. Dan tentunya juga lebih hemat karena tidak membeli bahan atau bumbu yang tidak dibutuhkan.

Begitulah jika sudah tahu TUJUAN ke pasar, kita jadi EFISIEN. Semua aktivitas di pasar kita lakukan tanpa banyak membuang waktu, tenaga, dan dana.

Ternyata hal ini tidak hanya berlaku untuk kegiatan kita ke pasar saja. Kegiatan apapun itu jika dimulai dengan TUJUAN maka kegiatan itu akan kita lakukan lebih baik. Bahkan makan, tidur, dan berolahraga pun misalnya, akan terlaksana lebih baik jika di awal kita sudah tahu apa TUJUAN-nya.

Apa tujuan kita makan, tidur, dan berolahraga? Jika tujuannya adalah untuk sehat, maka saya akan melakukan kegiatan-kegiatan tersebut langsung dengan memilih makanan sehat, jam tidur yang disarankan, dan serius dalam berolahraga. Saya tidak bingung memilih makanan yang akan dimakan, tidak bingung menentukan jam tidur, tidak main-main dalam berolahraga.

Jadi memang betul ya, setiap kegiatan itu ternyata paling baik jika dimulai dengan TUJUAN. Sekarang kita jadi tahu bahwa setiap akan melakukan sesuatu tanya dulu ke dalam diri kita apa TUJUAN-nya. Ketika kita sudah menemukannya, InsyaAllah kita akan lebih baik atau EFISIEN dalam melakukannya.

Referensi:
Materi ke 1 Tafakur Mutiara Tauhid (Bandung).

#selfreminder
#tujuanhidup
#tafakurmutiaratauhid
#dbas
#enlightenedheart

MEMEGANG ERAT TUJUAN HIDUP

Tujuan hidup itu penting, bahkan sangat penting. Tidak jarang saya mendengar kata-kata itu dari seseorang yang hasil olah hatinya mempengaruhi hidup saya. Dulu ketika di awal-awal beliau mengatakannya, saya mengangguk-angguk seolah setuju dengannya. Tetapi sesungguhnya hati saya bertanya-tanya, apa iya ya? Kenapa kok sangat penting?

Kita sudah pernah membahas masalah ini sebelumnya. Bahwa jika tujuan hidup kita untuk kebaikan tidak hanya diri kita sendiri tetapi juga orang lain maka hal-hal baiklah yang akan masuk ke dalam hati kita. Kita tidak mau mencoba memasukkan hal-hal buruk karena sadar bahwa itu akan membuat tujuan hidup kita tidak tercapai. Sementara jika tujuan hidup kita hanya untuk memuaskan ego diri sendiri tanpa mempedulikan hal lain, maka akan banyak hal-hal buruk yang masuk ke dalam hati kita.

Jadi sangat penting memiliki tujuan hidup ketika kita ingin memupuk perasaan-perasaan positif dan menghilangkan perasaan-perasaan negatif yang ada di hati kita. Dan tujuan hidup itu bisa membuat kita tidak putus asa melainkan terus bersemangat untuk selalu menghadirkan perasaan-perasaan positif dan meninggalkan perasaan-perasaan negatif tersebut. Sehingga semua sikap dan perilaku kita mengarah ke sana.

Ah, tapi saya kok masih sering merasakan perasaan-perasaan negatif itu walaupun sudah memiliki tujuan hidup yang disarankan. Kenapa ya?

Well, seperti yang sudah pernah kita bahas juga di sini, bahwa hanya memiliki tujuan hidup yang sesuai itu belum cukup. Jika kita tidak yakin dengan atau memegang erat tujuan hidup kita yang penuh kebaikan, maka kita tetap tidak mampu mencegah masuknya hal-hal buruk ke dalam hati kita. Jadi hanya dengan memegang erat tujuan hidup itulah maka perasaan-perasaan negatif bisa kita halau dari hati dan perasaan-perasaan positif semakin menguasai hati kita.

Lantas bagaimana caranya supaya kita bisa memegang erat tujuan hidup kita? Mudah. Setiap kali perasaan-perasaan negatif itu mulai muncul, coba segera rasakan ketika tujuan hidup kita sudah tercapai. Rasakan sepenuh hati semua perasaan yang muncul pada saat itu. Jika memang yang terasa adalah kesenangan dan kepuasan yang menggebu, rasakan sepenuh hati. Atau rasa lega dan nikmat yang sangat menenangkan, rasakan sepenuh hati. Sehingga perasaan-perasaan itu menguasai hati kita dan kita hanya inginkan rasa itu saja yang ada di hati. Terhalaulah sudah perasaan-perasan negatif dari hati kita.

Apa betul? Silakan dicoba. Karena hanya dengan mencobanya kita tahu jawabannya.

#sarapankata
#day28
#kmoindonesia
#kmobatch12
#memegangerattujuanhidup
#memupukperasaanpositif
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day56

TUJUAN HIDUP

Pernahkah kita merasa heran ketika melihat atau mendengar seseorang merespon berbeda dengan kita pada saat mengalami peristiwa yang sama? Misalnya ketika atasan kita di tempat kerja kesal dan menegur dengan keras karena kesalahan yang kita lakukan; kita bisa tetap tenang dan menerimanya. Tetapi ada orang lain yang mengalami hal sama merasa sakit hati dan marah karenanya.

Atau partner bisnis kita sering ingkar janji, kita bisa tetap tenang menghadapinya. Tetapi ada orang lain pada saat mengalami hal yang sama merasa kesal sehingga kemudian memutuskan tali silaturahmi dengan partnernya itu.

Kok bisa ya? Apa yang menyebabkan perbedaan respon tersebut?

Respon adalah cara kita menyikapi sesuatu. Sikap dan perilaku kita ternyata ditentukan oleh apa yang ada di hati kita. Jika hati kita dipenuhi kebaikan-kebaikan maka sikap dan perilaku kita juga penuh kebaikan. Tetapi sebaliknya, jika hati kita dipenuhi hal-hal yang buruk maka sikap dan perilaku kita juga penuh keburukan.

Begitulah potensi hati. Sangat dahsyat sehingga selalu mempengaruhi sikap dan perilaku kita. Karenanya kita tidak boleh sembarangan memasukkan semua hal ke dalam hati kita. Pilihlah hanya hal-hal kebaikan saja. Agar kita hanya bersikap dan berperilaku baik selama hidup kita yang tidak lama ini.

Lantas bagaimana caranya agar kita bisa memilih hal-hal baik saja yang masuk ke dalam hati kita? Caranya adalah dengan menentukan apa tujuan hidup kita.

Jika tujuan hidup kita untuk kebaikan tidak hanya diri kita sendiri tetapi juga orang lain maka hal-hal baiklah yang akan masuk ke dalam hati kita. Kita tidak mau mencoba memasukkan hal-hal buruk karena sadar bahwa itu akan membuat tujuan hidup kita tidak tercapai. Sementara jika tujuan hidup kita hanya untuk memuaskan ego diri sendiri tanpa mempedulikan hal lain, maka akan banyak hal-hal buruk yang masuk ke dalam hati kita.

Apakah cukup sampai di sini saja agar hati kita penuh kebaikan?

Ternyata belumlah cukup. Jika kita tidak yakin dengan tujuan hidup kita yang penuh kebaikan, maka kita tetap tidak mampu mencegah masuknya hal-hal buruk ke dalam hati kita. Kenapa demikian?

Kita yakin akan sesuatu hal artinya sesuatu itu sudah masuk dan tertanam di
hati kita. Dengan masuk dan tertanamnya sesuatu itu di hati kita, maka otomatis sesuatu itu akan mempengaruhi sikap dan perilaku kita. Misalnya ketika kita bersabar pada saat mendapatkan kendala di tempat kerja, hal itu terjadi karena kita yakin dengan bersabar kendala itu bisa lebih mudah teratasi. Selain itu dengan bersabar kemungkinan kita menyakiti orang lain jadi kecil dan kita tidak ingin menyakiti orang lain, karena kita yakin semakin jarang kita menyakiti orang lain maka akan semakin jarang orang lain itu menyakiti kita.

Jadi kita perlu untuk yakin akan tujuan hidup kita. Begitu kita yakin dengan tujuan hidup kita, artinya kita sangat menginginkan tujuan hidup kita itu tercapai, maka sikap dan perilaku kita akan selalu mendukung kepada tujuan hidup kita itu.

Pertanyaannya, sudahkah kita punya tujuan hidup? Dan apakah tujuan hidup kita itu penuh kebaikan? Sudah yakinkah kita dengan tujuan hidup kita itu?

#sarapankata
#day18
#kmoindonesia
#kmobatch12
#tujuanhidup
#kebaikan
#worklifebalance
#spiritualityatwork
#workwithshinedheart
#lenypuspadewi
#lenymenulis
#myfourthbook
#inspiringbooks
#100dayswritingchallenge2
#day46